RADAR KUDUS – Kabar mengejutkan datang dari dunia bulu tangkis nasional.
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Pelatnas PBSI setelah memutuskan untuk mundur dari pusat pelatihan nasional tersebut.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh PBSI pada Jumat (15/5/2026) setelah adanya proses komunikasi antara Gregoria dengan jajaran pembinaan prestasi serta pelatih utama tunggal putri Pelatnas Cipayung.
Keputusan tersebut disebut telah melalui pertimbangan bersama sebelum akhirnya disepakati.
Dalam pernyataan resminya, PBSI juga menyampaikan bahwa Gregoria mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan tim pelatih atas dukungan, pengalaman, serta kepercayaan yang diberikan selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas.
Perjalanan Awal Karier Gregoria
Gregoria Mariska Tunjung lahir di Wonogiri, Jawa Tengah, pada 11 Agustus 1999.
Ia merupakan putri dari pasangan Gregorius Maryanto dan Fransiska Romana.
Minatnya terhadap bulu tangkis sudah terlihat sejak usia dini.
Sang ayah mulai membimbing Gregoria sejak duduk di bangku kelas 1 SD sebelum akhirnya bergabung dengan klub AUB Surakarta.
Pada masa sekolah dasar, ia kemudian melanjutkan pembinaan di klub Mutiara Cardinal.
Bakatnya mulai menonjol ketika tampil di berbagai turnamen usia muda, hingga akhirnya mencuri perhatian nasional lewat Sirkuit Nasional 2013.
Pada ajang tersebut, Gregoria tampil dominan dengan meraih lima gelar juara, yang kemudian membuka jalan menuju Pelatnas PBSI Cipayung pada 2014 saat usianya baru 15 tahun.
Menembus Level Dunia
Karier Gregoria terus menanjak setelah bergabung dengan Pelatnas.
Ia semakin dikenal publik setelah menjuarai Kejuaraan Dunia Junior 2017, sebuah pencapaian yang sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia di sektor tunggal putri sejak 1992.
Sejak saat itu, Gregoria yang akrab disapa Jorji mulai dipercaya tampil di level senior dan menjadi salah satu tumpuan utama Indonesia di sektor tunggal putri.
Puncak performanya terjadi ketika ia berhasil menembus peringkat 5 dunia, menjadikannya salah satu tunggal putri terbaik di kancah internasional.
Prestasi bergengsi lainnya datang pada Olimpiade Paris 2024 ketika ia sukses mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia.
Alasan Mundur dari Pelatnas
Meski memiliki perjalanan karier yang gemilang, keputusan mundurnya Gregoria Mariska Tunjung dari Pelatnas tidak lepas dari kondisi kesehatan.
PBSI menyebutkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Gregoria masih mengalami gangguan vertigo yang belum sepenuhnya pulih.
Federasi menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan penuh pertimbangan matang, terutama demi fokus pada pemulihan kondisi fisik dan mental sang atlet.
“PP PBSI memahami keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang. Kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo menjadi alasan utama pengunduran dirinya,” demikian keterangan PBSI.
Perjalanan Belum Tentu Berakhir
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Gregoria akan melanjutkan kariernya sebagai atlet profesional di luar Pelatnas atau memilih beristirahat dari dunia kompetisi.
Namun yang pasti, kiprahnya selama 12 tahun di Pelatnas telah meninggalkan jejak prestasi yang besar bagi bulu tangkis Indonesia, mulai dari level junior hingga panggung Olimpiade.