ARLINGTON – Jude Bellingham menjawab keraguan dengan cara paling meyakinkan. Setelah berbulan-bulan menjadi sasaran kritik akibat performanya yang dianggap menurun bersama Real Madrid, gelandang muda Inggris itu tampil gemilang saat membawa The Three Lions menaklukkan Kroasia 4-2 pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026.
Di hadapan puluhan ribu penonton di Arlington, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB, Bellingham menunjukkan mengapa ia masih dianggap sebagai salah satu talenta terbaik dunia. Tidak hanya mencetak satu gol penting, pemain berusia 22 tahun tersebut juga menjadi motor permainan Inggris dengan distribusi bola, kreativitas, dan intensitas tinggi sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini menempatkan Inggris di puncak klasemen sementara Grup L dengan tiga poin, unggul selisih gol atas Ghana yang pada laga lain mengalahkan Panama 1-0.
Baca Juga: Prediksi Meksiko vs Korsel: Rekor Pertemuan Berpihak ke El Tri, Son Siap Mengancam
Kritik Berubah Jadi Motivasi
Usai pertandingan, Bellingham mengakui dirinya memang datang ke Piala Dunia dengan motivasi ekstra. Kritik yang terus mengiringinya sepanjang musim 2025/2026 menjadi pemicu untuk membuktikan kualitas yang sebenarnya.
Musim lalu bersama Real Madrid memang bukan periode terbaik bagi sang gelandang. Ia hanya mencatatkan delapan gol dan lima assist di berbagai kompetisi. Madrid bahkan gagal meraih satu pun trofi utama untuk musim kedua secara beruntun, membuat banyak pihak mempertanyakan performa dan perannya di tim nasional Inggris.
Namun alih-alih terpuruk, Bellingham menjadikan keraguan tersebut sebagai bahan bakar.
"Saya mungkin memang menyimpan sedikit rasa kesal. Dalam sepak bola, terkadang perasaan seperti itu justru membantu Anda tampil lebih fokus dan lebih lapar untuk membuktikan sesuatu," ungkap Bellingham kepada media setelah pertandingan.
Meski demikian, mantan pemain Borussia Dortmund itu menegaskan dirinya tidak menyimpan kebencian terhadap para pengkritik.
Menurutnya, kritik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang pesepak bola profesional. Bahkan ia mengakui beberapa kritik yang datang kepadanya memang layak diterima berdasarkan performa musim lalu.
"Saya tidak marah kepada siapa pun. Ada kalanya saya memang pantas dikritik. Tapi saya juga ingin mengingatkan orang-orang tentang kemampuan yang saya miliki dan pemain seperti apa saya sebenarnya," lanjutnya.
Inggris Menemukan Kembali Kekuatan Terbaiknya
Penampilan Bellingham menjadi simbol kebangkitan Inggris yang sempat mendapat sorotan sebelum turnamen dimulai. Banyak pengamat mempertanyakan konsistensi skuad asuhan Thomas Tuchel setelah hasil yang tidak selalu meyakinkan dalam beberapa laga persiapan.
Namun saat menghadapi Kroasia, Inggris menunjukkan karakter berbeda. Meski sempat mendapat tekanan dan dua kali kebobolan, mereka tetap mampu menjaga tempo permainan dan memanfaatkan peluang secara efektif.
Harry Kane tampil tajam dengan mencetak dua gol, sementara Marcus Rashford turut menyumbang satu gol. Di lini tengah, Bellingham menjadi penghubung utama antara pertahanan dan serangan, membuat permainan Inggris lebih dinamis.
Statistik menunjukkan Bellingham melepaskan dua tembakan tepat sasaran, mencetak satu gol, serta menciptakan satu peluang emas yang berujung ancaman bagi pertahanan Kroasia.
Tantangan Berikutnya: Ghana
Meski meraih kemenangan meyakinkan, perjalanan Inggris di Grup L masih panjang. Lawan berikutnya adalah Ghana, tim yang juga mengawali turnamen dengan kemenangan setelah menaklukkan Panama lewat gol dramatis pada masa injury time.
Pertandingan melawan Ghana diprediksi menjadi ujian berbeda bagi Inggris. Tim asal Afrika tersebut dikenal memiliki kecepatan, fisik kuat, dan transisi serangan yang berbahaya.
Bellingham diperkirakan kembali menjadi sosok sentral dalam upaya Inggris mengamankan tiket ke fase gugur lebih cepat.
Jika mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Kroasia, bukan tidak mungkin gelandang Real Madrid tersebut akan menjadi salah satu kandidat kuat pemain terbaik turnamen sekaligus membawa Inggris melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Editor : Mahendra Aditya