Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jelang Spanyol vs Cape Verde: Misi Pecahkan Rekor Dunia dan Awal Perburuan Gelar Juara Dunia 2026

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 15 Juni 2026 | 17:41 WIB
Lamine Yamal
Lamine Yamal

ATLANTA – Timnas Spanyol tidak hanya mengincar kemenangan saat menghadapi Cape Verde pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026. La Roja juga berada di ambang sejarah. Satu hasil positif akan mengantarkan mereka menjadi tim nasional dengan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam pertandingan resmi level internasional.

Duel Spanyol kontra Cape Verde dijadwalkan berlangsung di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026) pukul 23.00 WIB. Pertandingan ini menjadi langkah awal skuad asuhan Luis de la Fuente dalam upaya merebut gelar juara dunia kedua setelah keberhasilan bersejarah pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Namun, ada misi lain yang tak kalah bergengsi: memecahkan rekor dunia milik Italia.

Ambisi Besar La Roja: Pecahkan Rekor Dunia

Spanyol datang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan status salah satu kandidat kuat juara. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka menjelma menjadi kekuatan dominan sepak bola Eropa.

La Roja sukses menjuarai Piala Eropa, mengangkat trofi UEFA Nations League 2023, serta tampil di tiga final Nations League secara beruntun. Konsistensi tersebut membuat Spanyol kembali disegani setelah sempat mengalami periode sulit.

Piala Dunia 2026 menjadi momentum pembuktian setelah tiga edisi sebelumnya berakhir mengecewakan. Pada 2014, 2018, dan 2022, langkah mereka selalu terhenti sebelum mampu bersaing hingga babak akhir.

Kini, generasi baru Spanyol bertekad menghapus trauma tersebut.

Satu Langkah Lagi Menuju Sejarah

Sejak Luis de la Fuente mengambil alih kursi pelatih pada Maret 2023, Spanyol hanya sekali menelan kekalahan dalam pertandingan resmi.

Kekalahan itu terjadi saat menghadapi Skotlandia dengan skor 0-2 di Glasgow pada laga kedua era kepelatihannya.

Selebihnya, Spanyol tampil luar biasa.

Mereka mencatatkan 31 pertandingan resmi tanpa kekalahan. Menurut perhitungan FIFA, laga yang berakhir lewat adu penalti tetap dihitung sebagai hasil imbang. Artinya, kekalahan melalui tos-tosan di final UEFA Nations League 2025 tidak memutus rekor tersebut.

Catatan itu menyamai rekor dunia yang sebelumnya dipegang Italia.

Jika berhasil menghindari kekalahan melawan Cape Verde, Spanyol resmi menjadi tim nasional dengan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam pertandingan resmi internasional.

Cape Verde Siap Beri Kejutan

Di atas kertas, Spanyol memang lebih diunggulkan.

Cape Verde merupakan debutan di putaran final Piala Dunia dan saat ini berada di peringkat ke-67 ranking FIFA. Mayoritas pemainnya juga belum banyak tampil bersama klub-klub elite Eropa.

Namun, Luis de la Fuente menolak meremehkan lawan.

Menurutnya, sejarah Piala Dunia telah berkali-kali membuktikan bahwa tim yang kurang diunggulkan mampu menciptakan kejutan besar.

"Kami menghormati semua lawan. Tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia. Siapa pun bisa menyulitkan jika tidak dipersiapkan dengan baik," ujar De la Fuente.

Lamine Yamal Belum Fit 100 Persen

Kabar yang cukup menyita perhatian adalah kondisi bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.

Pemain berusia 18 tahun itu sebelumnya mengalami masalah kebugaran. Tim medis Spanyol dan Barcelona terus memantau perkembangannya menjelang laga pembuka.

Luis de la Fuente memastikan Yamal sudah dapat dimainkan. Namun, sang pemain belum berada dalam kondisi ideal untuk tampil penuh selama 90 menit.

"Kami mengikuti rekomendasi tim medis Barcelona dan tim medis kami sendiri. Mereka menyatakan bahwa dia siap bermain tanpa masalah. Namun, dia belum siap untuk bermain selama 90 menit," kata De la Fuente.

Dengan kondisi tersebut, Yamal dipastikan tidak masuk dalam susunan pemain inti saat menghadapi Cape Verde.

Selain Yamal, Nico Williams dan beberapa pemain lain juga berpeluang memulai pertandingan dari bangku cadangan sebagai bagian dari strategi rotasi.

Status Favorit Bukan Jaminan

Banyak pengamat menempatkan Spanyol sebagai salah satu unggulan utama juara Piala Dunia 2026.

Namun, De la Fuente berusaha meredam euforia tersebut.

Menurut pelatih berusia 64 tahun itu, label favorit hanyalah bentuk apresiasi atas konsistensi tim dalam beberapa tahun terakhir dan bukan jaminan meraih trofi.

"Menjadi favorit adalah pengakuan terhadap perjalanan yang telah dilakukan. Tetapi itu tidak menjamin apa pun. Banyak tim memiliki peluang yang sama dan hanya satu yang akan menjadi juara," tegasnya.

Ia menilai Piala Dunia edisi kali ini memiliki lebih banyak kandidat juara dibanding turnamen sebelumnya. Karena itu, Spanyol dituntut tetap rendah hati dan fokus menghadapi setiap pertandingan satu demi satu.

Ujian Pertama Menuju Mimpi Besar

Laga melawan Cape Verde mungkin terlihat sebagai pertandingan yang harus dimenangkan Spanyol.

Namun, lebih dari sekadar tiga poin, pertandingan ini bisa menjadi awal dari perjalanan bersejarah.

Jika mampu menang atau minimal terhindar dari kekalahan, La Roja tidak hanya membuka peluang besar melaju ke fase gugur, tetapi juga mengukir namanya dalam buku rekor sepak bola dunia.

Di Atlanta, Spanyol akan berusaha membuktikan bahwa dominasi mereka di Eropa dapat diterjemahkan menjadi kejayaan di panggung terbesar sepak bola dunia.

Editor : Mahendra Aditya
#Spanyol vs Cape Verde #rekor tak terkalahkan Spanyol #piala dunia 2026 #Lamine yamal #Luis de la Fuente