Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bangkit dari Tekanan, Korea Selatan Taklukkan Ceko 2-1 dan Kirim Sinyal Bahaya di Piala Dunia 2026

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:42 WIB
Son Heung-min Mandul, Taeguk Warriors Tetap Menang: Korea Selatan Awali Piala Dunia dengan Heroik
Son Heung-min Mandul, Taeguk Warriors Tetap Menang: Korea Selatan Awali Piala Dunia dengan Heroik

ZAPOPAN – Korea Selatan menunjukkan karakter sebagai tim yang pantang menyerah. Sempat tertinggal lebih dulu, wakil Asia itu sukses membalikkan keadaan untuk menundukkan Republik Ceko dengan skor 2-1 pada laga Grup A Piala Dunia 2026, Jumat (12/6) dini hari WIB.

Kemenangan dramatis di Stadion Guadalajara, Zapopan, Meksiko, menjadi modal berharga bagi Taeguk Warriors dalam mengawali perjalanan mereka di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

Bukan sekadar meraih tiga poin, kemenangan ini memperlihatkan bahwa Korea Selatan kini memiliki kedalaman skuad yang lebih matang dan tidak lagi hanya bergantung kepada sosok kapten mereka, Son Heung-min.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Langsung Membara: Banjir Kartu Merah, VAR Diprotes hingga Aturan Water Break Jadi Sorotan

Tertinggal Lebih Dulu, Korea Selatan Menjawab dengan Mental Baja

Sejak peluit awal dibunyikan, Korea Selatan tampil dominan. Dipimpin Son Heung-min di lini depan, mereka menguasai jalannya pertandingan melalui kombinasi umpan pendek, mobilitas tinggi, dan penguasaan bola yang rapi.

Meski menciptakan lebih banyak peluang, penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Son beberapa kali gagal memaksimalkan kesempatan emas, sementara lini belakang Ceko masih mampu meredam gempuran lawan.

Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Penampilan kedua tim yang dinilai kurang menggigit bahkan memicu kekecewaan sebagian penonton. Sorakan bernada ejekan terdengar ketika para pemain meninggalkan lapangan menuju ruang ganti.

Namun, pertandingan berubah drastis selepas turun minum.

Republik Ceko justru mencuri keunggulan lebih dahulu pada menit ke-59. Berawal dari lemparan jauh ke dalam kotak penalti, kapten Ladislav Krejci memenangkan duel udara sebelum menyundul bola ke gawang Korea Selatan.

Gol tersebut membungkam dominasi permainan Korea Selatan dan membuat mereka berada di bawah tekanan.

Hwang In-beom Jadi Arsitek Kebangkitan

Alih-alih panik, Korea Selatan merespons dengan tenang.

Sosok yang kemudian tampil sebagai pembeda adalah gelandang Hwang In-beom.

Pada menit ke-67, pemain berusia 29 tahun itu menyamakan kedudukan melalui aksi individu memukau. Ia mengecoh dua pemain bertahan Ceko dengan gerakan tipu sebelum melepaskan tembakan akurat yang gagal dibendung penjaga gawang lawan.

Momentum pun berbalik.

Korea Selatan semakin percaya diri mengurung pertahanan Ceko demi mencari gol kemenangan.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80.

Hwang kembali menjadi aktor utama setelah mengirim umpan silang terukur dari sisi kanan. Bola disambut sempurna oleh Oh Hyeon-gyu yang sukses menaklukkan kiper Ceko dan mengubah skor menjadi 2-1.

Gol itu memastikan kemenangan comeback Korea Selatan sekaligus mengukuhkan status Hwang sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

Selain mencetak gol penyama kedudukan, ia juga menyumbang assist penentu kemenangan.

Son Heung-min Belum Bersinar, Tapi Korea Selatan Menemukan Pahlawan Baru

Sorotan memang tertuju kepada Son Heung-min yang datang ke Piala Dunia sebagai ikon sepak bola Korea Selatan.

