RADAR KUDUS - Kepergian Sir Alex Ferguson pada 2013 menjadi titik balik besar bagi Manchester United.
Sejak era emas itu berakhir, Setan Merah kesulitan kembali mendominasi Liga Inggris dan terus berganti pelatih tanpa hasil yang benar-benar stabil.
Meski musim 2025/2026 menunjukkan peningkatan di bawah arahan Michael Carrick, Manchester United tetap belum mampu merebut trofi Premier League. Mereka masih tertinggal dari Arsenal dalam persaingan papan atas klasemen.
Menariknya, sejumlah pemain yang meninggalkan Old Trafford justru menemukan kesuksesan besar bersama klub baru mereka.
Beberapa bahkan berhasil meraih gelar liga dan tampil jauh lebih bersinar dibanding saat membela MU.
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Marcus Rashford. Produk akademi Manchester United itu sempat dipinjamkan ke Aston Villa sebelum akhirnya berlabuh ke Barcelona.
Bersama klub Catalan, Rashford tampil tajam dengan kontribusi gol dan assist penting, termasuk saat membantu Barcelona mengunci gelar La Liga. Masa depannya di Old Trafford kini tampak semakin jauh.
Romelu Lukaku juga menjadi contoh nyata kebangkitan setelah meninggalkan MU.
Striker asal Belgia itu menemukan performa terbaiknya di Italia bersama Inter Milan di bawah Antonio Conte.
Ia sukses membawa Inter meraih Scudetto dan menyabet berbagai penghargaan individu.
Setelah sempat mengalami masa sulit di Chelsea, Lukaku kembali berjaya bersama Napoli dan kembali merasakan gelar Serie A.
Nama lain yang tak kalah menarik adalah Zlatan Ibrahimovic. Meski hanya singgah singkat di Manchester United, striker asal Swedia tersebut tetap mampu membuktikan kualitasnya bersama AC Milan.
Di usia 40 tahun, Zlatan masih berkontribusi penting saat Rossoneri menjuarai Serie A musim 2021/2022.
Paul Pogba juga masuk dalam daftar ini. Setelah meninggalkan MU untuk kedua kalinya, perjalanan kariernya memang tak selalu mulus.
Namun, pada periode pertamanya bersama Juventus, Pogba berhasil memenangkan beberapa gelar Serie A secara beruntun dan berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia sebelum dipulangkan MU dengan harga fantastis.
Sementara itu, Scott McTominay menjadi kisah sukses terbaru. Gelandang asal Skotlandia itu hengkang ke Napoli dan langsung tampil impresif.
Bermain lebih ofensif, McTominay membantu Napoli menjuarai Serie A lewat kontribusi gol dan assist yang konsisten. Penampilannya bahkan membuatnya meraih penghargaan pemain terbaik liga.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan besar di Manchester United tak selalu cocok untuk semua pemain.
Beberapa justru mampu berkembang setelah meninggalkan Old Trafford dan menemukan sistem permainan yang lebih sesuai dengan karakter mereka.
Editor : Mahendra Aditya