Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dominan Tapi Mandul, Kehadiran Ronaldo Dinilai Ganggu Ritme Permainan Portugal

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:11 WIB
Cristiano Ronaldo - Timnas Portugal
Cristiano Ronaldo - Timnas Portugal

JAKARTA – Hasil imbang yang diraih Portugal pada laga pembuka Piala Dunia 2026 memunculkan perdebatan baru mengenai peran Cristiano Ronaldo di dalam tim. Di tengah dominasi permainan Selecao das Quinas saat menghadapi Republik Demokratik Kongo, sejumlah pengamat menilai keberadaan sang megabintang justru membuat pola permainan Portugal kehilangan keluwesan.

Portugal harus puas berbagi angka setelah ditahan RD Kongo 1-1 dalam pertandingan Grup K yang berlangsung di Houston Stadium, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Tim asuhan Roberto Martinez sebenarnya memulai laga dengan sempurna lewat gol cepat Joao Neves pada menit keenam.

Namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan. Menjelang turun minum, penyerang RD Kongo Yoane Wissa sukses menyamakan kedudukan dan membuat Portugal kehilangan dua poin penting dalam persaingan grup.

Dominasi Tanpa Efektivitas

Secara statistik, Portugal tampil lebih dominan. Mereka menguasai bola hingga lebih dari 70 persen dan mencatat ratusan umpan sukses sepanjang pertandingan. Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan produktivitas di depan gawang.

Portugal kesulitan menciptakan peluang bersih meski diperkuat sederet pemain kreatif seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Rafael Leao, hingga Joao Neves.

Sorotan terbesar tertuju kepada Cristiano Ronaldo yang dipercaya tampil penuh selama 90 menit. Dalam pertandingan tersebut, kapten Portugal itu gagal mencetak gol maupun assist. Bahkan, ia tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.

Data statistik menunjukkan Ronaldo kini telah menjalani 10 pertandingan kompetitif bersama Portugal tanpa mencetak gol. Catatan tersebut menjadi salah satu periode paling sulit dalam karier internasional pemain yang kini berusia 41 tahun tersebut.

Kritik dari Mantan Bek Timnas Prancis

Mantan pemain Timnas Prancis, Gael Clichy, menilai kehadiran Ronaldo masih memberikan pengaruh besar di ruang ganti dan aspek kepemimpinan. Namun di sisi lain, keberadaannya dianggap memengaruhi cara bermain rekan-rekannya di lapangan.

Menurut Clichy, para pemain Portugal cenderung terlalu fokus mencari Ronaldo sehingga aliran permainan menjadi kurang natural.

"Ronaldo memiliki karakter, pengalaman, dan mentalitas luar biasa yang bisa membantu pemain muda. Namun terkadang, pemain dengan status sebesar dirinya secara tidak sadar membuat rekan-rekannya terlalu bergantung," ujar Clichy dalam analisis pascalaga.

Ia menilai beberapa pemain Portugal terlihat lebih sering mencoba mengalirkan bola ke area yang dapat dijangkau Ronaldo dibanding membangun kombinasi yang lebih efektif melalui lini tengah.

Akibatnya, kreativitas yang biasanya menjadi kekuatan utama Portugal justru tidak berkembang secara maksimal.

Dilema Roberto Martinez

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih Roberto Martinez. Di satu sisi, Ronaldo tetap merupakan ikon sepak bola Portugal sekaligus pemegang rekor gol internasional terbanyak sepanjang sejarah.

Namun di sisi lain, Portugal memiliki sejumlah opsi penyerang yang lebih muda dan sedang berada dalam performa kompetitif, seperti Goncalo Ramos, Goncalo Guedes, Diogo Jota, maupun Joao Felix.

Banyak pengamat menilai Martinez perlu menemukan keseimbangan antara menghormati status Ronaldo dan kebutuhan taktis tim di lapangan.

Apalagi Piala Dunia 2026 bisa menjadi turnamen internasional terakhir bagi sang legenda yang telah tampil dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun sejak 2006.

Portugal Harus Segera Berbenah

Hasil imbang melawan RD Kongo menjadi alarm bagi Portugal yang datang ke turnamen sebagai salah satu kandidat kuat juara. Dengan kualitas pemain yang dimiliki, publik menaruh ekspektasi tinggi agar Selecao mampu melangkah jauh.

Namun jika masalah efektivitas serangan tidak segera diatasi, Portugal berisiko kembali kehilangan poin pada laga berikutnya.

Bagi Ronaldo sendiri, tekanan dipastikan semakin besar. Setelah Lionel Messi membuka Piala Dunia 2026 dengan hattrick bersama Argentina, perhatian dunia kini tertuju kepada CR7 untuk membuktikan bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda di level tertinggi.

Pertandingan berikutnya akan menjadi momen penting, bukan hanya bagi Portugal untuk bangkit, tetapi juga bagi Ronaldo untuk menjawab kritik yang semakin keras mengiringi perjalanan terakhirnya di panggung Piala Dunia.

Editor : Mahendra Aditya
#Roberto Martinez #Portugal vs RD Kongo #Statistik Ronaldo #piala dunia 2026 #Cristiano Ronaldo