RADAR KUDUS - Bintang Arsenal, Bukayo Saka, kembali menegaskan ambisinya membawa The Gunners meraih trofi besar musim ini.
Pemain timnas Inggris itu menyebut memenangkan gelar bersama Arsenal akan menjadi pencapaian paling berarti dalam kariernya.
Dalam wawancara eksklusif bersama program Beast Mode On, Saka berbicara panjang mengenai perjalanan kariernya, hubungan dengan Mikel Arteta, hingga perjuangan Arsenal dalam perburuan gelar Premier League dan Liga Champions musim 2025/2026.
“Meraih trofi bersama Arsenal akan berarti segalanya,” ujar Saka.
Pemain berusia 24 tahun tersebut memang memiliki hubungan emosional kuat dengan klub London Utara itu. Saka sudah bergabung dengan akademi Hale End sejak usia tujuh tahun dan tumbuh menjadi salah satu ikon baru Arsenal.
Ia mengaku sejak kecil sudah mencintai Arsenal dan sepak bola menjadi sumber kebahagiaan terbesar dalam hidupnya.
“Saat bola ada di kaki saya, rasanya tidak ada hal lain yang penting,” kata Saka mengenang masa kecilnya.
Debut senior Saka bersama Arsenal terjadi pada November 2018 di era Unai Emery. Saat itu ia tampil melawan Vorskla Poltava di Liga Europa dalam cuaca dingin ekstrem di Ukraina.
Meski sempat gugup, Saka mengaku sangat menikmati momen debut tersebut karena sudah lama menantikan kesempatan bermain di tim utama.
Perjalanan kariernya kemudian berkembang pesat setelah kedatangan Mikel Arteta. Di bawah pelatih asal Spanyol tersebut, Saka menjelma menjadi salah satu winger terbaik dunia.
Saka bahkan menyebut Arteta memiliki pengaruh luar biasa terhadap perkembangan karier dan mentalitasnya.
“Dia punya ide-ide hebat dan sangat memahami saya, termasuk keluarga saya,” ungkap Saka.
Hubungan dekat itu menjadi salah satu alasan utama dirinya memutuskan memperpanjang kontrak bersama Arsenal pada awal tahun ini. Ketika ditanya apakah Arsenal selalu menjadi pilihan utamanya, Saka menjawab tegas.
“Tentu saja,” katanya.
Musim 2025/2026 menjadi salah satu musim paling emosional bagi Arsenal. The Gunners kini berada sangat dekat dengan gelar Premier League pertama sejak 2003 sekaligus masih berpeluang meraih trofi Liga Champions.
Saka memainkan peran vital dalam perjalanan tersebut, termasuk mencetak gol penting di semifinal Liga Champions.
Namun perjalanan Arsenal tidak selalu mulus. Saka mengingat kembali kegagalan mereka dalam perebutan gelar musim 2022/2023 saat kalah bersaing dengan Manchester City.
Menurutnya, pengalaman pahit itu justru membentuk mental skuad Arsenal saat ini.
“Hal besar tidak datang dengan mudah. Kami harus terus berjuang sampai waktunya tiba,” ujar Saka.
Arsenal kini hanya membutuhkan kemenangan dalam dua laga terakhir Premier League melawan Burnley dan Crystal Palace untuk memastikan gelar juara.
Setelah itu, fokus mereka akan tertuju ke final Liga Champions menghadapi PSG di Budapest.
Saka menilai kekompakan skuad menjadi kekuatan utama Arsenal dalam menghadapi tekanan panjang musim ini.
“Kami punya grup yang sangat dekat satu sama lain. Kami memahami bagaimana menghadapi momen sulit bersama,” jelasnya.
Bagi Saka, perjalanan Arsenal saat ini bukan sekadar soal trofi. Lebih dari itu, ini adalah proses panjang pembuktian bagi generasi muda Arsenal yang tumbuh bersama tekanan, kegagalan, dan harapan besar para pendukung The Gunners.
Editor : Mahendra Aditya