Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Barcelona, Lamine Yamal Dapat Peringatan dari Flick

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:30 WIB
Pelatih Barcelona, Hansi Flick
Pelatih Barcelona, Hansi Flick

RADAR KUDUS - Perayaan gelar Barcelona berubah menjadi sorotan setelah Lamine Yamal terlihat mengibarkan bendera Palestina dalam parade juara LaLiga dan Piala Super Spanyol. Aksi pemain muda tersebut langsung menarik perhatian publik dan memunculkan berbagai reaksi.

Parade kemenangan Barcelona berlangsung keliling kota pada Senin (11/5) waktu setempat. Dalam momen tersebut, Yamal tampak berdiri di atas bus tim sambil memegang bendera Palestina yang berkibar di tengah perayaan bersama para suporter.

Tindakan pemain berusia 18 tahun itu segera menjadi perbincangan luas, mengingat isu Palestina merupakan topik yang sangat sensitif dalam dunia sepak bola internasional, khususnya di Eropa.

Baca Juga: Cody Gakpo Terancam? Liverpool Serius Incar Winger Kreatif Monaco Maghnes Akliouche

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, akhirnya memberikan tanggapan terkait aksi anak asuhnya tersebut. Ia mengaku pribadi kurang menyukai keterlibatan pemain dalam isu-isu sensitif di luar sepak bola.

Meski demikian, Flick menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hak pribadi Yamal sebagai individu dewasa.

“Saya sebenarnya tidak terlalu menyukai hal-hal seperti itu. Saya sudah berbicara dengannya dan mengatakan bahwa jika dia ingin melakukannya, maka itu adalah keputusannya sendiri,” ujar Flick seperti dikutip dari Marca.

Pelatih asal Jerman itu juga mengingatkan bahwa sebagai figur publik dan pemain sepak bola profesional, para pemain perlu memahami ekspektasi masyarakat terhadap mereka.

Baca Juga: Newcastle United Terdepan Dapatkan Gelandang Monaco Lamine Camara Rp820 Miliar, Saingi Liverpool dan MU

“Kami berada di dunia sepak bola dan harus memikirkan apa yang diharapkan orang-orang dari kami,” lanjutnya.

Aksi Yamal kembali membuka perdebatan panjang soal hubungan sepak bola dengan isu politik dan kemanusiaan. Dalam beberapa tahun terakhir, dukungan terhadap Palestina memang kerap memunculkan kontroversi di dunia olahraga Eropa.

Sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan bahwa dukungan terbuka terhadap Palestina dapat memicu konsekuensi besar bagi pelaku sepak bola. Salah satu contohnya adalah Anwar El Ghazi yang sempat diputus kontraknya oleh klub Bundesliga, Mainz 05, setelah menyuarakan dukungan terhadap Palestina pada 2023.

Kasus tersebut kemudian berlanjut ke jalur hukum hingga El Ghazi memenangkan gugatan terhadap mantan klubnya.

Di Inggris, Arsenal juga sempat menjadi sorotan setelah memecat staf perlengkapan tim, Mark Bonnick, yang telah bekerja lebih dari dua dekade. Pemecatan itu terjadi setelah unggahan media sosial yang menunjukkan dukungannya terhadap Palestina.

Situasi tersebut memperlihatkan betapa sensitifnya isu politik dan kemanusiaan dalam lingkungan sepak bola modern. Klub dan pemain sering berada dalam posisi sulit antara kebebasan berekspresi dan citra profesional olahraga.

Bagi Lamine Yamal sendiri, aksi itu semakin menambah sorotan terhadap dirinya yang kini menjadi salah satu bintang muda paling terkenal di dunia sepak bola. Selain kemampuan di lapangan, setiap tindakannya di luar pertandingan kini juga mulai mendapat perhatian besar dari media dan publik internasional.

Editor : Mahendra Aditya
#bendera Palestina #berita Barcelona terbaru #Hansi Flick #Lamine yamal #barcelona