Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

De Bruyne Ungkap Penyebab Musim Sulitnya di Napoli, Sindir Taktik Antonio Conte

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 31 Mei 2026 | 14:17 WIB
Kevin de Bruyne
Kevin de Bruyne

RADAR KUDUS - Musim pertama Kevin De Bruyne bersama Napoli ternyata jauh dari ekspektasi.

Gelandang asal Belgia itu secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya kesulitan berkembang di bawah kepemimpinan Antonio Conte dan bahkan mengaku lega setelah sang pelatih meninggalkan klub pada akhir musim.

Didatangkan secara gratis pada musim panas 2025 setelah mengakhiri era gemilangnya bersama Manchester City, De Bruyne diharapkan menjadi motor permainan Napoli.

Namun kenyataannya, pemain berusia 34 tahun tersebut justru menjalani musim yang penuh tantangan, baik karena masalah kebugaran maupun ketidaksesuaian dengan pendekatan taktik yang diterapkan Conte.

Dalam wawancaranya dengan media Belgia, De Bruyne mengakui bahwa perbedaan pandangan soal sepak bola menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya sulit menampilkan performa terbaik.

Menurutnya, filosofi permainan yang diusung Conte sangat berbeda dengan karakter sepak bola yang selama ini ia jalani.

Meski sempat tampil menjanjikan pada awal musim, ia merasa tidak pernah benar-benar mendapatkan peran ideal di lapangan.

De Bruyne menilai dirinya sering dimainkan di posisi yang kurang sesuai dengan kelebihannya sebagai playmaker.

Meski tetap berusaha memberikan kontribusi maksimal setiap kali dipercaya tampil, ia merasa ruang untuk berkreasi sangat terbatas dalam sistem permainan yang terlalu berfokus pada pertahanan.

Sepanjang musim, Napoli lebih banyak mengandalkan pendekatan pragmatis dengan struktur bertahan yang ketat.

Bagi De Bruyne, strategi tersebut membuat tim kehilangan daya ledak di lini serang. Ia menyoroti minimnya produktivitas gol sebagai bukti bahwa pendekatan tersebut belum berjalan optimal.

Cedera hamstring yang beberapa kali kambuh juga memperumit situasinya. Akibat masalah fisik tersebut, De Bruyne hanya tampil dalam 21 pertandingan di seluruh kompetisi.

Meski masih mampu mencatatkan lima gol dan empat assist, statistik itu jauh dari standar tinggi yang biasa ia tunjukkan selama satu dekade membela Manchester City.

Kepergian Antonio Conte pada akhir musim pun disambut positif oleh sang gelandang. Ketika ditanya mengenai perubahan di kursi pelatih, De Bruyne tidak berusaha menyembunyikan perasaannya.

Ia mengaku merasa lebih optimistis dengan peluang Napoli membangun arah baru setelah pergantian pelatih.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara pemain dan pelatih tidak berjalan sepenuhnya harmonis selama bekerja bersama.

Meski demikian, masa depan De Bruyne di Stadion Diego Armando Maradona masih belum sepenuhnya pasti.

Kontraknya masih tersisa satu musim, tetapi ia ingin berdiskusi terlebih dahulu dengan manajemen mengenai proyek dan gaya bermain yang akan diterapkan klub ke depan.

Bagi De Bruyne, faktor taktik kini menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelanjutan kariernya.

Ia menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang menikmati permainan di atas lapangan.

Pengalaman selama musim pertamanya di Napoli membuat mantan bintang Manchester City tersebut lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Ia berharap janji dan rencana yang disampaikan klub ke depan benar-benar diwujudkan agar dirinya dapat kembali menemukan kesenangan bermain yang sempat hilang selama musim lalu.

Editor : Mahendra Aditya
#Antonio Conte #Masa Depan De Bruyne di Napoli #kevin de bruyne #napoli #serie a