Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Brasil Dikritik Usai Ditahan Maroko, Kaká Yakin Ancelotti Punya Jurus Bangkitkan Selecao

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 15 Juni 2026 | 17:48 WIB
Carlo Ancelotti mengkritik cara main anak asuhnya saat ditahan imbang Mallorca
Carlo Ancelotti pelatih timnas Brazil.

JAKARTA – Hasil kurang memuaskan yang diraih Brasil pada laga pembuka Piala Dunia 2026 memunculkan gelombang kritik terhadap performa Selecao. Namun, legenda sepak bola Brasil, Kaká, meminta publik tidak terburu-buru menghakimi. Menurutnya, pengalaman dan kapasitas Carlo Ancelotti sebagai pelatih akan menjadi modal penting untuk membawa Brasil bangkit.

Brasil gagal menunjukkan dominasi ketika menghadapi Maroko pada pertandingan pertama Grup C. Permainan yang dinilai belum padu membuat tim lima kali juara dunia itu dipertanyakan kemampuannya untuk melangkah jauh di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Meski demikian, Kaká menilai situasi tersebut bukan alasan untuk meragukan peluang Brasil.

Mantan gelandang serang yang pernah mengantar Brasil menjadi salah satu kekuatan dunia itu mengingatkan bahwa pertandingan pembuka kerap menghadirkan tekanan tersendiri bagi setiap tim besar.

"Itu bukan pertandingan yang bagus, tetapi ada beberapa faktor yang memengaruhinya, seperti ketegangan pada laga pertama dan kualitas Maroko yang memang sangat baik," ujar Kaká dalam wawancara bersama ESPN.

Percaya Penuh pada Pengalaman Carlo Ancelotti

Optimisme Kaká bukan tanpa alasan. Ia termasuk sosok yang paling mengenal Carlo Ancelotti. Saat masih memperkuat AC Milan, Kaká menikmati masa keemasan karier di bawah arahan pelatih asal Italia tersebut.

Dari total ratusan pertandingan yang dijalaninya bersama Ancelotti, Kaká berhasil meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk penghargaan Ballon d'Or yang mengukuhkan namanya sebagai pemain terbaik dunia.

Karena itu, Kaká yakin Ancelotti memiliki kemampuan untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan yang muncul di awal turnamen.

"Brasil memiliki pelatih luar biasa yang mampu menemukan jalan keluar dalam situasi sulit. Ancelotti sudah berkali-kali menghadapi tekanan besar sepanjang kariernya," katanya.

Menurut Kaká, kemampuan membaca pertandingan, pengalaman menghadapi kompetisi elite, serta ketenangan Ancelotti menjadi aset penting bagi Selecao.

Kritik Tak Menghapus Status Brasil sebagai Kandidat Kuat

Penampilan yang belum maksimal memang memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan Brasil. Namun, secara materi pemain, Selecao tetap diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan besar.

Skuad Brasil saat ini dihuni sejumlah pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa. Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda dinilai masih mampu menghadirkan ancaman bagi lawan-lawannya.

Ancelotti sendiri datang dengan reputasi sebagai salah satu pelatih tersukses sepanjang sejarah sepak bola. Ia tercatat sebagai pelatih pertama yang mampu menjuarai lima liga top Eropa serta mengoleksi lima trofi Liga Champions.

Pengalaman tersebut diharapkan mampu mengakhiri penantian panjang Brasil yang terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2002.

Spanyol dan Perancis Dinilai Lebih Layak Jadi Favorit

Menariknya, meski tetap percaya terhadap peluang negaranya, Kaká tidak menempatkan Brasil sebagai kandidat utama juara Piala Dunia 2026.

Menurut dia, dua tim yang saat ini paling layak menyandang status favorit adalah Spanyol dan Perancis.

Perancis dianggap memiliki kestabilan skuad karena sebagian besar pemain inti telah bermain bersama dalam waktu lama. Finalis dua edisi Piala Dunia terakhir itu juga dinilai memiliki kedalaman tim yang luar biasa.

Sementara Spanyol tampil impresif dalam beberapa tahun terakhir. La Roja sukses menjuarai Piala Eropa dan menunjukkan perkembangan signifikan berkat perpaduan pemain senior dengan generasi muda berbakat.

"Favorit saya adalah Spanyol dan Perancis. Perancis memiliki kontinuitas tim yang kuat, sedangkan Spanyol tampil sangat baik dengan kualitas pemain yang mereka miliki," ujar Kaká.

Ia juga menyoroti kehadiran talenta muda seperti Lamine Yamal yang dinilai mampu menjadi pembeda di laga-laga penting.

Belajar dari Kisah Argentina 2022

Kaká turut mengingatkan bahwa hasil pertandingan pertama bukanlah cerminan akhir perjalanan sebuah tim di Piala Dunia.

Ia mencontohkan Argentina pada Piala Dunia 2022. Saat itu, Lionel Messi dan kawan-kawan secara mengejutkan kalah dari Arab Saudi pada laga pembuka. Namun, mereka mampu bangkit dan akhirnya keluar sebagai juara dunia.

Menurutnya, pengalaman Argentina menjadi bukti bahwa tim besar tidak boleh kehilangan kepercayaan diri hanya karena tersandung di awal kompetisi.

"Tidak ada tim yang menjadi juara dunia pada pertandingan pertama. Argentina kalah di laga pembuka, tetapi akhirnya mengangkat trofi," katanya.

Kaká menilai tekanan pada laga perdana memang berbeda dibanding pertandingan berikutnya. Oleh sebab itu, Brasil masih memiliki ruang untuk melakukan evaluasi, memperbaiki kelemahan, dan menemukan ritme permainan terbaiknya.

Jalan Brasil Masih Panjang

Sorotan tajam terhadap Selecao usai laga pembuka memang tidak dapat dihindari. Ekspektasi publik terhadap tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia selalu tinggi.

Namun, dengan kualitas pemain yang dimiliki serta sentuhan Carlo Ancelotti di bangku pelatih, Brasil diyakini masih berpeluang besar melangkah jauh.

Piala Dunia 2026 baru saja dimulai. Bagi Kaká, yang terpenting bukan bagaimana sebuah tim memulai perjalanan, melainkan bagaimana mereka mampu beradaptasi, bangkit dari tekanan, dan mencapai puncak performa ketika fase krusial tiba.

Sebab dalam sepak bola, sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa juara sejati bukanlah tim yang tampil sempurna sejak awal, melainkan mereka yang mampu menemukan jawaban di tengah keraguan.

Editor : Mahendra Aditya
#Timnas Brasil #Brasil vs Maroko #Kaká #piala dunia 2026 #carlo ancelotti