RADAR KUDUS - Performa impresif Joao Palhinha bersama Tottenham Hotspur F.C. dalam beberapa pekan terakhir mulai memunculkan perdebatan soal peluangnya menjadi starter utama timnas Portugal di Piala Dunia 2026.
Gelandang bertahan berusia 30 tahun tersebut tampil menonjol setelah membantu Tottenham meraih kemenangan penting di Liga Inggris. Palhinha mencetak gol penentu kemenangan saat menghadapi Wolverhampton Wanderers F.C. dan membawa Spurs meraih kemenangan Premier League pertama mereka sejak Desember.
Baca Juga: Kontrak Mandek, Vinicius Junior Mulai Didekati Manchester City
Tak berhenti di situ, Palhinha kembali tampil solid ketika Tottenham menghadapi Aston Villa F.C.. Penampilannya di lini tengah menjadi fondasi penting yang membantu tim meraih kemenangan krusial dalam persaingan bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris.
Kebangkitan Palhinha disebut tidak lepas dari keputusan pelatih anyar Tottenham, Roberto De Zerbi, yang mulai menerapkan pendekatan lebih pragmatis di sektor tengah.
Sebelumnya, De Zerbi sempat mencoba kombinasi pemain muda seperti Archie Gray dan Lucas Bergvall bersama Conor Gallagher saat menghadapi Sunderland A.F.C.. Namun strategi tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
Dominasi Granit Xhaka di lini tengah Sunderland serta cedera yang dialami Archie Gray membuat De Zerbi mulai mengubah pendekatan taktiknya.
Baca Juga: Bayern Munich Mulai Dekati Anthony Gordon, Newcastle Pasang Harga Tinggi
Saat menghadapi Aston Villa, Palhinha dipasangkan bersama Rodrigo Bentancur di lini tengah, sementara Gallagher bermain lebih menyerang. Kombinasi itu dinilai sukses memberikan keseimbangan bagi permainan Spurs.
Palhinha dan Bentancur mampu bekerja lebih efektif dibanding trio lini tengah Aston Villa yang dihuni Ross Barkley, Lamare Bogarde, dan Youri Tielemans.
Performa apik Palhinha kini juga mulai berdampak terhadap peluangnya di timnas Portugal. Gelandang bertahan itu kembali disebut layak menjadi pilihan utama pelatih Roberto Martinez untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Selama ini, Roberto Martinez dikenal lebih menyukai gelandang bertipe teknis dibanding pemain dengan karakter pekerja keras seperti Palhinha. Filosofi tersebut membuat Ruben Neves sering mendapat keuntungan dalam persaingan di lini tengah Portugal.
Namun, banyak pihak mulai menilai Palhinha justru lebih cocok menjadi jangkar permainan Portugal, terutama saat menghadapi lawan-lawan besar di turnamen internasional.
Kemampuan Palhinha dalam merebut bola, menjaga keseimbangan tim, dan memenangkan duel fisik dianggap dapat memberikan perlindungan lebih baik untuk lini pertahanan Portugal.
Situasi tersebut semakin penting karena Portugal masih mengandalkan Cristiano Ronaldo di lini depan. Kehadiran Ronaldo yang lebih fokus menyerang membuat Portugal membutuhkan gelandang bertahan kuat untuk menjaga stabilitas permainan.
Di sisi lain, Ruben Neves kini bermain di Liga Arab Saudi yang dinilai memiliki tingkat persaingan lebih rendah dibanding Premier League. Sementara Palhinha tetap tampil kompetitif di salah satu liga paling ketat di dunia bersama Tottenham.
Keputusan Roberto Martinez dalam memilih komposisi lini tengah Portugal diprediksi akan sangat menentukan peluang Seleccao das Quinas di Piala Dunia 2026. Jika terus tampil konsisten hingga akhir musim, Joao Palhinha berpotensi menjadi salah satu pemain penting Portugal dalam perburuan gelar juara dunia pertama mereka.
Editor : Mahendra Aditya