Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Derby Jateng Terancam Hilang! Bocoran Grup Liga 2 2026/2027 Pisahkan Persis Solo dan PSIS Semarang

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 19 Juni 2026 | 17:57 WIB
Logo Persis Solo dan PSIS Semarang.
Logo Persis Solo dan PSIS Semarang.

RADAR KUDUS - Pegadaian Championship 2026/2027 mulai menunjukkan wajah persaingannya. Di tengah persiapan operator kompetisi dan klub peserta menyongsong musim baru, muncul satu isu yang langsung menyita perhatian pencinta sepak bola Jawa Tengah: kemungkinan tidak adanya Derby Jateng antara Persis Solo dan PSIS Semarang pada fase penyisihan grup.

Skenario tersebut mencuat setelah beredar bocoran pembagian grup yang menempatkan kedua rival tradisional itu di zona berbeda. Jika komposisi tersebut disahkan oleh operator kompetisi, duel sarat gengsi yang selama ini menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan suporter Jawa Tengah dipastikan tidak akan tersaji pada fase awal musim.

Baca Juga: Usai Amankan Kadek Raditya, Persis Solo Bersiap Kunci Dua Nama Penting di Lini Belakang

Format Kompetisi Tetap Dua Grup

Dalam Owner's Meeting Championship yang digelar operator I.League di Jakarta, seluruh peserta membahas arah kompetisi musim depan, termasuk evaluasi penyelenggaraan musim sebelumnya serta penyempurnaan regulasi.

Salah satu keputusan penting yang mengemuka adalah dipertahankannya format dua grup untuk musim 2026/2027. Kompetisi kasta kedua Indonesia itu akan diikuti 20 klub yang dibagi ke dalam dua grup berisi masing-masing 10 tim.

Setiap tim akan menjalani format triple round robin atau bertemu tiga kali melawan seluruh lawan di grupnya sepanjang musim reguler. Setelah fase grup berakhir, kompetisi dilanjutkan dengan babak play-off promosi, play-off degradasi, dan partai final untuk menentukan juara.

Operator kompetisi menargetkan musim berlangsung mulai September 2026 hingga Mei 2027. Dengan format tersebut, total pertandingan diperkirakan mencapai 273 laga sepanjang musim, menjadikannya salah satu kompetisi terpanjang dalam sejarah kasta kedua sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Peluang Veda Ega Makin Terbuka di Moto3 Ceko 2026, Absennya David Muñoz Ubah Peta Persaingan

Bocoran Grup Pisahkan Dua Rival Jawa Tengah

Perhatian publik kemudian tertuju pada bocoran pembagian grup yang mulai beredar setelah pertemuan tersebut.

Dalam skenario yang berkembang, Persis Solo disebut masuk ke Grup Timur bersama sejumlah tim kuat seperti Persela Lamongan, Deltras FC, RANS Nusantara FC, Barito Putera, Persiba Balikpapan, Persipura Jayapura, PSBS Biak, Dejan FC, dan Kendal Tornado FC.

Sementara itu, PSIS Semarang diproyeksikan menghuni Grup Barat bersama Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Semen Padang FC, Sumsel United FC, FC Bekasi City, Persikad, PSGC Ciamis, dan Persiku Kudus.

Apabila komposisi tersebut benar-benar ditetapkan, maka Persis dan PSIS tidak akan saling berhadapan pada fase grup. Pertemuan kedua tim hanya mungkin terjadi apabila keduanya berhasil lolos ke fase berikutnya.

Bagi suporter kedua klub, situasi ini tentu menjadi kabar yang cukup mengecewakan. Pasalnya, Derby Jateng selama bertahun-tahun selalu menghadirkan atmosfer luar biasa, baik di Stadion Manahan maupun di kandang PSIS.

Persis Berhadapan dengan Grup Neraka?

Jika melihat kekuatan tim-tim yang berpotensi menjadi lawan Persis, Grup Timur diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif.

Persela Lamongan merupakan klub yang memiliki pengalaman panjang di kasta tertinggi. Barito Putera juga baru turun dari level elite dan masih memiliki fondasi tim yang kuat. Belum lagi Persipura Jayapura yang berstatus salah satu klub tersukses dalam sejarah sepak bola Indonesia.

PSBS Biak yang dalam beberapa musim terakhir menunjukkan perkembangan pesat juga diperkirakan menjadi pesaing serius dalam perebutan tiket promosi.

Kondisi ini membuat Persis Solo harus menyiapkan skuad yang benar-benar kompetitif apabila ingin mewujudkan target kembali ke kasta tertinggi hanya dalam satu musim.

Baca Juga: Kanada Menang 6-0 atas Qatar, Tapi Kehilangan Ismael Kone Akibat Cedera Mengerikan

Regulasi Pemain Asing dan U-21 Tetap Dipertahankan

Selain format kompetisi, operator juga memastikan regulasi pemain asing tidak mengalami perubahan signifikan.

Setiap klub tetap diperbolehkan mendaftarkan tiga pemain asing, memasukkan ketiganya ke dalam daftar susunan pemain, serta memainkan seluruh pemain asing tersebut secara bersamaan dalam pertandingan.

Di sisi lain, aturan pemain muda U-21 tetap diberlakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan talenta nasional. Kebijakan ini dinilai penting untuk memberikan jam terbang bagi pemain muda sekaligus menjaga kesinambungan regenerasi sepak bola Indonesia.

Klub Dituntut Lebih Profesional

Musim 2026/2027 juga menjadi bagian dari transformasi besar kompetisi nasional. Operator mulai memperketat penerapan Club Licensing atau lisensi klub yang mengacu pada standar profesional.

Klub-klub peserta Championship dituntut memenuhi sejumlah aspek penting, mulai dari manajemen organisasi, pengembangan akademi, pemasaran, tata kelola keuangan, hingga keberlanjutan bisnis.

Selain itu, kompetisi Elite Pro Academy juga akan mengalami penyesuaian dengan fokus pada kelompok usia U-18 dan U-20 sebagai jalur pembinaan pemain menuju level profesional.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa seluruh perubahan tersebut bertujuan menciptakan kompetisi yang lebih sehat, profesional, dan memiliki arah pembangunan yang jelas.

Menunggu Kepastian Resmi

Meski bocoran pembagian grup mulai ramai diperbincangkan, hingga saat ini operator kompetisi masih belum mengumumkan komposisi resmi peserta di masing-masing grup.

Karena itu, peluang perubahan masih terbuka. Namun apabila skenario yang beredar saat ini benar-benar menjadi keputusan final, maka publik sepak bola Jawa Tengah harus bersiap kehilangan salah satu laga paling bergengsi di fase grup musim depan.

Bagi Persis Solo, fokus utama kini bukan lagi memikirkan derby, melainkan membangun tim yang cukup kuat untuk bersaing di jalur promosi. Sebab setelah terdegradasi dari kasta tertinggi, hanya ada satu target yang menjadi harga mati bagi Laskar Sambernyawa: kembali ke panggung elite sepak bola Indonesia secepat mungkin.

Editor : Mahendra Aditya
#Liga 2 2026/2027 #Derby Jateng #pembagian grup liga 2 #persis solo #PSIS Semarang