RADAR KUDUS - Ketika Piala Dunia 2026 resmi bergulir di Meksiko, sorotan dunia kembali tertuju pada Stadion Azteca. Arena megah di jantung Mexico City itu bukan hanya menjadi lokasi pertandingan pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan, tetapi juga menyimpan warisan sejarah yang sulit ditandingi stadion mana pun di muka bumi.
Di tempat inilah dua nama terbesar dalam sejarah sepak bola dunia mengukir mahakarya yang membuat mereka dikenang lintas generasi: Pele dan Diego Maradona.
Tak berlebihan jika Stadion Azteca disebut sebagai "tanah suci" sepak bola dunia.
Baca Juga: Ceko Akui Grogi di Piala Dunia 2026, Comeback Korea Selatan Jadi Pukulan Telak
Stadion dengan Rekor yang Sulit Disamai
Piala Dunia 2026 menandai babak baru dalam sejarah Azteca. Untuk ketiga kalinya, stadion ini menjadi bagian dari penyelenggaraan turnamen terbesar FIFA, setelah sebelumnya digunakan pada edisi 1970 dan 1986.
Dengan laga Meksiko versus Afrika Selatan pada 12 Juni 2026, Azteca resmi mencatatkan diri sebagai stadion dengan jumlah pertandingan Piala Dunia terbanyak sepanjang sejarah.
Hingga pembukaan Piala Dunia 2026, stadion ini telah menggelar 20 pertandingan Piala Dunia, melampaui seluruh stadion lain yang pernah menjadi tuan rumah.
Keistimewaan itu semakin lengkap karena Azteca menjadi stadion pertama yang digunakan dalam tiga edisi Piala Dunia berbeda.
Baca Juga: 6 Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Pele: Raja Sepak Bola yang Menyempurnakan Takhta
Piala Dunia 1970 menjadi salah satu edisi paling ikonik sepanjang masa. Brasil tampil luar biasa dengan permainan menyerang yang revolusioner.
Dipimpin Edson Arantes do Nascimento atau Pele, Selecao melibas Italia 4-1 di partai final yang berlangsung di Stadion Azteca.
Bagi Pele, kemenangan tersebut bukan sekadar trofi.
Itu adalah gelar Piala Dunia ketiganya setelah sukses pada 1958 dan 1962. Hingga kini, belum ada pemain lain yang mampu menyamai pencapaian tersebut.
Azteca menjadi tempat Pele menyempurnakan statusnya sebagai "O Rei" atau Sang Raja sepak bola.
Dalam berbagai kesempatan, Pele mengaku memiliki hubungan emosional dengan stadion tersebut.
"Ada sesuatu yang sangat istimewa tentang Azteca. Anda harus berada di dalamnya untuk benar-benar memahaminya. Tempat itu unik," ujar Pele dalam wawancara yang dikutip FIFA.
Maradona dan Dua Gol yang Mengubah Sejarah
Enam belas tahun berselang, Azteca kembali menjadi panggung seorang jenius.
Piala Dunia 1986 menghadirkan Diego Armando Maradona dalam performa terbaiknya.
Legenda Argentina itu mengantar Albiceleste menjadi juara dunia setelah mengalahkan Jerman Barat 3-2 di final.
Namun, momen yang paling dikenang justru terjadi pada babak perempat final melawan Inggris.
Dalam pertandingan penuh tensi pasca-Perang Falklands tersebut, Maradona mencetak dua gol paling terkenal dalam sejarah sepak bola.
Gol pertama lahir lewat sentuhan tangan yang kemudian dikenalnya sebagai "Hand of God" atau Tangan Tuhan.
Empat menit kemudian, Maradona menggiring bola melewati lima pemain Inggris sebelum mencetak gol yang kemudian dinobatkan FIFA sebagai "Goal of the Century" atau Gol Abad Ini.
Dua momen yang saling bertolak belakang itu lahir di stadion yang sama: Azteca.
Sejak saat itu, stadion ini seolah menjadi altar tempat para legenda ditahbiskan.
Rumah Sejarah Sepak Bola Dunia
Dibangun pada 1962 dan mulai digunakan pada 1966, Stadion Azteca memiliki kapasitas sekitar 87 ribu penonton setelah mengalami berbagai renovasi menjelang Piala Dunia 2026.
Selain menjadi kandang Timnas Meksiko, stadion ini juga menjadi markas Club America.
Atmosfernya dikenal luar biasa karena berada di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut, menciptakan tantangan tersendiri bagi pemain lawan.
Banyak tim besar dunia pernah merasakan kerasnya bermain di Azteca.
Deretan Fakta Unik Stadion Azteca
Berikut sejumlah fakta menarik yang membuat Azteca berbeda dari stadion lain:
-
Menjadi stadion dengan jumlah pertandingan Piala Dunia terbanyak dalam sejarah, yakni 20 laga hingga Juni 2026.
-
Bersama Stadion Maracana di Brasil, menjadi stadion yang pernah menggelar dua final Piala Dunia.
-
Menjadi satu-satunya stadion yang pernah menjadi tuan rumah empat turnamen FIFA berbeda: Piala Dunia senior, Piala Dunia U-20, Piala Dunia U-17, dan Piala Konfederasi.
-
Menjadi lokasi enam dari sepuluh pertandingan Piala Dunia dengan jumlah penonton terbesar sepanjang sejarah.
-
Memiliki plakat perunggu untuk mengenang "Pertandingan Abad Ini" antara Italia versus Jerman Barat pada semifinal 1970.
-
Memiliki monumen khusus untuk menghormati "Gol Abad Ini" Diego Maradona pada Piala Dunia 1986.
-
Menjadi stadion pertama dalam sejarah yang digunakan pada tiga edisi Piala Dunia berbeda.
Bukan Tuan Rumah Final, Tetapi Tetap Ikonik
Meski menjadi lokasi pembukaan Piala Dunia 2026, Stadion Azteca tidak dipercaya menjadi venue final.
FIFA menetapkan MetLife Stadium di Amerika Serikat sebagai tempat berlangsungnya partai puncak.
Namun keputusan itu tak mengurangi nilai historis Azteca.
Sebab, ketika sejarah sepak bola ditulis, nama stadion ini selalu muncul sebagai panggung lahirnya keabadian.
Di sinilah Pele mengukuhkan diri sebagai raja.
Di sinilah Maradona menjelma menjadi mitos.
Dan kini, Azteca kembali membuka lembaran baru untuk generasi berikutnya yang bermimpi mengukir sejarah serupa di Piala Dunia 2026.
Editor : Mahendra Aditya