KUDUS - Tim sepak bola putri Putri Surakarta tunduk atas lawannya Arema FC Women U-15 saat laga pembuka Hydroplus Soccer League All-Stars, di Supersoccer Arena Minggu (5/7).
Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Arema FC Women.
Tim Putri Surakarta sendiri diperkuat oleh striker barunya Asyifa Sholawa asal Kudus, yang direkrut untuk putaran nasional ini.
Pada penampilannya, pemain bernomor punggung 11 ini belum memberikan performa terbaiknya. Pergerakan Syifa selalu ditempel ketat oleh pemain belakang lawan.
Akibatnya Syifa sulit mencari ruang kosong dan membuat pergerakannya mudah dibaca lawan.
Sementara itu kekuatan Arema FC Women di atas kertas dari Putri Surakarta. Tim asal Malang ini diperkuat oleh dua pemain Timnas Indonesia. Antara lain, Keysa Arabela dan Fadilla.
Jalannya pertandingan Arema Fc Women sempat mengalami kendala di babak pertama.
Koordinasi antar lini pemain kurang berjalan dengan baik. Sehingga mereka sering kehilangan bola.
Hal ini dimanfaatkan oleh skuad Putri Surakarta untuk membangun serangan. Namun lini tengah Arema yang kuat membuat Putri Surakarta kesulitan membangun serangan.
Hingga wasit meniupkan peluit babak pertama, kedua tim masih bermain sama kuat. Skor babak pertama berakhir imbang 0-0.
Di awal babak kedua, Arema FC Women tampil meyakinkan. Koordinasi antar lini terbentuk dan memudahkan membangun serangan.
Skema serangan diterapkan lewat lini tengah permainan. Kerja sama yang solid membuat lini serang kian menemukan serangan menembus pertahanan lawan.
Fadilla yang dikawal ketat lawan, mampu merepotkan lini pertahanan Putri Surakarta. Sepakan yang akurat tersebut mampu ditepis oleh kiper Putri Surakarta.
Sementara itu, peluang emas mampu dimanfaatkan oleh Janeeta Alodya kemelut di depan gawang. Sepakan kaki kanannya tak mampu dibendung oleh kiper lawan.
Skor 1-0 untuk Arema FC Woman ini berhasil dipertahankan oleh tim asal Malang hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.
Pelatih Kepala Arema FC Women, Nanang Habibi menyebut skema permainan pada pertandingan perdana ini masih diwarnai oleh permainan individu.
Hal ini akan menjadi catatan penting agar tim dapat meningkatkan permainan kolektif sehingga tampil lebih solid pada pertandingan selanjutnya.
"Alhamdulilah di pertandingan pertama tim kami bisa mendapatkan poin. Terlepas tadi masih sedikit kurang sinkron, organisasi dan possession-nya belum ketemu. Tapi kita terus push dan akhirnya berkat kerja keras mereka bisa lebih menjalankan instruksi. Kita punya jeda satu hari untuk evaluasi memperbaiki cara bermain, lebih jernih melihat celah agar target ke gawang bisa lebih cepat," Kata Nanang.
Dari sisi pemain, Kapten Tim Arema FC Women Keysha Arabela Mainsya Nian menilai turnamen HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 memiliki tensi tinggi dengan kemampuan individu yang mumpuni.
Jebolan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 yang juga berkesempatan merasakan TC bersama timnas U-15 putri Indonesia ini mengaku peta persaingan semakin ketat.
"Saya rasa pertandingan hari ini (melawan Putri Surakarta) memang agak sulit ya. Karena teman-teman belum siap, masih nervous dan agak panik. Lawannya keras sampai kita susah buat cetak gol. Mungkin penampilan kita belum sesuai dengan apa yang coach inginkan tapi kita sudah berusaha yang terbaik. Apalagi tim lain juga punya materi pemain yang bagus juga," ucap Keysha.
Sementara itu, meski belum berhasil membawa pulang poin, tim Putri Surakarta memiliki mental baja untuk menolak menyerah.
Pelatih Putri Surakarta Syachban Yusuf memastikan skuad yang berbasis di Kota Bengawan itu akan bangkit dengan mentalitas dan strategi anyar untuk lolos dari fase grup A.
"Tim kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi beberapa ada yang baru pertama kali merasakan panggung cukup besar seperti ini. Kami tekankan ke para pemain supaya jangan minder sama lawan, biar lawan yang minder sama kita. Ada beberapa catatan untuk perbaikan seperti organisasi permainan dan kesiapan individu dalam menghadapi pertandingan selanjutnya," katanya.
Sementara itu, laga lainnya di U-15 Mojang Priangan menang tipis 1-0 atas Putri Tangsel City. Pada laga U-18 pertandingan juga berlangsung sengit.
Putri JP Jakarta menang 2-0 saat berjumpa dengan Putri Batang. Pada partia kedua Tiger Football Academy berbagi angka dengan Putri Garut 1-1.
Pelatih Kepala Putri Garut, Depi Kuspriansyah menambahkan anak asuhnya masih perlu adaptasi melakoni laga pertama di level kompetisi yang bertaraf nasional.
Namun, ia memastikan pada pertandingan berikutnya Putri Garut akan tampil lebih maksimal, baik secara fisik maupun taktik.
"Sesuai instruksi anak-anak sudah bagus, cuma ya namanya juga pertandingan, hasil 1-1 itu kami syukuri. Di babak pertama itu kami perlu mencari celah-celah dulu, jadi di babak keduanya kami evaluasi, ubah posisi dan alhamdulillah walaupun hanya imbang, kita tetap syukuri. Mudah-mudahan ke depannya kami bisa lebih fight," ucapnya.
Di sisi lain, Pelatih Kepala Tigers Football Academy, Agustina Indah Mahardika menyayangkan timnya gagal mempertahankan keunggulan. Menurutnya, mental bertanding para punggawa tim harus lebih ditingkatkan mengingat level pertandingan yang akan terus meningkat dari hari ke hari.
"Itu (mental) yang nanti kami jadikan sebagai evaluasi untuk pertandingan selanjutnya. HYDROPLUS Soccer League All-Stars ini kan pertandingan di mana dari pemain-pemainnya juga punya kualitas. Jadi kami juga harus menyesuaikan juga. Mungkin tadi ada sedikit nervous. Kami menjadikan pertandingan ini sebagai evaluasi dan mengubah apa yang menjadi kesalahan di pertandingan ini kayak tadi kita ada posisi tertekan, itu harus bisa kami atasi," ujarnya. (gal)
Editor : Ali Mustofa