RADAR KUDUS - Kembalinya Republik Ceko ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah dua dekade ternyata tidak berjalan mulus. Sempat unggul lebih dulu, tim berjuluk Narodak itu justru harus menelan kekalahan dramatis 1-2 dari Korea Selatan pada laga perdana Grup A Piala Dunia 2026.
Hasil tersebut bukan sekadar kehilangan tiga poin. Bagi Ceko, pertandingan di Estadio Guadalajara, Meksiko, menjadi pengingat bahwa atmosfer Piala Dunia menghadirkan tekanan yang berbeda dibanding kompetisi internasional lainnya.
Baca Juga: Terungkap! Ini Makna Pin 168 Timnas Iran yang Memicu Kemarahan Israel di Piala Dunia 2026
Unggul Lebih Dulu, Ceko Gagal Menjaga Momentum
Dalam pertandingan yang berlangsung Jumat (12/6/2026) pagi WIB, Republik Ceko sempat membuat kejutan ketika kapten tim Ladislav Krejci membuka keunggulan melalui sundulan memanfaatkan situasi bola mati.
Namun dominasi penguasaan bola Korea Selatan perlahan mengubah arah pertandingan.
Skuad Taegeuk Warriors menyamakan kedudukan lewat aksi individu Hwang In-beom pada menit ke-67. Gelandang berpengalaman itu mengecoh dua pemain bertahan sebelum melepaskan penyelesaian akurat.
Ceko sebenarnya sempat kembali menjebol gawang lawan melalui Tomas Soucek. Akan tetapi, gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside setelah melalui pengecekan teknologi pertandingan.
Petaka bagi Ceko datang pada menit ke-80. Umpan silang Hwang In-beom berhasil disambut Oh Hyeon-gyu untuk membawa Korea Selatan berbalik unggul 2-1 sekaligus memastikan kemenangan.
Demam Piala Dunia Setelah 20 Tahun
Kekalahan itu diakui tidak lepas dari faktor mental. Republik Ceko terakhir kali tampil di Piala Dunia pada edisi 2006 di Jerman. Setelah gagal lolos dalam lima edisi berikutnya, generasi baru Ceko akhirnya kembali merasakan atmosfer turnamen empat tahunan tersebut.
Kapten Ladislav Krejci mengakui timnya masih beradaptasi dengan tekanan dan intensitas pertandingan Piala Dunia.
"Kami masih membiasakan diri dengan pendekatan taktik. Ini juga Piala Dunia pertama kami setelah sekian lama, jadi wajar jika ada rasa gugup," ujar Krejci seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Meski demikian, bek sekaligus pemimpin tim itu meminta rekan-rekannya segera bangkit.
"Kunci bagi kami adalah tetap solid saat bertahan dan membuat lawan sesulit mungkin untuk mendekati gawang."
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama Ceko bukan hanya kualitas teknis, tetapi juga kesiapan psikologis menghadapi tekanan turnamen terbesar di dunia.
Baca Juga: Hari Kedua Piala Dunia 2026: AS dan Kanada Siap Beraksi, Drama di Luar Lapangan Ikut Memanas
Kutukan Comeback yang Harus Diputus
Kekalahan dari Korea Selatan memperlihatkan beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi pelatih dan staf kepelatihan Ceko.
1. Konsentrasi Menurun di Babak Kedua
Ceko tampil disiplin pada paruh pertama. Namun intensitas permainan mereka menurun setelah turun minum, sementara Korea Selatan justru meningkatkan tempo serangan.
2. Ketergantungan pada Bola Mati
Gol pembuka lahir dari situasi bola mati. Sepanjang pertandingan, kreativitas serangan terbuka Ceko terlihat terbatas sehingga mudah diantisipasi lawan.
3. Adaptasi terhadap Tekanan Turnamen
Mayoritas pemain Ceko belum pernah merasakan atmosfer Piala Dunia. Situasi ini memengaruhi ketenangan dalam mengambil keputusan pada momen-momen penting.
Korea Selatan Tunjukkan Kedewasaan
Di sisi lain, kemenangan Korea Selatan menjadi bukti kedalaman skuad mereka.
Meski Son Heung-min gagal mencetak gol, pengaruh kapten Tottenham Hotspur itu tetap terasa melalui pergerakan tanpa bola dan kemampuannya membuka ruang bagi rekan setim.
Hwang In-beom tampil sebagai bintang lapangan setelah mencetak satu gol dan satu assist, sedangkan Oh Hyeon-gyu menunjukkan ketajamannya sebagai supersub.
Berdasarkan statistik pertandingan, Korea Selatan unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang berbahaya, sehingga kemenangan mereka dinilai layak.
Peluang Ceko Masih Terbuka
Format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 negara memberikan peluang lebih besar bagi peserta untuk lolos.
Dua tim teratas dari masing-masing 12 grup akan melaju ke fase gugur. Selain itu, delapan peringkat ketiga terbaik juga berhak tampil di babak 32 besar.
Artinya, kekalahan di laga pembuka belum menutup peluang Ceko.
Mereka masih memiliki kesempatan bangkit saat menghadapi Afrika Selatan pada 18 Juni mendatang. Pertandingan itu diprediksi menjadi laga hidup-mati bagi ambisi Ceko untuk menjaga asa melangkah ke fase gugur.
Jika kembali gagal meraih poin, perjalanan mereka di Piala Dunia pertama sejak 2006 berpotensi berakhir lebih cepat.
Alarm Sekaligus Pelajaran
Kembalinya Republik Ceko ke Piala Dunia memang dibuka dengan kekecewaan. Namun pengakuan jujur soal rasa gugup menunjukkan bahwa tim ini menyadari kelemahan yang harus segera diperbaiki.
Pengalaman pahit melawan Korea Selatan dapat menjadi titik balik bagi generasi baru sepak bola Ceko. Sebab di panggung sebesar Piala Dunia, kemampuan teknis saja tidak cukup. Ketenangan, kedewasaan, dan keberanian menghadapi tekanan sering kali menjadi pembeda antara pulang lebih awal atau menciptakan sejarah.
Editor : Mahendra Aditya