Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kebobolan Menit 94, Murat Yakin Kecewa Berat: Swiss Kurang Cerdik

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 14 Juni 2026 | 08:36 WIB

 

Momen duel pemain timnas swiss dengan Qatar pada gelaran piala dunia 2026
Momen duel pemain timnas swiss dengan Qatar pada gelaran piala dunia 2026

JAKARTA – Swiss harus menelan pil pahit pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026. Kemenangan yang sudah berada di depan mata sirna dalam hitungan detik setelah Qatar mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time. Pelatih Swiss, Murat Yakin, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas hasil tersebut.

Bertanding di Levi's Stadium, Santa Clara, California, Minggu (14/6/2026) dini hari WIB, Swiss sebenarnya tampil dominan hampir sepanjang pertandingan. Namun, kegagalan memaksimalkan peluang membuat mereka harus puas bermain imbang 1-1.

Bagi Swiss, hasil ini terasa seperti kekalahan. Sebab, mereka sempat mengendalikan permainan, unggul lebih dahulu, dan hanya membutuhkan beberapa menit lagi untuk mengamankan tiga poin penting.

Baca Juga: Qatar Tahan Swiss, Granit Xhaka Tampar Ambisi Tim Sendiri: Kami Belum Layak Bicara Gelar Juara

Unggul Lebih Dulu, Swiss Kehilangan Kemenangan di Detik Akhir

Swiss membuka keunggulan pada babak pertama melalui Breel Embolo. Penyerang berusia 29 tahun itu sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti setelah pelanggaran yang dilakukan pemain Qatar di kotak terlarang.

Gol tersebut membuat Swiss semakin percaya diri. Tim asuhan Murat Yakin mendominasi penguasaan bola, menekan pertahanan lawan, dan menciptakan banyak peluang berbahaya.

Statistik pertandingan menunjukkan Swiss melepaskan total 26 tembakan, sebuah angka yang menggambarkan besarnya dominasi mereka atas Qatar.

Namun, keunggulan tipis 1-0 tidak bertahan hingga akhir.

Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Qatar memanfaatkan salah satu peluang terakhir yang mereka miliki. Berawal dari situasi bola mati, Boualem Khoukhi berhasil menanduk bola ke dalam gawang Swiss pada menit ke-94.

Gol dramatis tersebut mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus memastikan Qatar meraih poin pertama dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.

Murat Yakin: Ini Sangat Menyakitkan

Usai pertandingan, Murat Yakin mengakui hasil tersebut sangat sulit diterima. Menurutnya, Swiss sudah melakukan banyak hal dengan benar, tetapi gagal mendapatkan imbalan yang setimpal karena tidak mampu mengunci kemenangan.

"Ini sangat menyakitkan. Kami tidak mendapatkan ganjaran yang cukup atas usaha yang telah kami lakukan," ujar Yakin.

Pelatih berusia 51 tahun itu menilai masalah utama timnya terletak pada efektivitas di depan gawang lawan. Banyaknya peluang yang tercipta tidak dibarengi dengan ketajaman penyelesaian akhir.

"Kami tidak cukup efisien. Begitulah sepak bola. Jika Anda tidak mencetak gol saat memiliki kesempatan, maka Anda akan kebobolan," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi evaluasi penting bagi Swiss yang sejak awal diprediksi menjadi salah satu tim unggulan untuk lolos dari Grup B.

Baca Juga: Gol Menit 94 Antar Qatar Ukir Sejarah, Lopetegui Bangga dengan Mental Baja Timnya

Qatar Bertahan dengan Disiplin

Murat Yakin juga memberikan apresiasi terhadap penampilan Qatar. Menurutnya, tim besutan Julen Lopetegui menunjukkan kedisiplinan luar biasa dalam bertahan.

Meski terus ditekan, para pemain Qatar tetap fokus menghalau berbagai ancaman yang datang silih berganti.

"Mereka bertahan dengan sangat baik dan terus berhasil menyapu bola dari area berbahaya," kata Yakin.

Menurutnya, keunggulan tipis justru memberi kepercayaan diri bagi Qatar untuk terus bertahan dan menunggu kesempatan.

Saat Swiss gagal menambah gol kedua, lawan semakin yakin bahwa mereka masih memiliki peluang untuk mendapatkan hasil.

"Ketika Anda hanya unggul 1-0, lawan mulai percaya bahwa mereka bisa mendapatkan sesuatu dari pertandingan ini," ujarnya.

Kurang Cerdik di Momen Krusial

Selain persoalan efektivitas, Yakin menyoroti aspek lain yang menurutnya tidak kalah penting, yakni kecerdikan dalam mengelola pertandingan.

Swiss dinilai kehilangan kontrol pada saat-saat krusial. Padahal, tim berpengalaman seharusnya mampu menjaga ritme permainan dan meminimalkan risiko ketika berada dalam posisi unggul.

"Mereka menghukum kami pada saat yang tepat ketika kami sudah tidak bisa bereaksi lagi," kata Yakin.

"Sebenarnya kami mengendalikan pertandingan, tetapi pada akhirnya kami sedikit kurang cerdik," tambahnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Swiss masih memiliki pekerjaan rumah besar apabila ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Prediksi Starting XI Jerman vs Curacao: Musiala-Wirtz Jadi Senjata Utama Nagelsmann

Alarm Dini untuk Swiss

Meski tetap memuncaki klasemen sementara Grup B dengan satu poin, hasil imbang ini menjadi peringatan keras bagi Swiss.

Secara kualitas, Swiss memiliki skuad berpengalaman dengan pemain-pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa. Namun Piala Dunia berkali-kali membuktikan bahwa dominasi tanpa efektivitas tidak akan cukup untuk meraih kemenangan.

Swiss kini dituntut untuk segera berbenah, terutama dalam penyelesaian akhir dan kemampuan menjaga konsentrasi hingga peluit panjang dibunyikan.

Di sisi lain, Qatar mendapatkan suntikan kepercayaan diri yang luar biasa. Poin bersejarah tersebut bisa menjadi momentum kebangkitan mereka untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.

Bagi Murat Yakin, hasil ini bukan sekadar kehilangan dua poin. Ini adalah pengingat bahwa di Piala Dunia, satu kelengahan kecil dapat mengubah kemenangan menjadi penyesalan yang panjang.

Editor : Mahendra Aditya
#hasil Piala Dunia 2026 #Qatar vs Swiss #Boualem Khoukhi #Swiss Piala Dunia 2026 #Murat Yakin