Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Moriyasu Putar Otak Cari Pengganti Kubo Jelang Duel Krusial Kontra Tunisia

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 19 Juni 2026 | 16:53 WIB

 

Takefusa Kubo
Takefusa Kubo

JAKARTA – Tim Nasional Jepang menghadapi tantangan besar menjelang laga krusial melawan Tunisia pada pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 21 Juni 2026 pukul 11.00 WIB. Samurai Biru dipastikan tidak dapat menurunkan salah satu pemain paling berpengaruh mereka, Takefusa Kubo, yang mengalami cedera lutut pada pertandingan sebelumnya.

Absennya pemain yang memperkuat Real Sociedad tersebut menjadi pukulan signifikan bagi skuad asuhan Hajime Moriyasu. Kubo selama ini dikenal sebagai motor kreativitas serangan Jepang berkat kemampuan menggiring bola, visi bermain, serta kemampuannya menciptakan peluang dari sisi sayap.

Cedera itu terjadi saat Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda pada laga pembuka grup. Dalam pertandingan tersebut, Kubo mengalami benturan yang menyebabkan masalah pada lututnya. Kondisinya cukup mengkhawatirkan hingga ia harus meninggalkan stadion menggunakan kursi roda setelah pertandingan berakhir.

Baca Juga: Audit BPK Ungkap Kerugian Rp9,1 Miliar, Dugaan Korupsi Proyek RSUD Bogor Utara Makin Terang

Situasi tersebut membuat tim medis Jepang mengambil langkah hati-hati. Hingga sesi latihan terakhir, Kubo belum terlihat berlatih bersama rekan-rekannya. Pelatih Hajime Moriyasu juga belum memberikan kepastian mengenai kapan pemain berusia 25 tahun itu dapat kembali merumput.

Kehilangan Kubo datang pada momen yang kurang ideal. Jepang masih memburu kemenangan pertama di fase grup setelah hanya meraih satu poin dari laga pembuka. Hasil positif melawan Tunisia menjadi target penting untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar.

Tanpa Kubo, Moriyasu diperkirakan akan melakukan sejumlah penyesuaian komposisi pemain. Nama Yukinari Sugawara menjadi kandidat kuat untuk mengisi sektor kanan permainan Jepang. Kehadiran Sugawara berpotensi memberikan fleksibilitas taktik karena ia mampu beroperasi sebagai bek sayap maupun gelandang sayap.

Perubahan tersebut juga membuka peluang bagi Ritsu Doan untuk bermain lebih dekat dengan lini depan. Pengalaman Doan di kompetisi Eropa dinilai dapat membantu Jepang mempertahankan daya gedor meski kehilangan salah satu kreator utamanya.

Di sektor penyerangan, Daizen Maeda diprediksi tetap menjadi pilihan utama. Kecepatan dan agresivitas pemain Celtic itu dianggap mampu merepotkan pertahanan Tunisia, terutama melalui serangan balik cepat yang menjadi salah satu kekuatan Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, posisi ujung tombak hampir pasti kembali dipercayakan kepada Ayase Ueda. Striker yang tampil produktif bersama klubnya di Eropa tersebut diharapkan mampu menjadi penyelesai akhir yang efektif di depan gawang lawan.

Lini tengah Jepang kemungkinan masih akan diisi Daichi Kamada dan Kaishu Sano. Keduanya tampil cukup solid saat menghadapi Belanda dengan kontribusi penting dalam menjaga keseimbangan permainan. Kamada berperan sebagai pengatur ritme serangan, sementara Sano lebih fokus membantu transisi dan menjaga area pertahanan.

Keito Nakamura yang mencetak gol ke gawang Belanda juga berpeluang kembali masuk dalam susunan pemain inti. Performa impresifnya pada laga sebelumnya menjadi modal penting untuk menambah variasi serangan Jepang dari sisi sayap.

Untuk lini belakang, Moriyasu diperkirakan tidak akan melakukan banyak perubahan. Trio Tsuyoshi Watanabe, Shogo Taniguchi, dan Hiroki Ito masih menjadi pilihan utama karena dinilai mampu menjaga stabilitas pertahanan. Ketiganya akan mendapat tugas berat menghadapi lini serang Tunisia yang dikenal mengandalkan permainan cepat dan fisik kuat.

Secara statistik, absennya Kubo dapat mengurangi kreativitas serangan Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, pemain jebolan akademi Barcelona tersebut menjadi salah satu kontributor utama dalam penciptaan peluang dan distribusi bola di sepertiga akhir lapangan. Kehadirannya kerap menjadi pembeda saat Jepang menghadapi lawan dengan pertahanan rapat.

Di sisi lain, Tunisia datang dengan motivasi tinggi untuk meraih hasil maksimal. Wakil Afrika Utara itu dikenal memiliki organisasi permainan yang disiplin serta kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan. Kondisi Jepang yang kehilangan pemain kunci bisa menjadi peluang bagi Tunisia untuk mencuri poin penting dalam persaingan Grup F.

Meski demikian, Jepang tetap memiliki kedalaman skuad yang cukup baik. Sejumlah pemain yang berkarier di liga-liga top Eropa memberi Moriyasu banyak opsi untuk menjaga kualitas permainan tim. Pengalaman tampil di level internasional juga menjadi modal penting bagi Samurai Biru untuk menghadapi tekanan dalam pertandingan yang berpotensi menentukan nasib mereka di Piala Dunia 2026.

Laga Jepang kontra Tunisia diperkirakan berlangsung ketat. Kehilangan Takefusa Kubo memang menjadi kerugian besar, namun kemampuan Jepang dalam beradaptasi akan menjadi faktor penentu apakah mereka mampu mengatasi situasi sulit dan meraih kemenangan pertama di turnamen ini.

Editor : Mahendra Aditya
#Takefusa Kubo #Jepang vs Tunisia #Hajime Moriyasu #piala dunia 2026 #timnas jepang