Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dua Tersangka Ditangkap, Pencurian Peralatan Timnas Inggris Warnai Piala Dunia 2026

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 15 Juni 2026 | 15:45 WIB

 

Kebersamaan Declan Rice dan Gordon di Timnas inggris.
Kebersamaan Declan Rice dan Gordon di Timnas inggris.

KANSAS CITY – Belum sempat menendang bola di laga perdana Piala Dunia 2026, Timnas Inggris sudah lebih dulu menghadapi ujian di luar lapangan. Sejumlah perlengkapan latihan penting milik skuad berjuluk The Three Lions dilaporkan hilang dicuri saat dalam perjalanan menuju markas latihan mereka di Kansas City, Amerika Serikat.

Insiden yang semula dianggap sebagai gangguan kecil itu ternyata menyeret perhatian internasional. Bukan hanya bola latihan yang raib, sejumlah sepatu bot pemain, perlengkapan staf pelatih, hingga atribut tim turut dilaporkan hilang. Kejadian tersebut memaksa Federasi Sepak Bola Inggris (FA) berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat hanya beberapa hari sebelum laga pembuka Piala Dunia.

Di tengah ambisi mengakhiri puasa gelar dunia sejak 1966, persiapan pasukan asuhan Thomas Tuchel justru diwarnai drama yang tak pernah diperkirakan sebelumnya.

Perlengkapan Dicuri Saat Perjalanan dari Florida

Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, pencurian terjadi ketika logistik Timnas Inggris dipindahkan dari pusat pemusatan latihan pra-turnamen di Florida menuju fasilitas latihan mereka di Swope Soccer Village, Kansas City, Missouri.

Peralatan tersebut dikirim lebih dahulu sebelum kedatangan para pemain. Namun saat kendaraan pengangkut tiba di lokasi tujuan, petugas logistik menemukan sejumlah barang penting sudah tidak berada di tempatnya.

Bola resmi turnamen, sepatu bot pemain, perlengkapan latihan, hingga atribut milik staf kepelatihan termasuk dalam daftar barang yang dilaporkan hilang. Bahkan, beberapa laporan menyebut sepatu milik sejumlah pemain bintang ikut terdampak.

Pihak FA membenarkan adanya insiden tersebut, tetapi tidak merinci secara lengkap barang-barang yang hilang karena kasus telah masuk dalam proses penyelidikan kepolisian.

Polisi Bergerak Cepat, Dua Orang Diamankan

Kepolisian Kansas City langsung melakukan investigasi setelah menerima laporan kehilangan dari pihak tim.

Dalam perkembangan terbaru, aparat berhasil mengamankan dua orang yang diduga terkait dengan kasus tersebut. Jaksa setempat kemudian menetapkan keduanya sebagai tersangka dengan dakwaan menerima atau menguasai barang hasil curian.

Nilai perlengkapan yang dicuri diperkirakan mencapai sekitar 18 ribu dolar Amerika Serikat atau setara lebih dari Rp290 juta (kurs sekitar Rp16.200 per dolar AS).

Meski proses hukum masih berjalan, langkah cepat aparat mendapat apresiasi karena sebagian besar barang yang hilang dilaporkan telah berhasil ditemukan kembali.

FA Pastikan Persiapan Tetap Berjalan

Kabar baik datang bagi pendukung Inggris. Sebagian besar perlengkapan latihan yang sebelumnya dinyatakan hilang telah dikembalikan sebelum skuad menjalani agenda latihan penuh.

Dengan demikian, program latihan Thomas Tuchel tetap berlangsung sesuai jadwal.

FA juga memastikan bahwa tidak ada perlengkapan yang bersifat krusial terhadap pertandingan resmi yang terdampak akibat pencurian tersebut.

"Peralatan yang hilang bukan termasuk perlengkapan yang menentukan jalannya pertandingan," demikian laporan sejumlah media Inggris mengutip sumber internal tim.

Gangguan Beruntun Jelang Debut Inggris

Pencurian perlengkapan bukan satu-satunya gangguan yang menghampiri Inggris selama berada di Kansas City.

Beberapa hari setelah tiba, skuad The Three Lions juga sempat menghadapi peringatan cuaca ekstrem berupa ancaman tornado. Seluruh pemain dan ofisial diminta berlindung di area aman setelah sirene darurat dibunyikan akibat angin kencang yang diprediksi mencapai 80 mil per jam atau sekitar 129 kilometer per jam.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak sampai mengubah agenda tim secara signifikan.

Fokus ke Laga Perdana Kontra Kroasia

Inggris dijadwalkan membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia pada laga Grup L di Arlington, Texas.

Setelah itu, Harry Kane dan kawan-kawan masih harus menghadapi Ghana serta Panama dalam perebutan tiket menuju fase gugur.

Di atas kertas, Inggris datang sebagai salah satu kandidat kuat juara. Kombinasi pemain berpengalaman seperti Harry Kane dan John Stones dengan generasi muda berbakat seperti Jude Bellingham membuat ekspektasi publik begitu tinggi.

Namun, insiden pencurian ini menjadi pengingat bahwa tantangan menuju kejayaan tidak hanya datang dari lawan di atas lapangan.

Ujian Mental Sebelum Perang Sesungguhnya

Bagi sebagian tim, kehilangan perlengkapan mungkin hanya gangguan administratif. Namun bagi tim yang mengusung target besar, kejadian sekecil apa pun berpotensi mengusik konsentrasi.

Beruntung, respons cepat pihak berwenang membuat persoalan tersebut tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

Kini, tantangan sesungguhnya bagi Inggris adalah membuktikan bahwa berbagai gangguan di luar lapangan tidak akan menghalangi langkah mereka mengejar mimpi mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam enam dekade terakhir.

Editor : Mahendra Aditya
#perlengkapan Timnas Inggris dicuri #Kansas City #piala dunia 2026 #thomas tuchel #timnas inggris