RADAR KUDUS - West Ham United akhirnya harus menerima kenyataan pahit turun ke Championship setelah gagal bertahan di Premier League musim 2025/2026.
Meski menutup musim dengan kemenangan 3-0 atas Leeds United, hasil itu tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari degradasi.
Klub asal London tersebut finis di bawah Tottenham Hotspur dengan selisih dua poin. Catatan buruk sepanjang musim membuat banyak pihak mulai mempertanyakan keputusan manajemen, terutama terkait aktivitas transfer pada Januari lalu.
Baca Juga: West Ham Degradasi, Manchester United Langsung Bergerak Kejar Mateus Fernandes
West Ham memang mengalami banyak masalah sejak awal musim, khususnya di sektor pertahanan dan lini depan.
Tim asuhan Nuno Espirito Santo kebobolan 65 gol dalam 38 pertandingan dan menutup musim dengan selisih gol minus 19, salah satu yang terburuk di Premier League.
Menurut laporan The Guardian, West Ham sebenarnya sempat memiliki peluang mendatangkan sejumlah pemain muda potensial pada bursa transfer Januari.
Namun beberapa keputusan klub justru dianggap menjadi kesalahan fatal.
Salah satu nama yang paling disorot adalah Rayan, striker muda asal Brasil yang kini tampil impresif bersama Bournemouth.
West Ham disebut pernah melakukan pembicaraan awal, tetapi memilih tidak melanjutkan transfer sebelum Bournemouth akhirnya merekrut sang pemain dari Vasco da Gama.
Keputusan itu kini menjadi bahan penyesalan besar. Bersama Bournemouth, Rayan tampil tajam dengan kontribusi lima gol dan dua assist hanya dalam setengah musim Premier League.
Tidak hanya itu, West Ham juga gagal memanfaatkan kesempatan meminjam William Osula dari Newcastle United.
Penyerang muda Denmark tersebut justru tampil luar biasa setelah jeda internasional Maret dengan mencetak enam gol dalam delapan pertandingan terakhir.
Performa Osula bahkan menarik perhatian Aston Villa yang kini dikabarkan siap mengajukan tawaran permanen pada musim panas mendatang.
Sementara itu, perekrutan pemain yang dilakukan West Ham justru belum memberi dampak signifikan.
Pablo Felipe yang didatangkan dari Gil Vicente gagal memenuhi ekspektasi setelah belum mampu mencetak gol penting sepanjang musim.
Di lini belakang, West Ham baru bergerak pada hari terakhir bursa transfer Januari dengan meminjam Axel Disasi dari Chelsea F.C..
Namun langkah itu dianggap terlambat untuk memperbaiki rapuhnya pertahanan tim.
Masalah klub juga disebut tidak hanya terjadi di atas lapangan. Laporan The Athletic mengungkap adanya ketegangan internal terkait perlakuan Nuno Espirito Santo terhadap James Ward-Prowse.
Ward-Prowse yang sempat dipinjamkan ke Burnley dilaporkan kehilangan tempat di skuad utama setelah kedatangan Nuno. Bahkan sang gelandang disebut diminta berlatih terpisah sampai ada solusi transfer.
Situasi tersebut membuat sejumlah petinggi klub mulai khawatir terhadap kondisi ruang ganti tim.
Namun manajemen tetap mempertahankan dukungan kepada Nuno karena percaya proyek jangka panjang masih bisa dibangun ulang di Championship.
Kini West Ham menghadapi tantangan besar untuk segera bangkit dan kembali ke Premier League.
Evaluasi kebijakan transfer, stabilitas tim, hingga masa depan beberapa pemain inti diperkirakan akan menjadi fokus utama klub pada musim panas ini.
Editor : Mahendra Aditya