Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

MLSC Seri 2 Diikuti 1.391, Tumbuhkan Ekosistem Sepak Bola Putri di Tingkat Akar Rumput

Admin • Minggu, 24 Mei 2026 | 11:52 WIB

 

PERKEMBANGANG: Siswi mengikuti turnamen sepak bola putri MLSC Seri 2 di Supersoccer Arena, Kudus.
PERKEMBANGANG: Siswi mengikuti turnamen sepak bola putri MLSC Seri 2 di Supersoccer Arena, Kudus.

 

KUDUS- Sebanyak 1.391 siswi dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan SD di Kudus, Demak, Pati Rembang, dan Jeapara bersaing pada ajang kompetisi sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025-2026. Bergulirnya ajang tersebut bagian dari upaya mengembangkan ekosistem sepak bola putri.

MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 2 2025 – 2026 berlangsung mulai tanggal 19 hingga 24 Mei  2026, berlokasi di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus, Jawa Tengah. Mereka terbagi dalam 66 tim KU 10 dan 64 tim KU 12 yang siap bersaing merebut posisi podium tertinggi.

Pada penyelenggaraan MLSC Kudus Seri 2 2025 - 2026 ini, tim KU 12 SDUT Bumi Kartini Jepara menjadi sorotan usai mencatatkan kemenangan kelima secara beruntun pada seri pertama lalu. Dominasi tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan sepak bola putri usia dini yang mereka miliki.

Persaingan di sektor KU 10 pun tak kalah menarik. Pada dua edisi sebelumnya, SD Muhammadiyah Birrul Walidain mampu melangkah hingga partai final, sementara SD 3 Bulungcangkring sukses merebut gelar kampiun pada MLSC Kudus Seri 1 2025 - 2026. Kondisi ini menunjukkan ada peluang lahirnya kekuatan baru sekaligus menghadirkan persaingan yang semakin kompetitif untuk memperebutkan gelar juara KU 10. 

Head Coach Extra Training MLSC Kudus, Yayat Hidayat optimistis ekosistem sepak bola putri usia dini di Kota Kudus akan terus berkembang dan melahirkan talenta-talenta potensial. Dia melihat kemampuan para putri Kudus sekarang sudah cukup merata dari sisi skil dan teknik. Mereka punya kesempatan berlatih lebih sering.

”Dengan adanya MLSC, sekolah-sekolah dan SSB kini semakin serius membina tim putri. Di KU 10 dan KU 12 juga muncul beberapa pemain baru yang potensial. Standar penilaian kami untuk program talent scouting bukan hanya soal performa saat bertanding, tetapi juga potensi seperti penguasaan teknik dasar, daya juang, agresivitas, inisiatif, dan antusiasme di lapangan,” ungkapnya.

Yayat mengaku optimistis dengan adanya kompetisi sepak bola putri yang berjenjang dan berkelanjutan, Kudus tidak akan kehabisan bibit pemain berbakat.

Salah satu sekolah yang memiliki motivasi tinggi untuk mengikuti turnamen MLSC Kudus Seri 2 2025 - 2026 adalah SDN Karangsono 2 Mranggen. Selain di Kudus, tim sekolah tersebut juga pernah mencatatkan prestasi sebagai runner up KU 12 MLSC Semarang Seri 1 2025 - 2026 dan semifinalis KU 12 MLSC Semarang Seri 2 2025 - 2026.

Meski langkah mereka harus terhenti di babak 16 besar MLSC Kudus Seri 2 2025 -2026, tak menyurutkan semangat para putri Mranggen untuk terus menggeluti dunia sepak bola.

Kepala Sekolah SDN Karangsono 2 Mranggen Khabibi mengatakan keseriusan sekolahnya untuk membina tim sepak bola putri sangat tinggi. Hal ini terlihat dari upaya pihak sekolah untuk menggerakan ekosistem sepak bola putri dalam mengembangkan prestasi di bidang non akademik tersebut.

“Kesempatan untuk berprestasi di dunia sepak bola putri semakin terbuka, kami memanfaatkan peluang tersebut semaksimal mungkin. Semakin banyak mengikuti kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge ini, semangat, skill serta pengalaman bertanding mereka akan semakin banyak,” ungkapnya.  

Selain itu, sekolahnya bisa semakin dikenal dan dapat menjaring banyak murid untuk diajak berprestasi terutama di bidang olahraga sepak bola. Pihak sekolah juga tengah merintis sekolah sepak bola (SSB) Karangsono Woman Academy yang kami tujukan untuk para putri di desa kami sebagai bentuk keseriusan kami mengembangkan talenta di daerah. (gal)

Editor : Admin
#miliklife soccer challenge #sepak bola putri