Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sunderland Tumbangkan Chelsea 2-1, Granit Xhaka Antar The Black Cats ke Liga Europa

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 25 Mei 2026 | 08:27 WIB
Transfer Murah, Efek Maksimal: Mengapa Xhaka Kalahkan Ekitike dan Zubimendi
Transfer Murah, Efek Maksimal: Mengapa Xhaka Kalahkan Ekitike dan Zubimendi

RADAR KUDUS - Sunderland menutup musim Premier League 2025/2026 dengan kisah yang nyaris seperti dongeng. Bermain di depan pendukung sendiri di Stadium of Light, The Black Cats sukses menaklukkan Chelsea dengan skor 2-1 sekaligus memastikan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.

Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena Sunderland baru empat tahun lalu masih berkutat di League One. Kini, klub yang dibesut Regis Le Bris justru berhasil finis di posisi tujuh klasemen dan lolos ke Liga Europa setelah melewati musim luar biasa sebagai tim promosi.

Atmosfer stadion sudah membara sejak awal laga. Sunderland tampil penuh percaya diri dan langsung menekan lini pertahanan Chelsea yang terlihat rapuh sepanjang pertandingan.

Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-25 lewat aksi Trai Hume. Bek asal Irlandia Utara itu sukses menyambar assist Luke O’Nien dengan sepakan first time yang gagal diantisipasi Robert Sanchez. Stadion pun langsung meledak merayakan keunggulan Sunderland.

Chelsea sebenarnya mencoba bangkit, namun permainan mereka kembali kehilangan kontrol. Minim disiplin dan buruknya koordinasi lini belakang membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan.

Petaka bagi Chelsea datang di awal babak kedua. Malo Gusto justru mencetak gol bunuh diri yang membuat Sunderland memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Tekanan semakin besar untuk skuad London Barat tersebut.

Cole Palmer sempat memberi harapan lewat gol indah dari luar kotak penalti. Gelandang muda Inggris itu kembali menjadi pemain paling berbahaya Chelsea dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Namun situasi berubah semakin buruk ketika Wesley Fofana menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62. Chelsea pun harus bermain dengan 10 orang di sisa pertandingan dan gagal mengejar ketertinggalan.

Sunderland tampil sangat solid hingga peluit panjang berbunyi. Keberhasilan mereka mengamankan tiga poin membuat klub tersebut melompati Chelsea, Brighton, dan Brentford di klasemen akhir Premier League.

Salah satu sosok paling menonjol di laga ini adalah Granit Xhaka. Mantan gelandang Arsenal tersebut tampil luar biasa sebagai pemimpin lini tengah Sunderland. Distribusi bola, agresivitas, dan ketenangannya menjadi faktor penting kemenangan The Black Cats.

Trai Hume juga tampil impresif dengan satu gol dan kontribusi besar di sisi kanan pertahanan. Sementara Luke O’Nien kembali menunjukkan loyalitasnya sebagai pemain yang ikut membawa Sunderland bangkit dari kasta bawah hingga ke panggung Eropa.

Di sisi Chelsea, hasil ini menjadi penutup pahit musim yang mengecewakan. Klub yang menghabiskan dana besar untuk membangun skuad justru harus finis di posisi 10 dan gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan.

Kekalahan ini juga mempertegas berbagai masalah Chelsea sepanjang musim, mulai dari inkonsistensi, lemahnya pertahanan, hingga buruknya disiplin pemain.

Bagi Sunderland, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah simbol kebangkitan klub yang pernah terpuruk dan kini kembali menjadi salah satu kekuatan baru di sepak bola Inggris.

Rating Pemain Terbaik

Sunderland:
Trai Hume 9
Granit Xhaka 9
Robin Roefs 8
Luke O’Nien 8
Enzo Le Fee 8

Chelsea:
Cole Palmer 8
Pedro Neto 7
Robert Sanchez 7
Wesley Fofana 3

Editor : Mahendra Aditya
#premier league 2026 #Sunderland vs Chelsea #Chelsea gagal ke Eropa #Liga Europa Sunderland #granit xhaka