Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Suporter Persiku Khawatir Isu Perubahan Lisensi Klub, Manajemen Pastikan Tetap Bertahan di Liga 2

Ali Mustofa • Rabu, 20 Mei 2026 | 10:03 WIB
TANDA TANYA: Suporter memberikan dukungan kepada tim Persiku di Stadion Wergu Wetan. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)
TANDA TANYA: Suporter memberikan dukungan kepada tim Persiku di Stadion Wergu Wetan. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)

KUDUS – Kabar mengenai rencana pelepasan saham mayoritas Persiku Kudus oleh manajemen memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter.

Publik sepak bola Kota Kretek mulai resah apabila nantinya terjadi perubahan kepemilikan yang berpotensi berdampak pada identitas dan nama klub.

Ketua SMM Kudus, Krisna Andrian, mengaku telah menerima informasi bahwa mayoritas saham Persiku akan dilepas pada musim mendatang.

Kondisi ini pun menimbulkan berbagai pertanyaan terkait arah masa depan klub kebanggaan masyarakat Kudus tersebut.

Krisna juga menyoroti kemungkinan adanya investor baru yang dapat membawa perubahan besar, termasuk pemindahan lisensi klub.

Ia menyinggung sejumlah kasus serupa yang pernah terjadi di klub lain, seperti Persikas Subang yang kemudian berubah menjadi Sumsel United.

“Kami khawatir kalau saham mayoritas dilepas, jangan sampai Persiku mengalami hal seperti klub lain di Jawa Barat,” ujarnya.

Para suporter berharap calon investor tetap mempertahankan identitas Persiku sebagai klub kebanggaan daerah.

Mereka menegaskan akan terus memberikan dukungan penuh kepada tim di musim mendatang.

Selain itu, suporter juga berharap Persiku tetap bermarkas di wilayah Jawa Tengah.

Salah satu opsi yang disebut memungkinkan adalah Stadion dr. H. Moch. Subroto di Kota Magelang.

“Kami berharap Persiku tidak bermain jauh ke Jawa Barat, karena akan memberatkan biaya dan jarak,” tambahnya.

Menurut mereka, jika pertandingan kandang digelar di luar wilayah Jawa Tengah, maka jarak tempuh akan sangat jauh sehingga mengurangi animo untuk hadir langsung ke stadion.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Persiku, Amirul Fuad Adha, menegaskan bahwa manajemen tetap akan melepas saham mayoritas, namun masih mempertahankan sebagian kepemilikan di bawah 30 persen.

Ia juga memastikan bahwa calon investor nantinya tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan Persiku di kompetisi Liga 2, bahkan membuka peluang untuk promosi ke Liga 1.

“Kami memastikan Persiku tetap di Liga 2, dan kalau bisa naik ke Liga 1 tentu lebih baik,” ujarnya.

Diketahui, keputusan pelepasan saham mayoritas ini didasari evaluasi performa tim dalam dua musim terakhir di Liga 2.

Target awal untuk bersaing di papan atas belum tercapai, karena Persiku beberapa kali harus berjuang di zona bawah klasemen.

Pada musim debutnya, Persiku sempat ditargetkan bersaing di papan atas, namun harus menjalani laga play-off degradasi.

Situasi serupa kembali terjadi pada musim berikutnya sebelum akhirnya berhasil bertahan di Liga 2.

Manajemen juga menyoroti fluktuasi jumlah penonton yang berdampak pada kondisi finansial klub.

Saat jumlah suporter menurun, beban operasional pertandingan harus ditanggung pihak manajemen.

“Antusias penonton memang naik turun, dan itu sangat berpengaruh pada biaya operasional,” pungkasnya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#pelepasan saham #sepak bola #suporter #persiku kudus #kota kretek