Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

FIFA Larang PSIS Daftarkan Pemain Baru, Manajemen Lama Siap Bertanggung Jawab

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 1 Juni 2026 | 17:20 WIB
Suporter PSIS saat mendukung tim kesayangannya.
Suporter PSIS saat mendukung tim kesayangannya.

SEMARANG – Kabar kurang menggembirakan datang dari PSIS Semarang menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026-2027.

Klub kebanggaan Kota Lumpia itu resmi menerima sanksi dari FIFA yang berdampak pada aktivitas transfer pemain mereka dalam beberapa periode ke depan.

Sanksi tersebut berupa larangan melakukan pendaftaran pemain baru selama tiga periode bursa transfer berturut-turut.

Keputusan itu muncul setelah adanya sengketa yang berkaitan dengan pemutusan kontrak pemain asing pada musim sebelumnya serta persoalan kewajiban finansial yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Mantan Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi, menegaskan dirinya tidak akan menghindar dari tanggung jawab atas kasus yang kini berujung pada hukuman dari FIFA tersebut.

Berkaitan dengan Pemutusan Kontrak Pemain Asing

Menurut Yoyok, perkara yang menjadi dasar sanksi FIFA berasal dari keputusan manajemen lama pada tahun 2025 terkait penghentian kerja sama dengan dua pemain asing.

Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut merupakan bagian dari kewajiban yang harus diselesaikan oleh manajemen sebelumnya sesuai kesepakatan yang telah dibuat bersama pengelola klub saat ini.

Karena itu, dirinya memastikan proses penyelesaian akan terus berjalan agar PSIS dapat segera fokus menyiapkan tim menghadapi kompetisi musim baru.

Manajemen Lama dan Baru Bangun Komunikasi

Yoyok mengungkapkan komunikasi antara manajemen lama dan manajemen baru PSIS hingga saat ini berlangsung dengan baik.

Kedua pihak disebut memiliki komitmen yang sama untuk menyelesaikan seluruh kewajiban yang menjadi perhatian FIFA.

Menurutnya, penyelesaian masalah tersebut telah masuk dalam tanggung jawab manajemen lama dan akan menggunakan anggaran klub periode 2024-2025 yang masih tersedia.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyelesaian sehingga sanksi yang dijatuhkan FIFA tidak mengganggu agenda pembangunan tim secara jangka panjang.

Klaim Dana Masih Tersedia

Dalam keterangannya, Yoyok juga menyebut bahwa PSIS masih memiliki piutang yang nilainya lebih besar dibandingkan kewajiban yang harus dibayarkan untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Dana yang masih menjadi hak klub itu diyakini cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban sehingga persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gangguan terhadap operasional klub.

Keberadaan piutang tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat manajemen optimistis kasus ini dapat dituntaskan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Fokus Menatap Kompetisi 2026-2027

Meski tengah menghadapi masalah administratif dan finansial, PSIS tetap berupaya menjaga fokus dalam mempersiapkan tim menghadapi musim kompetisi 2026-2027.

Sanksi larangan registrasi pemain memang menjadi tantangan besar, terutama dalam upaya memperkuat skuad.

Namun manajemen berharap penyelesaian kewajiban kepada pihak-pihak terkait dapat membuka jalan bagi pencabutan sanksi sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA.

PSIS kini berpacu dengan waktu untuk menuntaskan seluruh persoalan agar persiapan tim tidak terganggu dan target klub pada musim mendatang tetap bisa diwujudkan.

Kasus Serupa Pernah Menimpa Klub Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah klub Indonesia juga pernah menghadapi sanksi serupa akibat sengketa kontrak pemain maupun pelatih.

FIFA biasanya menjatuhkan larangan registrasi pemain hingga kewajiban yang diputuskan melalui mekanisme penyelesaian sengketa dipenuhi oleh klub bersangkutan.

Karena itu, penyelesaian kewajiban finansial menjadi langkah paling penting agar PSIS dapat kembali memperoleh hak penuh dalam aktivitas transfer pemain dan menjalani kompetisi tanpa hambatan administratif.

Dengan komitmen yang disampaikan Yoyok Sukawi serta komunikasi yang terjalin antara manajemen lama dan baru, publik sepak bola Semarang kini menunggu realisasi penyelesaian kasus yang menjadi perhatian FIFA tersebut.

Editor : Mahendra Aditya
#PSIS kena sanksi FIFA #Yoyok Sukawi PSIS #Larangan transfer PSIS #Tunggakan gaji PSIS Semarang #FIFA transfer ban Indonesia