Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rekor Tak Terkalahkan Terhenti, EPA Persiku Kudus Tumbang 1-3 dari Adhyaksa FC Banten, Tetap Melangkah ke Partai Puncak

Ali Mustofa • Kamis, 14 Mei 2026 | 11:53 WIB
MAKSIMALKAN: Striker EPA Persiku Bagus Pradana tampil di ajang EPA Pegadian Championship U-19. (EPA PERSIKU UNTUK RADAR KUDUS)
MAKSIMALKAN: Striker EPA Persiku Bagus Pradana tampil di ajang EPA Pegadian Championship U-19. (EPA PERSIKU UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS – Laju tak terkalahkan EPA Persiku di ajang EPA Championship U-19 akhirnya terhenti pada pertandingan terakhir babak delapan besar.

Tim muda Macan Muria harus mengakui keunggulan EPA Adhyaksa FC Banten dengan skor 1-3.

Adhyaksa langsung menekan sejak awal laga.

M. Dwi Rafi menjadi bintang di babak pertama setelah mencetak dua gol pada menit ke-12 dan 44, membuat Persiku tertinggal 0-2 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persiku berusaha bangkit. Gol balasan akhirnya tercipta lewat Alfa Fauzi pada menit ke-80 yang sempat membuka harapan dengan mengubah skor menjadi 1-2.

Namun, di penghujung pertandingan, M. Akhadi Satriaji memastikan kemenangan Adhyaksa lewat gol menit ke-90 sekaligus menutup laga dengan skor 1-3.

Walau menelan kekalahan, Persiku tetap mengakhiri babak delapan besar sebagai pemuncak klasemen Grup Y dengan koleksi enam poin.

Adhyaksa menyusul di posisi kedua dengan lima poin, diikuti PSS Sleman empat poin dan Persipura Jayapura satu poin.

Hasil ini tidak memengaruhi langkah Persiku ke partai final.

Sebelumnya, mereka sukses meraih dua kemenangan penting, yakni 4-3 atas Persipura dan 4-2 saat menghadapi PSS Sleman.

Pelatih Yulian Syahreva mengungkapkan bahwa pada laga ini timnya memang melakukan rotasi besar.

Beberapa pemain kunci seperti striker tajam Bagas Pratama yang sudah mengemas delapan gol, gelandang Maulana Aldiansyah, serta kiper utama Andika Wijaya sengaja diistirahatkan.

Pos penjaga gawang pun dipercayakan kepada Fadil Rizky.

Menurutnya, keputusan rotasi diambil agar seluruh pemain mendapatkan kesempatan bermain sekaligus menjaga kondisi fisik tim jelang final.

Ia menegaskan kekalahan tersebut tidak menjadi masalah karena target lolos ke final sudah tercapai.

Dengan strategi rotasi tersebut, diharapkan skuad muda Persiku tetap dalam kondisi terbaik saat menghadapi laga puncak. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#epa persiku #epa championship #tim muda macan muria #EPA Adhyaksa FC Banten