Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tahan Imbang King Persib 0-0, Benteng Pertahanan Persijap Terlalu Kuat untuk Ditembus

Fikri Thoharudin • Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:43 WIB
KOKOH: Benteng pertahanan Laskar Kalinyamat tak dapat dijebol Persib Bandung, bek Diogo Brito dan kiper M Ardiansyah tampil gemilang.
KOKOH: Benteng pertahanan Laskar Kalinyamat tak dapat dijebol Persib Bandung, bek Diogo Brito dan kiper M Ardiansyah tampil gemilang.

BANDUNG — Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) seakan mendadak senyap, pada beberapa momen penting Sabtu (23/5) petang. 

Ribuan bobotoh yang berharap pesta juara lebih cepat, justru dibuat menahan napas oleh ketangguhan tim tamu, Persijap Jepara.

Persijap Jepara berhasil membuktikan, datang bertandang, bukan sekadar sebagai pelengkap jadwal akhir musim. Namun, Laskar Kalinyamat datang membawa harga diri.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persib Bandung memang mencoba menguasai permainan. 

Namun hingga menit ke-15, ritme permainan Maung Bandung belum benar-benar menemukan bentuknya. 

Persijap tampil disiplin, rapat, dan berani memainkan tempo. Barisan pertahanan yang dikawal Rahmat, Tiri, Diogo Brito, Najeeb Yakubu dan lini tengah seperti Wahyudi Hamisi maupun Borja Martinez, bekerja tanpa lelah.

Sukses membuat peluang-peluang Persib mentah, sebelum benar-benar berbahaya.

Permainan mulai hidup selepas menit ke-18. Persijap mencoba membangun serangan dari belakang, dengan kombinasi-kombinasi pendek khas tiki-taka. 

Akan tetapi, upaya itu berkali-kali kandas di depan kotak penalti. Persijap bermain melebar dan menyempit secara bergantian. Membaca celah kecil, yang muncul dari pergerakan para pemain tuan rumah.

Sang kiper, Muhammad Ardiansyah menjadi sosok paling bersinar di babak pertama, hingga akhir pertandingan. Kiper muda Persijap itu tampil luar biasa di bawah mistar. 

Pada menit ke-33, ia sukses membaca arah bola Adam Alis tanpa terkecoh sedikit pun. Tiga menit berselang, kembali ia menggagalkan peluang emas sang gelandang Persib, lewat penyelamatan refleks yang membuat para pemain Persib frustrasi.

Adam Alis tampak beberapa kali menunduk kecewa. Meraung. Dua peluang terbaiknya gagal berbuah gol. Tambahan waktu dua menit pada babak pertama pun, tak cukup untuk memecahkan kebuntuan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di tengah tekanan bermain di kandang calon juara, Persijap justru terlihat bermain tanpa beban. 

Posisi mereka di klasemen relatif aman dari ancaman degradasi. Namun bagi Mario Lemos, laga ini bukan sekadar formalitas. 

Sang pelatih ingin menunjukkan bahwa Persijap layak dihormati, sebagai tim yang memiliki kualitas dan keberanian bertarung melawan siapa pun.

Persib sendiri datang ke pertandingan dengan tekanan besar. Gelar juara belum benar-benar aman. 

Di saat bersamaan, Borneo FC Samarinda yang berada tepat di bawah mereka, menggila dengan kemenangan telak 7-1 atas Malut United. 

Mariano Peralta Bauer mencetak dua gol cepat pada menit ke-7 dan 11, disusul J. Villa menit ke-12, K. Obieta menit ke-26 dan 57, Muhammad Sihran menit ke-78, serta Kaio pada masa injury time. Malut United hanya mampu membalas, lewat Frets Butuan menit ke-77.

Kemenangan besar Borneo membuat jarak poin nyaris tak bernapas. Persib mengoleksi 79 poin, sementara Borneo juga menyentuh angka yang sama. 

Persib unggul produktivitas dan rekor keseluruhan pertandingan. Realitas itulah yang membuat Persib, bermain dengan tensi tinggi sepanjang babak kedua. Namun Persijap tak gentar sekalipun.

Total poin Persib 79 lebih positif, dengan 24 kali kemenangan, 7 kali seri, tiga kali kalah.

Sedangkan Borneo memiliki poin 79, dengan raihan 25 kemenangan, 4 kali seri, 5 kali kalah

Andrew Jung juga sempat melepaskan tendangan keras yang mengarah ke gawang, tetapi lagi-lagi Muhammad Ardiansyah tampil kokoh. 

Penjaga gawang yang ditempa oleh legenda Korea Selatan Yoo Jae-hoon itu, tampil seperti tembok baja. Ia menjadi alasan utama mengapa Persib gagal mencetak satu gol pun, di hadapan publiknya sendiri.

Tambahan waktu enam menit di babak kedua tidak mengubah keadaan. Persijap sukses membendung Persib Bandung, dengan skor 0-0. 

Hasil itu sekaligus mengulang ketangguhan mereka saat menahan Borneo FC Samarinda tanpa gol pada laga Minggu (17/5).

Laskar Kalinyamat benar-benar memberi pesan keras kepada kompetisi musim depan. 

Meski berstatus tim promosi, Persijap tidak ingin dipandang sekadar numpang lewat. Mereka ingin menjadi penantang serius. Hasil imbang di kandang sang pemuncak klasemen, menjadi bukti paling nyata.

Persijap kini berada di peringkat ke-13 dengan 36 poin, satu tingkat di atas Madura United yang mengoleksi 35 poin. 

Di sisi lain, Persis Solo dipastikan menjadi tim ketiga yang terdegradasi musim ini. Menyusul Semen Padang dan PSBS Biak.

Bagi Persijap Jepara, malam di Bandung bukan sekadar hasil seri. Melainkan pernyataan. Bahwa Laskar Kalinyamat mampu membendung “King Persib” di tengah jalan menuju mahkota juara.(fik)

Editor : Admin
#Persijap Bungkam Persib Bandung #M Ardiansyah #Mario Lemos #BRI Super League #persijap jepara