Akan tetapi, laga pembuka kali ini bukan panggung terbaik bagi mantan penyerang Tottenham Hotspur tersebut.

Meski aktif membuka ruang dan menjadi motor serangan, Son gagal mengonversi sejumlah peluang yang didapat.

Di sisi lain, kondisi ini justru memperlihatkan perkembangan positif Korea Selatan.

Jika pada turnamen-turnamen sebelumnya mereka terlalu bergantung kepada Son, kini Taeguk Warriors memiliki lebih banyak opsi untuk menentukan hasil pertandingan.

Hwang In-beom tampil luar biasa dari lini tengah, sementara Oh Hyeon-gyu menunjukkan ketajaman sebagai penyelesai akhir.

Kombinasi tersebut menjadi sinyal bahwa Korea Selatan berpotensi menjadi salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.

Dominasi Statistik Berbuah Tiga Poin

Secara statistik, kemenangan Korea Selatan memang layak didapatkan.

Tim peringkat ke-25 FIFA itu lebih dominan dalam penguasaan bola serta menciptakan peluang lebih banyak dibanding Republik Ceko yang berada di posisi ke-38 dunia.

Ceko lebih mengandalkan permainan fisik dan bola-bola langsung ke depan, termasuk situasi lemparan jauh yang menghasilkan gol pertama mereka.

Sebaliknya, Korea Selatan tampil lebih cair melalui transisi cepat dan kombinasi umpan antarlini.

Keunggulan teknis tersebut akhirnya menjadi pembeda di fase krusial pertandingan.

Ribuan Kursi Kosong Jadi Catatan

Meski menghadirkan drama menarik di atas lapangan, atmosfer pertandingan belum sepenuhnya mencerminkan gegap gempita Piala Dunia.

Panitia mengumumkan jumlah penonton mencapai 44.985 orang dari kapasitas Stadion Guadalajara sebanyak 45.664 kursi.

Namun, sejumlah area tribun terlihat masih menyisakan banyak kursi kosong, terutama di bagian tengah stadion.

Fenomena ini menjadi perhatian tersendiri mengingat Piala Dunia 2026 merupakan edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta dan total 104 pertandingan.

Persaingan Grup A Kian Memanas

Hasil ini membuat Korea Selatan mengoleksi tiga poin dan menempati posisi kedua Grup A, kalah selisih gol dari tuan rumah Meksiko yang sebelumnya menang 2-0 atas Afrika Selatan.

Sementara Republik Ceko harus puas berada di peringkat ketiga tanpa poin, diikuti Afrika Selatan di dasar klasemen.

Pada laga berikutnya yang dijadwalkan berlangsung 18 Juni 2026, Korea Selatan akan menghadapi ujian sesungguhnya melawan Meksiko di Zapopan.

Di pertandingan lain, Republik Ceko akan berusaha menjaga asa lolos saat berjumpa Afrika Selatan di Atlanta.

Dengan format baru Piala Dunia 2026, dua tim teratas dari masing-masing 12 grup otomatis melaju ke babak 32 besar. Delapan tim peringkat ketiga terbaik juga berhak melanjutkan perjalanan ke fase gugur.

Kemenangan dramatis atas Republik Ceko menjadi awal sempurna bagi Korea Selatan. Lebih dari sekadar tiga poin, Taeguk Warriors telah menunjukkan bahwa mereka memiliki mental kuat, kedalaman skuad, serta kemampuan bangkit di tengah tekanan.

Jika mampu mempertahankan konsistensi seperti ini, Korea Selatan bukan tidak mungkin kembali menciptakan kejutan besar di panggung Piala Dunia.

Editor : Mahendra Aditya
#hasil Piala Dunia 2026 #Korea Selatan vs Ceko #Hwang In-beom #Son Heung-min #klasemen Grup A Piala Dunia 2026