RADAR KUDUS – Persijap Jepara akhirnya memastikan langkah aman di BRI Super League 2025/2026 setelah sukses meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Persita Tangerang di Banten International Stadium, Minggu (10/5).
Hasil positif tersebut membawa Laskar Kalinyamat mengoleksi 34 poin dan naik ke posisi ke-13 klasemen sementara.
Dengan menyisakan dua laga terakhir, capaian itu sudah cukup untuk memastikan mereka terhindar dari ancaman degradasi musim ini.
Secara matematis, Persijap masih mungkin disamai oleh Persis Solo yang berada di peringkat ke-16 atau zona merah apabila mampu menyapu bersih sisa pertandingan.
Namun, Persijap tetap berada di posisi aman karena unggul head to head atas pesaingnya tersebut.
Keberhasilan bertahan di kasta tertinggi ini menjadi pencapaian penting bagi Persijap, yang sepanjang musim harus berjibaku di papan bawah.
Tekanan demi tekanan yang datang justru berhasil mereka lewati berkat peningkatan performa di fase-fase krusial kompetisi.
Salah satu sorotan utama dalam laga kontra Persita adalah penampilan Dicky Kurniawan.
Ia tampil gemilang dan bahkan dinobatkan sebagai Player of The Match setelah membuka keunggulan sekaligus menjadi motor serangan tim.
Usai laga, Dicky menyampaikan rasa syukurnya atas hasil yang diraih timnya.
Menurutnya, keberhasilan Persijap lepas dari ancaman degradasi tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen tim.
“Alhamdulillah kita diberi kemenangan dan akhirnya bisa memastikan lolos dari degradasi,” ujar Dicky seperti dikutip dari ileague.id.
Ia menambahkan bahwa kunci kebangkitan Persijap adalah kekompakan dan solidaritas antarpemain yang terus terjaga meski berada dalam situasi sulit sepanjang musim.
“Kuncinya kekompakan dan kebersamaan. Kami saling mendukung dan menjalankan instruksi pelatih dengan baik,” lanjutnya.
Dalam pertandingan tersebut, Dicky mencetak gol pembuka pada menit ke-25 melalui penyelesaian tenang yang tidak mampu diantisipasi lini belakang Persita.
Gol tersebut membuat permainan Persijap semakin percaya diri.
Memasuki babak kedua, dominasi Laskar Kalinyamat semakin terlihat.
Sudi Abdillah menambah keunggulan pada menit ke-74 lewat sundulan yang memanfaatkan posisi kiper lawan yang terlalu maju.
Dua menit berselang, Carlos Franca menutup pesta gol Persijap dengan aksi cepat yang memastikan kemenangan telak 3-0 hingga laga usai.
Hasil tersebut menjadi titik balik penting bagi Persijap setelah sempat lama berkutat di zona bawah klasemen.
Sebelumnya, banyak pihak memprediksi mereka akan kesulitan bertahan di Liga 1, terlebih harus menghadapi lawan-lawan berat di sisa musim.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.
Persijap justru menunjukkan peningkatan performa signifikan di momen-momen krusial dan berhasil keluar dari tekanan degradasi lebih cepat dari perkiraan.
Kini, situasi berbalik. Dua calon juara, Borneo FC dan Persib Bandung, justru berpotensi menghadapi tekanan saat berhadapan dengan Persijap di sisa kompetisi.
Dengan status yang sudah aman, Persijap dapat bermain tanpa beban, sesuatu yang justru bisa membuat mereka lebih berbahaya di lapangan.
Dalam situasi seperti ini, tim yang tidak lagi terbebani sering kali mampu tampil lebih lepas dan mengejutkan.
Sebaliknya, tim papan atas yang sedang mengejar gelar harus menghadapi tekanan besar karena setiap kehilangan poin bisa berdampak langsung pada peluang juara.
Momentum kemenangan atas Persita menjadi sinyal bahwa Persijap sedang berada dalam tren positif, baik dari segi permainan maupun mental bertanding.
Bagi Borneo FC dan Persib Bandung, menghadapi Persijap kini bukan sekadar duel formalitas melawan tim papan bawah, melainkan ujian mental melawan tim yang tengah percaya diri.
Persijap memang sudah memastikan diri aman dari degradasi, tetapi perjalanan mereka belum sepenuhnya selesai.
Di penghujung musim ini, Laskar Kalinyamat justru bisa menjadi penentu arah perebutan gelar juara Liga 1.
Editor : Ali Mustofa