Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Qatar Tahan Swiss, Granit Xhaka Tampar Ambisi Tim Sendiri: Kami Belum Layak Bicara Gelar Juara

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 14 Juni 2026 | 08:28 WIB
Granit Xhaka pemain timnas Swiss
Granit Xhaka pemain timnas Swiss

RADAR KUDUS – Hasil imbang melawan Qatar menjadi tamparan keras bagi Swiss di awal kiprah mereka pada Piala Dunia 2026. Alih-alih membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan, tim berjuluk Nati justru harus puas berbagi poin setelah kebobolan dramatis pada masa injury time.

Kapten Swiss, Granit Xhaka, tak berusaha mencari alasan. Gelandang berusia 33 tahun itu secara terbuka mengakui timnya belum menunjukkan kualitas yang pantas untuk berbicara mengenai peluang menjadi juara dunia.

Swiss ditahan Qatar dengan skor 1-1 pada laga pembuka Grup B yang berlangsung di Levi's Stadium, Santa Clara, California, Minggu (14/6/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut terasa seperti kekalahan bagi Swiss mengingat mereka sempat unggul hampir sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Gol Menit 94 Antar Qatar Ukir Sejarah, Lopetegui Bangga dengan Mental Baja Timnya

Dominan, tetapi Gagal Menuntaskan Laga

Swiss sebenarnya tampil lebih baik sejak awal pertandingan. Mereka menguasai jalannya laga, mendominasi penguasaan bola, dan mampu menciptakan banyak peluang berbahaya ke pertahanan Qatar.

Keunggulan akhirnya datang pada babak pertama melalui Breel Embolo. Penyerang andalan Swiss itu sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti untuk membawa timnya unggul 1-0.

Setelah gol tersebut, Swiss tampak berada di atas angin. Berdasarkan statistik pertandingan, mereka melepaskan total 26 tembakan sepanjang laga, menunjukkan betapa besarnya tekanan yang diberikan kepada Qatar.

Namun dominasi itu gagal dikonversi menjadi gol tambahan.

Swiss beberapa kali memperoleh peluang emas untuk memastikan kemenangan, tetapi buruknya penyelesaian akhir membuat Qatar tetap memiliki harapan hingga menit-menit terakhir.

Petaka datang pada masa tambahan waktu.

Saat laga tampak akan berakhir dengan kemenangan Swiss, Boualem Khoukhi mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan pada menit ke-94. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus memupus harapan Swiss membawa pulang tiga poin.

Xhaka: Kami Kehilangan Kendali

Bagi Granit Xhaka, kegagalan Swiss bukan semata-mata soal kurang beruntung. Menurutnya, tim terlalu terburu-buru mencari gol kedua sehingga kehilangan kontrol permainan.

Kapten Swiss itu menilai para pemain gagal menunjukkan ketenangan dan kedewasaan dalam mengelola pertandingan ketika berada dalam posisi unggul.

"Jika Anda tidak mencetak gol saat memiliki peluang, maka Anda berisiko kebobolan," ujar Xhaka.

"Mungkin kami sedikit kehilangan kesabaran karena berpikir harus segera membuat skor menjadi 2-0."

"Kami seharusnya cukup cerdas dan cukup berpengalaman untuk menyelesaikan pertandingan ketika unggul 1-0. Kami tahu mereka sedang menunggu satu momen, dan pada akhirnya mereka mendapatkannya pada menit ke-94," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi kritik tajam terhadap performa timnya sendiri.

Baca Juga: Prediksi Starting XI Jerman vs Curacao: Musiala-Wirtz Jadi Senjata Utama Nagelsmann

Belum Pantas Bicara Juara Dunia

Lebih jauh, Xhaka meminta seluruh pemain Swiss untuk tidak terjebak dalam euforia atau ekspektasi berlebihan setelah beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif.

Menurut mantan gelandang Arsenal tersebut, hasil melawan Qatar menjadi bukti bahwa Swiss masih memiliki banyak pekerjaan rumah apabila ingin bersaing dengan tim-tim elite dunia.

Ia menyoroti menurunnya kualitas permainan Swiss pada fase akhir pertandingan, sesuatu yang dinilainya tidak boleh terjadi di turnamen sebesar Piala Dunia.

"Pada akhir babak kedua, kami kehilangan ritme permainan. Hal seperti itu tidak boleh terjadi di level tertinggi seperti ini," kata Xhaka.

"Sekarang kami harus kembali berpijak di bumi dan menghadapi kenyataan."

"Kenyataannya, saat ini kami sama sekali belum siap untuk berbicara tentang gelar juara atau membahas apakah ini bisa menjadi Piala Dunia terbaik bagi Swiss," tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap realistis Xhaka sebagai pemimpin tim. Di tengah banyaknya prediksi yang menyebut Swiss berpotensi menjadi kuda hitam, ia memilih fokus memperbaiki kelemahan dibanding memikirkan target yang terlalu jauh.

Baca Juga: Vinicius Selamatkan Brasil dari Kekalahan, Maroko Tahan Tim Samba 1-1 di Piala Dunia 2026

Alarm untuk Swiss

Dalam beberapa tahun terakhir, Swiss memang dikenal sebagai tim yang konsisten tampil di turnamen besar. Mereka rutin lolos ke putaran final Piala Dunia maupun Piala Eropa dan beberapa kali merepotkan negara-negara unggulan.

Namun, mereka kerap gagal melangkah lebih jauh karena kurang mampu menjaga konsistensi dalam pertandingan penting.

Hasil imbang melawan Qatar menjadi pengingat bahwa pengalaman dan kualitas individu saja tidak cukup.

Swiss dituntut lebih efektif memanfaatkan peluang, menjaga konsentrasi hingga peluit akhir, serta memiliki kematangan dalam mengendalikan tempo permainan.

Jika kesalahan serupa kembali terulang, peluang mereka untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026 bisa terancam.

Persaingan Grup B Makin Terbuka

Meski gagal meraih kemenangan, Swiss tetap mengoleksi satu poin yang menjaga peluang mereka untuk lolos ke fase gugur.

Namun hasil ini juga membuat persaingan Grup B semakin ketat. Qatar mendapatkan suntikan moral besar berkat poin bersejarah pertama mereka di Piala Dunia, sementara Swiss harus segera bangkit pada pertandingan berikutnya.

Bagi Granit Xhaka, satu hal kini menjadi prioritas utama: membawa tim kembali membumi.

Sebab sebelum bermimpi mengangkat trofi Piala Dunia, Swiss harus terlebih dahulu membuktikan bahwa mereka mampu menyelesaikan pertandingan yang sebenarnya sudah berada dalam genggaman.

Editor : Mahendra Aditya
#Qatar vs Swiss #Swiss Piala Dunia 2026 #hasil Qatar vs Swiss #Grup B Piala Dunia 2026 #granit xhaka