Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dari Kota Ukir ke Panggung Tertinggi: Sejarah Panjang Persijap Jepara Hingga Bertahan di Liga 1 2026

Admin • Selasa, 12 Mei 2026 | 12:30 WIB
Sejarah Panjang Persijap
Sejarah Panjang Persijap

Jepara bukan hanya dikenal sebagai kota ukir dan pusat industri mebel terbesar di Indonesia. Dari kota pesisir di utara Jawa Tengah itu, lahir sebuah klub sepak bola penuh sejarah dan perjuangan bernama Persijap Jepara. Klub berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jepara sejak didirikan pada 11 April 1954.

Perjalanan Persijap bukan kisah tentang kemewahan atau dominasi trofi. Sebaliknya, sejarah mereka dipenuhi jatuh bangun, degradasi, kebangkitan, hingga perjuangan panjang kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Pada era awal berdiri, Persijap tumbuh dari semangat masyarakat Jepara yang telah mencintai sepak bola sejak zaman kolonial. Klub-klub lokal seperti Yapara Voetbal Bond menjadi cikal bakal berkembangnya sepak bola di daerah tersebut sebelum akhirnya Persijap resmi dibentuk oleh Bupati Jepara saat itu, Sahlan Ridwan.

Nama Persijap mulai dikenal secara nasional ketika mampu menembus Divisi Utama Liga Indonesia pada awal 2000-an. Di bawah pelatih Rudy William Keltjes, Persijap tampil sebagai kekuatan baru dari Pantura Jawa. Klub ini bahkan beberapa kali membuat kejutan dengan mengalahkan tim-tim besar seperti PSIS Semarang, PSM Makassar, hingga Persipura Jayapura.

Tak hanya di level senior, Persijap juga memiliki sejarah kuat dalam pembinaan usia muda. Klub asal Jepara ini tercatat tiga kali menjuarai Piala Soeratin, membuktikan bahwa mereka memiliki tradisi sepak bola yang kuat.

Namun kejayaan itu perlahan meredup. Tahun 2014 menjadi salah satu masa tergelap dalam sejarah Persijap setelah mereka terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Setelah turun kasta, Persijap bahkan sempat terjerumus hingga Liga 3. Krisis finansial, minimnya dukungan sponsor, dan ketidakstabilan kompetisi membuat klub kebanggaan warga Jepara itu nyaris tenggelam dari perhatian publik.

Meski demikian, satu hal yang tidak pernah hilang adalah loyalitas suporternya. Banaspati dan Jetmania terus memenuhi tribun Stadion Gelora Bumi Kartini dalam kondisi apa pun. Dukungan itulah yang menjadi bahan bakar kebangkitan Persijap.

Momentum kebangkitan akhirnya datang pada musim Liga 2 2024/2025. Persijap tampil penuh semangat di babak 8 besar dan berhasil merebut tiket promosi terakhir setelah mengalahkan PSPS Pekanbaru 1-0 lewat gol Leo Lelis dalam laga playoff promosi. Kemenangan itu mengakhiri penantian panjang Persijap untuk kembali ke Liga 1 setelah lebih dari satu dekade absen.

Promosi tersebut menjadi momen emosional bagi masyarakat Jepara. Stadion Gelora Bumi Kartini bergemuruh. Tangis haru pecah di tribun. Persijap akhirnya kembali pulang ke tempat yang pernah mereka tinggalkan: kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Memasuki Liga 1 musim 2025/2026, banyak pihak meragukan Persijap. Sebagai tim promosi, mereka dianggap hanya akan menjadi penghuni papan bawah dan kandidat degradasi. Namun semangat khas Pantura kembali berbicara.

Dengan kombinasi pemain muda, pemain berpengalaman, dan dukungan penuh suporter, Persijap mampu memberikan kejutan sepanjang musim. Mereka memang tidak bersaing di papan atas, tetapi berhasil mencuri poin penting dari tim-tim besar di kandang maupun tandang.

Perjuangan bertahan hidup mencapai puncaknya pada pekan-pekan terakhir Liga 1 2026. Persijap harus bersaing ketat menghindari zona merah. Dalam laga penentuan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Laskar Kalinyamat tampil penuh determinasi dan berhasil mengamankan kemenangan penting yang memastikan mereka lolos dari degradasi.

Keberhasilan bertahan di Liga 1 menjadi simbol bahwa Persijap bukan sekadar tim promosi musiman. Mereka adalah klub dengan sejarah panjang, identitas kuat, dan mental pejuang khas masyarakat Jepara.

Dari kota ukir, Persijap mengukir sejarah baru.

Dan bagi warga Jepara, bertahan di Liga 1 2026 terasa seperti sebuah gelar juara.

 

Editor : Admin
#Ratu Kalinyamat #persijap #pssi