Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Bursa Transfer Liga 2 2026/2027: PSMS Medan Rekrut Manahati Lestusen Jelang Piala Presiden 2026

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 6 Juli 2026 | 16:33 WIB
Manahati Lestusen
Manahati Lestusen

RADAR KUDUS – PSMS Medan terus menunjukkan keseriusannya membangun skuad kompetitif untuk menghadapi musim 2026/2027. Klub berjuluk Ayam Kinantan itu resmi mengumumkan kedatangan gelandang senior Manahati Lestusen, yang menjadi pemain ke-20 yang direkrut pada bursa transfer kali ini.

Kehadiran pemain berusia 32 tahun tersebut menjadi sinyal kuat bahwa PSMS tidak hanya membidik hasil maksimal di Turnamen Piala Presiden 2026, tetapi juga memasang target besar untuk kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia melalui kompetisi Liga 2.

Pengumuman perekrutan Manahati disampaikan melalui akun Instagram resmi klub pada Senin (6/7/2026). Dalam unggahannya, manajemen menyambut hangat kedatangan sang gelandang.

"Big name, big experience, familiar name. We already know you, enjoy Medan Manahati."

Pernyataan tersebut mencerminkan besarnya ekspektasi manajemen terhadap pemain yang dikenal memiliki pengalaman panjang, karakter kepemimpinan, serta fleksibilitas bermain di beberapa posisi.

Baca Juga: Jadwal Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026: Line Up, Head to Head, dan Peluang Lolos ke Perempat Final

Tambah Pengalaman di Lini Tengah

Masuknya Manahati diproyeksikan memperkuat sektor tengah PSMS Medan yang musim ini diisi perpaduan pemain muda dan senior.

Selain beroperasi sebagai gelandang bertahan, Manahati juga dikenal mampu dimainkan sebagai bek tengah maupun gelandang tengah sesuai kebutuhan taktik pelatih.

Kemampuan membaca permainan, memenangkan duel, menjaga keseimbangan tim, serta pengalaman sebagai kapten membuatnya dinilai mampu menjadi pemimpin di lapangan maupun ruang ganti.

Pelatih Eko Purdjianto diperkirakan akan memanfaatkan pengalaman Manahati untuk membangun organisasi permainan yang lebih solid menghadapi ketatnya persaingan Liga 2.

Pernah Menimba Ilmu di Uruguay dan Belgia

Karier Manahati Lestusen tergolong unik dibanding banyak pemain Indonesia lainnya.

Ia merupakan salah satu lulusan program SAD Indonesia, yang memberi kesempatan pemain muda berlatih dan berkompetisi di Uruguay.

Setelah mengikuti program tersebut, Manahati bergabung dengan tim cadangan CA Peñarol, salah satu klub paling bersejarah di Uruguay. Pengalaman bermain di lingkungan sepak bola Amerika Selatan membentuk karakter permainannya yang agresif dan disiplin.

Karier internasionalnya kemudian berlanjut di CS Visé, Belgia, yang saat itu berkompetisi di kasta kedua Liga Belgia. Pengalaman di Eropa memperkaya kemampuan taktik serta pemahaman permainan modern sebelum akhirnya kembali berkarier di Indonesia.

Menjadi Sosok Penting di Kompetisi Nasional

Sepulang dari luar negeri, Manahati memulai perjalanan profesional bersama Persebaya Surabaya sebelum melanjutkan karier ke Barito Putera.

Namanya semakin dikenal ketika memperkuat PS TNI, klub yang kemudian berubah menjadi PS TIRA, TIRA-Persikabo, hingga Persikabo 1973.

Selama memperkuat klub tersebut, Manahati menjadi salah satu pemain paling konsisten. Ia mencatatkan lebih dari 150 penampilan dan dipercaya mengenakan ban kapten.

Di PS TNI, Manahati juga ikut membawa tim menjuarai Piala Kemerdekaan 2015, sebuah prestasi yang mempertegas kapasitasnya sebagai pemain bermental juara.

Sebelum bergabung dengan PSMS Medan, ia sempat memperkuat Malut United, yang dibelanya sejak pertengahan 2024.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Ole Romeny Berpeluang Tampil Reguler di Eredivisie Bersama Fortuna SittardBaca Juga: Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Ole Romeny Berpeluang Tampil Reguler di Eredivisie Bersama Fortuna Sittard

Rekrutan ke-20 PSMS Medan

Dengan bergabungnya Manahati, total sudah 20 pemain baru direkrut PSMS Medan untuk menghadapi musim 2026/2027.

Beberapa nama yang lebih dahulu diperkenalkan antara lain Adlin Cahya, Farhan, Abdul Zaki Alim, Dani Saputra, Ahmad Gunandi, Fakhrurrazi Quba, Rachmad Hidayat, Ikhsan Chan, Rayhan Utina, Phillerson, Bintang Arrahim, Rudi N. Rajak, M. Raihan Utama, Rizdjar Nurviat Subagja, Roken Tampubolon, Aziz Hutagalung, Taufik Hidayat, M. Natshir, dan Samuel Simanjuntak.

Komposisi tersebut menunjukkan strategi PSMS yang memadukan pemain muda potensial dengan sosok-sosok senior yang memiliki pengalaman panjang di level profesional.

Target Promosi Kembali ke Liga 1

Manajemen PSMS Medan tidak menutupi ambisinya untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional setelah beberapa musim berkutat di Liga 2.

Persaingan musim 2026/2027 diperkirakan berlangsung lebih ketat karena sejumlah klub juga melakukan perombakan besar-besaran demi memburu tiket promosi.

Dalam situasi tersebut, kehadiran pemain berpengalaman seperti Manahati Lestusen diyakini akan menjadi nilai tambah, terutama dalam pertandingan-pertandingan penting yang membutuhkan ketenangan, kepemimpinan, dan pengalaman.

Selain meningkatkan kualitas permainan di lini tengah, Manahati diharapkan mampu menjadi mentor bagi pemain-pemain muda PSMS sehingga proses regenerasi berjalan seiring dengan upaya klub mengembalikan kejayaan Ayam Kinantan.

Dengan aktivitas agresif di bursa transfer, PSMS Medan mengirimkan pesan bahwa mereka tidak sekadar ingin menjadi pesaing di Liga 2, tetapi bertekad menjadi salah satu kandidat terkuat untuk meraih promosi ke Liga 1 pada akhir musim 2026/2027.

Editor : Mahendra Aditya
#Liga 2 2026/2027 #Manahati Lestusen #Piala Presiden 2026 #psms medan #Bursa Transfer Liga 2