RADAR KUDUS – Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, berada di ambang momen bersejarah dalam kariernya setelah Lille memastikan tiket ke Liga Champions musim depan, meski harus menutup kompetisi Ligue 1 dengan kekalahan.
Pada laga pekan terakhir yang berlangsung di Decathlon Arena, Senin (18/5), Lille dipaksa menyerah 0-2 dari Auxerre.
Sejak awal pertandingan, tim tuan rumah sebenarnya tampil dominan dan lebih banyak menguasai bola.
Namun efektivitas justru menjadi milik tim tamu yang mampu memanfaatkan peluang secara maksimal.
Dua gol penyerang Auxerre, Lassine Sinayoko, masing-masing pada menit ke-32 dan 90 memastikan kemenangan timnya sekaligus menghindarkan mereka dari ancaman playoff degradasi.
Peran Verdonk dari Bangku Cadangan
Calvin Verdonk tidak tampil sejak menit pertama dalam laga penutup musim tersebut.
Bek berusia 29 tahun itu baru dimasukkan pada awal babak kedua untuk menggantikan Romain Perraud saat Lille tertinggal satu gol.
Meski hanya bermain setengah pertandingan, Verdonk menunjukkan kontribusi cukup solid di lini belakang.
Ia mencatat satu tekel sukses dan dua kali sapuan penting untuk meredam serangan lawan.
Namun dari sisi distribusi bola, performanya belum maksimal. Hanya satu dari dua umpan panjangnya yang akurat, sementara tiga percobaan umpan silang belum menemui sasaran.
Kekalahan yang Tetap Berujung Bahagia
Walau gagal meraih kemenangan di laga terakhir, Lille tetap mengunci posisi ketiga klasemen akhir Ligue 1.
Hasil ini dipastikan setelah pesaing terdekat mereka, Lyon, justru menelan kekalahan telak dari Lens di pertandingan lain.
Dengan koleksi 61 poin, Lille unggul satu angka dari Lyon yang harus puas finis di posisi keempat.
Posisi tiga besar membuat Lille berhak lolos otomatis ke fase utama Liga Champions 2026/2027, sementara Lyon harus melalui babak kualifikasi.
Bagi Calvin Verdonk, keberhasilan ini membuka peluang besar untuk tampil di kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa untuk pertama kalinya sepanjang kariernya.
Musim ini, ia juga sudah merasakan debut di Liga Europa bersama Lille.
Pelatih Akui Musim Luar Biasa
Pelatih Lille, Bruno Genesio, mengaku memiliki perasaan campur aduk setelah pertandingan.
Ia sebenarnya berharap timnya menutup musim dengan kemenangan di depan pendukung sendiri, tetapi tetap mensyukuri pencapaian besar tersebut.
Genesio menyebut finis di posisi ketiga sebagai hasil yang sangat istimewa dan menjadi pencapaian yang akan dikenang dalam perjalanan klub.
Peluang Sejarah untuk Indonesia
Keberhasilan Lille menembus zona Liga Champions menjadi kabar menggembirakan bagi sepak bola Indonesia.
Calvin Verdonk kini berpeluang menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di Liga Champions.
Di antara para pemain diaspora Indonesia yang merumput di Eropa musim ini, hanya Verdonk yang berhasil membawa klubnya menembus kompetisi elite tersebut.
Pemain lainnya masih harus puas berada di kompetisi level di bawahnya atau bahkan absen dari turnamen UEFA musim depan.
Jika kesempatan itu benar-benar terwujud, maka musim depan berpotensi menjadi babak baru dalam sejarah pemain Indonesia di panggung sepak bola Eropa.
Editor : Ali Mustofa