RADAR KUDUS – Brasil memulai langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil di luar ekspektasi. Digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat juara, Tim Samba justru tersendat pada pertandingan pembuka Grup C setelah ditahan imbang Maroko dengan skor 1-1 di Stadion MetLife, Minggu (14/6/2026) pagi WIB.
Hasil ini menjadi peringatan dini bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti. Meski mendominasi penguasaan bola dan diperkuat sederet pemain bintang, Brasil gagal memaksimalkan peluang untuk mengamankan tiga poin.
Sebaliknya, Maroko kembali menunjukkan bahwa keberhasilan mereka menembus semifinal Piala Dunia 2022 bukanlah kebetulan. Singa Atlas tampil disiplin, percaya diri, dan mampu membuat Brasil frustrasi sepanjang pertandingan.
Sejak menit awal, Maroko bermain tanpa rasa gentar menghadapi lima kali juara dunia tersebut. Bahkan wakil Afrika itu hampir membuka keunggulan pada menit ketujuh melalui Neil El Aynaoui. Namun upayanya masih mampu dipatahkan lini belakang Brasil.
Achraf Hakimi juga sempat mengancam pertahanan Brasil. Bek kanan yang dikenal agresif dalam membantu serangan itu melepaskan percobaan berbahaya, tetapi bola masih melenceng dari sasaran.
Brasil baru mampu keluar dari tekanan pada menit ke-15. Vinicius Junior membangun serangan cepat yang diteruskan Igor Thiago. Sayangnya, penyelesaian akhir penyerang tersebut belum cukup tajam untuk menaklukkan kiper Yassine Bono.
Maroko akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-21. Berawal dari umpan terobosan Brahim Diaz, Ismail Saibari berhasil lolos dari pengawalan sebelum memperdaya Alisson Becker. Gol tersebut membuat pendukung Brasil terdiam dan mengubah jalannya pertandingan.
Tertinggal satu gol, Brasil meningkatkan intensitas serangan. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-32. Vinicius Junior sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan kombinasi apik satu-dua bersama Bruno Guimaraes. Tendangan keras pemain Real Madrid itu gagal diantisipasi Bono dan mengubah skor menjadi 1-1.
Menjelang turun minum, Brasil nyaris membalikkan keadaan. Lucas Paqueta melepaskan tendangan voli keras dari dalam kotak penalti. Namun refleks gemilang Bono kembali menyelamatkan Maroko dari kebobolan.
Memasuki babak kedua, Brasil mencoba mengambil alih kendali pertandingan. Peluang emas datang pada menit ke-52 ketika Igor Thiago memperoleh ruang tembak di depan gawang. Akan tetapi, Bono lagi-lagi tampil heroik dengan melakukan penyelamatan penting.
Melihat timnya kesulitan menembus pertahanan lawan, Carlo Ancelotti melakukan sejumlah pergantian pemain dengan memasukkan Matheus Cunha dan Luiz Henrique demi menambah daya gedor.
Peluang terbaik Brasil berikutnya hadir pada menit ke-78 melalui Raphinha. Winger Barcelona tersebut berhasil melepaskan tembakan dari posisi ideal, tetapi Bono menggunakan kakinya untuk menggagalkan kesempatan emas itu.
Vinicius Junior juga memperoleh peluang di penghujung laga. Namun percobaannya mampu diblok rapat oleh lini pertahanan Maroko yang tampil disiplin sepanjang 90 menit.
Maroko bahkan hampir mencuri kemenangan pada masa akhir pertandingan. Neil El Aynaoui melepaskan tendangan jarak jauh yang sempat membuat pendukung Brasil menahan napas, meski akhirnya gagal mengubah skor.
Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tetap bertahan 1-1.
Hasil ini membuat persaingan Grup C terbuka lebar. Brasil dan Maroko sama-sama mengoleksi satu poin, sementara Haiti dan Skotlandia belum memainkan pertandingan pertama mereka.
Bagi Brasil, hasil imbang ini menjadi alarm bahwa status favorit tidak menjamin perjalanan mulus menuju fase gugur. Sementara bagi Maroko, satu poin dari laga kontra raksasa Amerika Selatan menjadi bukti bahwa mereka kembali layak diperhitungkan sebagai salah satu kuda hitam berbahaya di Piala Dunia 2026.
Susunan Pemain
Brasil: Alisson Becker; Roger Ibanez (Danilo 46'), Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro (Fabinho 46'), Bruno Guimaraes (Danilo Santos 80'), Lucas Paqueta (Luiz Henrique 62'); Raphinha, Vinicius Junior, Igor Thiago (Matheus Cunha 62').
Maroko: Yassine Bono; Noussair Mazraoui (Salah-Eddine 80'), Chadi Riad, Mouhamadou Diop, Achraf Hakimi; Neil El Aynaoui, Bouaddi, Bilal El Khannous (Amaimouni 80'); Azzedine Ounahi (El Mourabet 65'), Ismail Saibari (Rahimi 89'), Brahim Diaz (Talbi 65').
Editor : Mahendra Aditya