Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kanada Menang 6-0 atas Qatar, Tapi Kehilangan Ismael Kone Akibat Cedera Mengerikan

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 19 Juni 2026 | 17:04 WIB
Ismael Kone dilarikan ke rumah sakit Usai cedera parah setelah duel dengan pemain Qatar
Ismael Kone dilarikan ke rumah sakit Usai cedera parah setelah duel dengan pemain Qatar

RADAR KUDUS - Kemenangan telak Timnas Kanada atas Qatar dalam lanjutan fase grup Piala Dunia 2026 berubah menjadi kabar duka bagi skuad The Canucks. Di tengah pesta gol yang berakhir dengan skor mencolok 6-0, Kanada justru kehilangan salah satu pemain pentingnya setelah gelandang Ismael Kone mengalami cedera serius yang mengkhawatirkan.

Pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi itu sejatinya menjadi salah satu penampilan terbaik Kanada sepanjang turnamen. Namun, sorotan publik sepak bola dunia beralih dari hasil pertandingan ke insiden mengerikan yang menimpa Kone pada awal babak kedua.

Pemain berusia 24 tahun tersebut mengalami cedera setelah terlibat duel keras dengan gelandang Qatar, Assim Madibo. Insiden terjadi pada menit ke-54 ketika Kone berupaya mengontrol bola di area tengah lapangan dan berusaha membawa permainan Kanada membangun serangan.

Baca Juga: Moriyasu Putar Otak Cari Pengganti Kubo Jelang Duel Krusial Kontra Tunisia

Dalam momen tersebut, Madibo datang melakukan tekel untuk menghentikan laju pemain yang saat ini berkarier di Eropa tersebut. Benturan keras tak terhindarkan dan membuat Kone langsung terjatuh sambil memegangi bagian kaki yang mengalami cedera.

Suasana stadion mendadak berubah hening ketika pemain Kanada itu terlihat kesakitan. Beberapa rekan setim langsung memberikan isyarat kepada tim medis untuk segera memasuki lapangan karena kondisi Kone dinilai cukup serius.

Petugas medis kemudian memberikan penanganan darurat di atas lapangan selama beberapa menit. Lamanya proses pertolongan menunjukkan bahwa cedera yang dialami pemain tersebut tidak dapat dianggap ringan.

Setelah mendapatkan stabilisasi awal, Kone akhirnya dievakuasi menggunakan tandu menuju ambulans yang telah siaga di area stadion. Ia kemudian dibawa ke fasilitas medis terdekat guna menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pemindaian untuk mengetahui tingkat keparahan cedera yang dialaminya.

Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengaku langsung menyadari bahwa insiden tersebut berpotensi berakibat fatal bagi pemainnya. Menurutnya, benturan yang terjadi menghasilkan suara yang terdengar hingga ke area bangku cadangan.

"Kami langsung tahu situasinya serius. Semua orang di bangku cadangan sangat terkejut melihat apa yang terjadi," ungkap Marsch usai pertandingan.

Laporan awal dari tim medis menyebutkan bahwa Kone diduga mengalami patah tulang pada bagian kaki. Jika hasil pemeriksaan lanjutan mengonfirmasi diagnosis tersebut, sang pemain kemungkinan harus menjalani tindakan operasi dan masa pemulihan yang cukup panjang.

Cedera semacam ini biasanya membutuhkan waktu rehabilitasi berbulan-bulan, tergantung tingkat kerusakan tulang dan jaringan di sekitarnya. Situasi tersebut membuat peluang Kone untuk kembali bermain pada sisa pertandingan Piala Dunia 2026 nyaris tertutup.

Kehilangan Kone tentu menjadi pukulan berat bagi Kanada. Pemain yang dikenal memiliki kemampuan distribusi bola, mobilitas tinggi, dan visi permainan yang baik itu merupakan salah satu elemen penting dalam skema permainan Jesse Marsch.

Di level klub, Kone juga dikenal sebagai pemain yang memiliki pengalaman kompetitif di Eropa. Namanya semakin mendapat perhatian setelah menjadi salah satu talenta terbaik yang dimiliki Kanada dalam beberapa tahun terakhir.

Insiden tersebut turut memicu kemarahan para pemain Kanada. Mereka menilai tekel yang dilakukan Madibo terlalu berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan pemain lawan.

Wasit pertandingan awalnya hanya mengeluarkan kartu kuning untuk pelanggaran tersebut. Namun keputusan itu langsung menuai protes keras dari para pemain dan staf Kanada yang meminta adanya evaluasi ulang.

Teknologi Video Assistant Referee (VAR) kemudian digunakan untuk meninjau kembali kejadian tersebut. Tayangan ulang memperlihatkan benturan keras yang menjadi penyebab cedera serius Kone.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Kanada berhasil menutup laga dengan kemenangan besar 6-0. Hasil itu memperkuat posisi mereka dalam persaingan menuju fase gugur Piala Dunia 2026.

Namun bagi para pemain dan pendukung Kanada, kemenangan tersebut terasa tidak sepenuhnya sempurna. Cedera yang menimpa Ismael Kone menjadi harga mahal yang harus dibayar di tengah keberhasilan tim meraih tiga poin penting.

Kini perhatian utama tertuju pada kondisi kesehatan sang gelandang. Publik Kanada menunggu hasil pemeriksaan medis resmi yang akan menentukan langkah penanganan berikutnya sekaligus memberikan gambaran mengenai berapa lama proses pemulihan yang harus dijalani pemain tersebut.

Jika benar mengalami patah tulang dan harus naik meja operasi, maka Piala Dunia 2026 kemungkinan besar telah berakhir lebih cepat bagi Ismael Kone. Sebuah akhir yang menyakitkan di tengah performa impresif yang sedang ditunjukkannya bersama Timnas Kanada.

Editor : Mahendra Aditya
#Ismael Kone cedera #Kanada vs Qatar #Ismael Kone patah tulang #piala dunia 2026 #jay idzes