RADAR KUDUS - Bagi banyak pencinta sepak bola, duel Jepang melawan Brasil selalu mengingatkan pada kisah legendaris anime Captain Tsubasa.
Selama puluhan tahun, generasi penggemar membayangkan bagaimana Samurai Biru mampu berdiri sejajar dengan raksasa sepak bola dunia. Kini, mimpi itu benar-benar hadir di panggung terbesar.
Jepang akan menghadapi Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung Selasa (30/6) dini hari WIB di Houston.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak berikutnya, tetapi juga menjadi simbol perubahan besar sepak bola Asia.
Brasil datang sebagai juara Grup C bersama pelatih Carlo Ancelotti. Selecao masih mengandalkan kualitas individu para pemain bintang seperti Vinicius Junior, meski permainan mereka dinilai belum sepenuhnya konsisten sepanjang fase grup.
Di sisi lain, Jepang tampil sebagai runner-up Grup F dengan performa yang mengesankan. Samurai Biru menahan imbang Belanda 2-2, menghancurkan Tunisia 4-0, dan kembali meraih hasil seri melawan Swedia. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Jepang bukan lagi sekadar tim penggembira, melainkan kekuatan yang layak diperhitungkan.
Kepercayaan diri Jepang juga semakin tinggi setelah pernah menaklukkan Brasil 3-2 dalam laga uji coba pada 2025. Walaupun pertandingan persahabatan tentu berbeda dengan atmosfer Piala Dunia, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing melawan tim terbaik dunia.
Secara historis, Brasil tetap lebih unggul dalam rekor pertemuan. Pengalaman lima kali juara dunia, kedalaman skuad, serta kualitas individu membuat mereka tetap difavoritkan melaju ke babak berikutnya.
Namun, Jepang datang dengan modal organisasi permainan yang disiplin, transisi cepat, dan kolektivitas tinggi. Filosofi permainan yang dibangun Hajime Moriyasu membuat Samurai Biru tampil sebagai satu kesatuan yang sulit ditembus.
Pertemuan ini menghadirkan pertarungan dua filosofi sepak bola. Brasil mengandalkan kreativitas dan bakat individu, sedangkan Jepang menawarkan disiplin taktik, kerja sama tim, serta semangat pantang menyerah.
Tak heran bila banyak pengamat memprediksi laga berlangsung sengit. Sebagian menjagokan Brasil menang tipis berkat pengalaman, sementara lainnya percaya Jepang mampu menciptakan kejutan terbesar di babak gugur.
Apa pun hasil akhirnya, pertandingan ini menjadi bukti bahwa perkembangan sepak bola Jepang telah membawa mereka sejajar dengan negara-negara elite. Kisah yang dahulu hanya hidup dalam halaman manga dan layar televisi kini benar-benar menjadi kenyataan di Piala Dunia 2026.
Duel Brasil kontra Jepang bukan lagi sekadar pertandingan. Ini adalah cerita tentang mimpi yang perlahan berubah menjadi sejarah.
Editor : Mahendra Aditya