JAKARTA – Persaingan memperebutkan Golden Boot Piala Dunia 2026 memasuki fase yang semakin menegangkan. Erling Haaland sukses menyamai koleksi gol Lionel Messi dan Kylian Mbappe setelah tampil gemilang membawa Norwegia menyingkirkan Brasil pada babak 16 besar.
Dua gol yang dicetak Haaland ke gawang Selecao bukan hanya memastikan kemenangan 2-1 Norwegia dan tiket ke perempat final, tetapi juga mengubah peta persaingan pencetak gol terbanyak turnamen.
Kini, tiga nama besar dunia sepak bola sama-sama mengoleksi tujuh gol, membuat perebutan gelar top skor dipastikan berlangsung sengit hingga babak akhir.
Haaland Menggila, Brasil Jadi Korban
Erling Haaland kembali menunjukkan naluri predatornya sebagai salah satu striker terbaik dunia.
Saat menghadapi Brasil, penyerang Norwegia itu sempat kesulitan menembus pertahanan lawan. Namun dalam 11 menit terakhir pertandingan, ia berhasil mengubah jalannya laga.
Gol pertama lahir melalui sundulan tajam yang memanfaatkan umpan silang Andreas Schjelderup. Tak lama berselang, Haaland menggandakan keunggulan lewat tembakan keras mendatar dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau Alisson Becker.
Tambahan dua gol tersebut membuat koleksi Haaland menjadi tujuh gol sepanjang Piala Dunia 2026.
Produktivitas itu sekaligus menyamai torehan Lionel Messi bersama Argentina dan Kylian Mbappe yang menjadi andalan Prancis.
Mengapa Mbappe Masih Berada di Puncak?
Meski memiliki jumlah gol yang sama, Kylian Mbappe masih menempati posisi teratas klasemen sementara Golden Boot.
Penentuan peringkat pencetak gol terbanyak FIFA tidak hanya melihat jumlah gol, tetapi juga mempertimbangkan jumlah assist apabila para pemain memiliki koleksi gol yang identik.
Mbappe unggul karena telah mencatatkan dua assist, sementara Messi dan Haaland belum memiliki keunggulan statistik tersebut.
Selain itu, apabila jumlah gol dan assist tetap sama hingga akhir turnamen, faktor menit bermain yang lebih sedikit akan menjadi penentu berikutnya.
Messi Berpeluang Merebut Kembali Posisi Teratas
Persaingan masih sangat terbuka.
Lionel Messi bahkan memiliki peluang besar mengambil alih posisi teratas ketika Argentina menjalani laga babak 16 besar menghadapi Mesir.
Jika kembali mencetak gol, kapten Albiceleste itu akan menjadi pemain pertama yang mencapai delapan gol di Piala Dunia 2026.
Dengan pengalaman dan konsistensinya di fase gugur, Messi masih menjadi salah satu kandidat terkuat peraih Golden Boot.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tak Gentar Hadapi Spanyol, Yakin Portugal Bisa Lanjutkan Mimpi di Piala Dunia 2026
Harry Kane Belum Menyerah
Di bawah tiga pemain teratas, Harry Kane juga belum kehilangan peluang.
Kapten Timnas Inggris telah mengoleksi lima gol dan masih berpeluang menambah pundi-pundi gol saat menghadapi tuan rumah Meksiko pada babak 16 besar.
Apabila Inggris melangkah jauh di turnamen, Kane masih memiliki kesempatan mengejar Haaland, Messi, maupun Mbappe.
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe (Prancis) — 7 gol, 2 assist
-
Lionel Messi (Argentina) — 7 gol
-
Erling Haaland (Norwegia) — 7 gol
-
Harry Kane (Inggris) — 5 gol
-
Ousmane Dembele (Prancis) — 4 gol, 2 assist
-
Mikel Oyarzabal (Spanyol) — 4 gol, 1 assist
-
Ismaila Sarr (Senegal) — 4 gol, 1 assist
-
Vinicius Junior (Brasil) — 4 gol, 1 assist
Golden Boot Masih Sulit Diprediksi
Masih tersisanya pertandingan di fase gugur membuat persaingan menuju Golden Boot belum memiliki favorit mutlak.
Haaland sedang berada dalam performa terbaiknya setelah membawa Norwegia mencetak sejarah lolos ke perempat final. Mbappe terus menjadi tumpuan utama Prancis, sedangkan Messi masih memiliki peluang menambah koleksi gol bersama Argentina.
Dengan ketiga pemain sama-sama berada di angka tujuh gol, perebutan gelar pencetak gol terbanyak diperkirakan baru akan ditentukan pada semifinal atau bahkan partai final Piala Dunia 2026.
Bagi para pencinta sepak bola, duel tiga megabintang ini menjadi salah satu cerita paling menarik di turnamen, karena bukan hanya memperebutkan trofi dunia, tetapi juga kehormatan sebagai penyerang paling tajam di panggung terbesar sepak bola internasional.
Editor : Mahendra Aditya