Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Thierry Henry Semprot Ronaldo: Portugal Butuh Gol Tim, Bukan Ambisi Pribadi

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:24 WIB
Thierry Henry
Thierry Henry

HOUSTON – Hasil imbang Portugal melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 memunculkan kritik tajam terhadap Cristiano Ronaldo. Sang kapten dinilai gagal memberikan kontribusi maksimal dan bahkan dianggap terlalu memaksakan diri untuk mencetak gol, sehingga mengorbankan efektivitas permainan tim.

Portugal yang datang sebagai salah satu unggulan turnamen harus puas bermain 1-1 di Houston Stadium, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Sempat unggul cepat melalui Joao Neves pada menit keenam, Selecao das Quinas gagal mempertahankan keunggulan setelah Yoane Wissa mencetak gol penyama kedudukan menjelang turun minum.

Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan pada laga pembuka grup, mengingat Portugal mendominasi penguasaan bola dan memiliki kualitas individu yang jauh lebih unggul di atas kertas.

Ronaldo Gagal Menjadi Pembeda

Sorotan utama mengarah kepada Cristiano Ronaldo yang tampil penuh selama 90 menit. Penyerang berusia 41 tahun itu tidak mampu mencetak gol maupun assist dan mengakhiri pertandingan tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.

Dari tiga percobaan yang dilepaskannya, seluruhnya gagal mengarah ke gawang. Statistik tersebut semakin memperpanjang tren negatif Ronaldo yang kini tercatat belum mencetak gol dalam 10 pertandingan kompetitif terakhir bersama Portugal.

Padahal, laga melawan Kongo memiliki nilai historis bagi Ronaldo karena menjadi penampilannya pada edisi keenam Piala Dunia, menyamai rekor yang sebelumnya juga dicapai Lionel Messi.

Namun berbeda dengan Messi yang membuka turnamen lewat hattrick bersama Argentina saat mengalahkan Aljazair 3-0, Ronaldo justru kesulitan menunjukkan pengaruh signifikan di lini depan Portugal.

Thierry Henry Kritik Keputusan Ronaldo

Legenda sepak bola Prancis Thierry Henry menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik penampilan Ronaldo.

Mantan striker Arsenal dan Barcelona itu menyoroti sebuah momen penting ketika Portugal membangun serangan berbahaya dari sisi kanan. Dalam situasi tersebut, bola sebenarnya mengarah kepada Bruno Fernandes yang berada dalam posisi ideal untuk mencetak gol.

Namun Ronaldo memilih masuk ke area yang sama dan mencoba menyelesaikan peluang tersebut sendiri. Upaya itu berakhir gagal setelah tendangannya melenceng dari sasaran.

Menurut Henry, keputusan tersebut mencerminkan bagaimana ambisi pribadi terkadang mengganggu efektivitas permainan tim.

"Yang dibutuhkan Portugal adalah gol untuk tim, bukan gol untuk individu. Dalam situasi itu, seharusnya ruang dibuka agar Bruno Fernandes bisa menyelesaikannya dengan lebih mudah," ujar Henry dalam analisis pascapertandingan.

Ia menilai apabila Ronaldo bergerak menarik bek lawan keluar dari area berbahaya, peluang Bruno Fernandes untuk mencetak gol akan jauh lebih besar.

Sebaliknya, keberadaan dua pemain Portugal di area yang sama justru memudahkan pertahanan Kongo melakukan blok.

Portugal Kehilangan Efektivitas

Meski menguasai jalannya pertandingan dengan persentase penguasaan bola mencapai lebih dari 70 persen, Portugal kesulitan mengubah dominasi menjadi peluang matang.

Lini tengah yang dihuni Bruno Fernandes, Bernardo Silva, dan Joao Neves sebenarnya mampu mengontrol tempo permainan. Namun minimnya variasi serangan membuat pertahanan Kongo relatif nyaman mengantisipasi ancaman yang datang.

Sejumlah analis menilai Portugal terlalu bergantung pada Ronaldo sebagai target utama serangan. Akibatnya, kreativitas pemain lain menjadi kurang optimal.

Situasi ini semakin memperkuat perdebatan mengenai peran Ronaldo di skuad Portugal saat ini. Di satu sisi, ia tetap menjadi ikon dan pemimpin tim. Namun di sisi lain, Portugal memiliki sejumlah penyerang muda seperti Goncalo Ramos, Joao Felix, Goncalo Guedes, hingga Diogo Jota yang dinilai mampu memberikan dinamika berbeda.

Tantangan Besar bagi Roberto Martinez

Pelatih Roberto Martinez kini menghadapi dilema yang tidak mudah. Ia harus menentukan apakah tetap menjadikan Ronaldo sebagai titik sentral permainan atau mulai memberi ruang lebih besar kepada generasi baru Portugal.

Keputusan tersebut menjadi krusial karena persaingan di Grup K masih terbuka. Kehilangan poin pada laga pembuka membuat Portugal wajib meraih hasil maksimal pada pertandingan berikutnya untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Jika efektivitas serangan tidak segera diperbaiki, Portugal berisiko kembali kehilangan poin meski memiliki salah satu skuad paling bertabur bintang di Piala Dunia 2026.

Bagi Ronaldo, kritik yang muncul bisa menjadi motivasi tambahan. Sepanjang kariernya, ia berkali-kali membuktikan mampu bangkit setelah diragukan. Namun waktu terus berjalan, dan panggung Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi kesempatan terakhirnya untuk meninggalkan warisan besar bersama Portugal.

Editor : Mahendra Aditya
#Portugal vs RD Kongo #Thierry Henry #piala dunia 2026 #Cristiano Ronaldo #bruno fernandes