Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cari Marselino Baru! Garudayaksa FC Berburu Talenta Emas NTT untuk Masa Depan Timnas Indonesia

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 24 Juni 2026 | 18:14 WIB
Garudayaksa FC
Garudayaksa FC

KUPANG – Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi pusat perhatian dalam peta pembinaan sepak bola nasional. Daerah yang selama ini dikenal sebagai gudangnya talenta berbakat kini menjadi lokasi program pencarian bakat berskala besar yang digelar Garudayaksa FC bersama Bintang Timur Atambua (BTA) Academy.

Klub promosi Liga 1 tersebut turun langsung ke berbagai wilayah di NTT untuk menjaring pemain muda potensial yang diproyeksikan menjadi generasi penerus bintang sepak bola Indonesia, termasuk mengikuti jejak pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan.

Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas akses pembinaan usia muda di Indonesia Timur yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki banyak pemain berbakat, namun belum sepenuhnya mendapatkan kesempatan berkembang melalui sistem pembinaan yang terstruktur.

Baca Juga: Alfeandra Dewangga Tinggalkan Maung Bandung dan Merapat ke Singo Edan

NTT, Tanah Kelahiran Banyak Talenta Nasional

Seleksi Elite Pro Academy (EPA) Garudayaksa FC digelar untuk kelompok usia U-16, U-18, dan U-20. Kegiatan berlangsung di sejumlah wilayah strategis, mulai dari Flores pada 23 Juni 2026, kemudian berlanjut di Atambua dan Kupang pada 24-25 Juni 2026.

Para pemain yang berhasil mencuri perhatian tim pemandu bakat akan mengikuti tahap seleksi lanjutan tingkat provinsi yang dipusatkan di Kupang pada 27-28 Juni 2026.

CEO BTA Academy yang juga Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menegaskan bahwa NTT selama ini telah melahirkan banyak pemain berkualitas yang mampu bersaing di level nasional.

Menurutnya, keberhasilan sejumlah pemain berdarah NTT seperti Marselino Ferdinan, Yabes Roni Malaifani, hingga Fransiskus Xaverius Misa menjadi bukti bahwa kawasan Indonesia Timur memiliki kualitas sumber daya sepak bola yang tidak kalah dibanding daerah lain.

"NTT tidak pernah kekurangan talenta. Yang selama ini dibutuhkan adalah kesempatan, akses menuju pembinaan yang berkualitas, serta sistem pengembangan yang berkelanjutan," ujarnya.

Baca Juga: Inggris vs Skotlandia di 16 Besar Piala Dunia 2026? Skenario Panas Rival Abadi Mulai Terbuka

Bukan Sekadar Mencari Pemain Hebat Hari Ini

Garudayaksa FC menegaskan program ini tidak hanya berorientasi pada hasil instan. Klub yang baru saja meraih promosi ke Liga 1 itu justru fokus membangun fondasi jangka panjang melalui pembinaan usia muda.

Koordinator Tim Seleksi Garudayaksa FC, Rifandy, menjelaskan bahwa proses pemantauan pemain dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan aspek teknik, fisik, mental, hingga potensi perkembangan di masa depan.

"Kami tidak hanya mencari pemain terbaik saat ini. Yang kami cari adalah calon pesepak bola profesional yang mampu berkembang dan bersaing dalam beberapa tahun ke depan," katanya.

Menurut Rifandy, NTT selama ini menjadi salah satu wilayah dengan potensi sepak bola terbesar di Indonesia. Banyak pemain berbakat lahir dari daerah seperti Flores, Timor, Sumba, Alor, Rote, Sabu, hingga Lembata.

Karena itu, pihaknya ingin memastikan bahwa bakat-bakat tersebut memiliki jalur yang jelas untuk berkembang menuju level profesional.

Baca Juga: Bellingham Tutupi Mulut Saat Bicara dengan Lawan, Mengapa Wasit FIFA Tak Beri Kartu Merah?

Garudayaksa Bangun Fondasi Usai Promosi ke Liga 1

Program pencarian bakat ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Garudayaksa FC setelah sukses menembus Liga 1 musim 2026/2027.

Klub tersebut memastikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah tampil impresif di kompetisi Championship dan mengalahkan PSS Sleman melalui drama adu penalti pada partai final.

Alih-alih hanya fokus mendatangkan pemain jadi, manajemen memilih membangun fondasi pembinaan sejak usia muda. Langkah tersebut sejalan dengan tren sepak bola modern, di mana klub-klub besar dunia mengandalkan akademi sebagai sumber regenerasi pemain.

Baca Juga: VAR Jadi Sorotan! Keputusan Tak Beri Penalti untuk Ghana Picu Polemik Besar di Piala Dunia

Membuka Jalan ke Timnas Indonesia

Kolaborasi Garudayaksa FC dan BTA Academy diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi anak-anak muda NTT untuk menembus level profesional.

Jika pembinaan dilakukan secara berkesinambungan, bukan tidak mungkin akan lahir pemain-pemain baru yang mampu mengikuti jejak Marselino Ferdinan, yang kini menjadi salah satu ikon sepak bola Indonesia dan berkarier di Eropa.

Program ini juga menjadi sinyal bahwa masa depan sepak bola Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar di Pulau Jawa, tetapi juga berasal dari daerah-daerah yang selama ini menyimpan potensi besar.

Dengan sistem pembinaan yang tepat, NTT berpeluang kembali melahirkan generasi emas yang suatu hari nanti menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di level Asia maupun dunia.

Editor : Mahendra Aditya
#BTA Academy #Seleksi EPA 2026 #Talenta Sepak Bola NTT #garudayaksa fc #marselino ferdinan