RADAR KUDUS - Arsenal semakin dekat dengan trofi Liga Premier 2025/2026 setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Burnley di Emirates Stadium, Selasa dini hari WIB.
Gol tunggal Kai Havertz membawa The Gunners menjaga asa juara dan kini mereka hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar liga.
Laga melawan Burnley memang tidak berjalan mudah bagi pasukan Mikel Arteta.
Meski menghadapi tim yang sudah dipastikan terdegradasi, Arsenal tetap mendapat perlawanan sengit.
Burnley memilih bertahan total dengan blok rendah demi meredam agresivitas tuan rumah.
Sejak menit awal, Arsenal langsung mendominasi penguasaan bola dan terus menggempur pertahanan lawan.
Peluang pertama hadir lewat kombinasi apik Leandro Trossard dan Eberechi Eze pada menit ke-15. Sayangnya, tembakan Trossard hanya membentur tiang gawang.
Bukayo Saka juga beberapa kali menciptakan ancaman dari sisi kanan. Winger timnas Inggris itu hampir membuka keunggulan lewat umpan silang berbahaya yang melintas tipis di depan gawang Burnley.
Kontroversi sempat muncul pada menit ke-34 ketika Saka terjatuh di kotak penalti setelah kontak dengan Lucas Pires.
Para pemain Arsenal meminta hadiah penalti, namun wasit tetap melanjutkan permainan. VAR pun tidak mengubah keputusan tersebut.
Gol yang ditunggu publik Emirates akhirnya lahir menjelang turun minum. Berawal dari sepak pojok Saka, Kai Havertz melompat tinggi dan menyundul bola dengan keras ke gawang Burnley. Gol tersebut menjadi pembeda sekaligus membuat Arsenal unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, pertandingan mulai berjalan lebih terbuka. Burnley sempat mengejutkan tuan rumah melalui dua peluang emas Eberechi Eze dalam waktu singkat. Salah satunya bahkan memaksa kiper Burnley melakukan penyelamatan gemilang sebelum bola membentur mistar.
Ketegangan meningkat ketika Havertz melakukan tekel keras terhadap Lesley Ugochukwu sekitar 20 menit sebelum laga usai.
Banyak pihak menilai pemain asal Jerman itu layak menerima kartu merah. Namun wasit dan VAR memutuskan pelanggaran tersebut belum memenuhi kategori serious foul play.
Arsenal akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Tambahan tiga poin membuat tim London Utara kini berada di ambang juara Liga Premier.
Mereka bisa memastikan gelar jika Manchester City gagal meraih kemenangan saat menghadapi Bournemouth.
Penampilan Pemain Arsenal
Kai Havertz menjadi bintang utama dalam pertandingan ini. Selain mencetak gol kemenangan, ia juga aktif membuka ruang dan merepotkan lini belakang Burnley.
Meski demikian, aksinya nyaris berubah menjadi petaka setelah tekel kerasnya memicu kontroversi.
Bukayo Saka tampil impresif dengan assist matang dari sepak pojok serta kontribusi besar dalam membantu pertahanan. Declan Rice kembali menunjukkan kualitasnya sebagai motor lini tengah dengan sejumlah intersep penting.
Leandro Trossard juga layak mendapat pujian berkat pergerakan dinamis dan ancaman konstan yang ia ciptakan sepanjang laga.
Sementara lini belakang Arsenal tampil cukup solid untuk menjaga clean sheet penting.
Mikel Arteta sendiri mengaku puas dengan hasil pertandingan meski permainan timnya belum sepenuhnya maksimal.
Baginya, kemenangan menjadi hal terpenting dalam fase akhir perebutan gelar.
Kini Arsenal tinggal menunggu hasil pertandingan Manchester City. Jika rival mereka terpeleset, maka pesta juara yang telah lama dinantikan suporter The Gunners akhirnya akan menjadi kenyataan.
Editor : Mahendra Aditya