Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kasus Rasis pada Vinicius Junior Berujung Sanksi FIFA untuk Gianluca Prestianni, Dipastikan Absen di Awal Piala Dunia 2026

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:57 WIB
Gianluca Prestianni
Gianluca Prestianni

RADAR KUDUS - FIFA resmi memperluas sanksi terhadap pemain muda Gianluca Prestianni sehingga hukuman tersebut kini berlaku secara global. Keputusan ini membuat winger milik SL Benfica itu dipastikan absen dalam dua pertandingan awal 2026 FIFA World Cup jika masuk skuad Argentina national football team.

Sanksi tersebut merupakan tindak lanjut dari hukuman yang sebelumnya dijatuhkan UEFA terkait insiden kontroversial dalam laga Liga Champions pada Februari lalu.

Prestianni diketahui terlibat konfrontasi dengan bintang Real Madrid, Vinícius Júnior. Dalam penyelidikan UEFA, pemain berusia 20 tahun itu mengakui telah menggunakan ucapan bernada homofobik saat adu argumen di lapangan.

Baca Juga: Bayern Tersingkir! PSG Tampil Superior dan Siap Hadapi Arsenal di Budapest

Awalnya, Vinicius sempat menuduh adanya unsur pelecehan rasial dalam insiden tersebut. Namun tuduhan itu dibantah keras oleh Prestianni. Setelah melakukan investigasi, UEFA akhirnya memutuskan hukuman berdasarkan pelanggaran penggunaan bahasa diskriminatif bernuansa homofobia.

UEFA menjatuhkan sanksi enam pertandingan kepada pemain asal Argentina tersebut. Dari total hukuman itu, satu pertandingan sudah dijalani sebagai hukuman sementara, dua laga berikutnya wajib dijalani, sedangkan tiga pertandingan sisanya ditangguhkan selama dua tahun.

Baca Juga: Arsenal Wajib Waspada! PSG Tampil Bak Tim Terbaik Dunia usai Singkirkan Bayern

Kini FIFA memutuskan hukuman tersebut berlaku secara internasional, termasuk untuk kompetisi antarnegara seperti Piala Dunia 2026.

Situasi ini menjadi pukulan bagi pelatih Lionel Scaloni yang tengah mempersiapkan skuad Argentina menghadapi turnamen terbesar sepak bola dunia.

Prestianni memang belum menjadi pemain inti Albiceleste, tetapi namanya mulai masuk radar tim nasional setelah tampil menjanjikan bersama Benfica. Ia baru mencatatkan debut internasional saat Argentina menghadapi Angola dalam laga persahabatan pada November 2025.

Meski sempat dipanggil kembali pada agenda FIFA Matchday Maret lalu, Prestianni belum mendapatkan banyak menit bermain bersama timnas senior Argentina.

Jika tetap dipilih masuk skuad Piala Dunia, pemain muda tersebut dipastikan tidak bisa tampil pada dua laga awal fase grup Argentina. Namun apabila gagal masuk tim nasional, hukuman itu akan dialihkan ke kompetisi Eropa musim depan bersama Benfica, baik di Liga Champions maupun Liga Europa.

Kasus ini juga memicu perhatian terhadap aturan baru FIFA terkait perilaku pemain di lapangan. Dalam insiden tersebut, Prestianni terlihat menutupi mulutnya menggunakan jersey saat berbicara dengan Vinicius.

FIFA kini menegaskan bahwa tindakan menutup mulut untuk menghindari pembacaan gerak bibir oleh kamera dapat dikenai hukuman kartu merah langsung pada Piala Dunia mendatang.

Aturan tersebut dibuat untuk meningkatkan transparansi dan membantu pengawasan terhadap ucapan diskriminatif di lapangan.

Keputusan FIFA ini menjadi pesan keras bahwa perilaku diskriminatif, baik rasial maupun homofobik, tidak akan ditoleransi di level sepak bola internasional.

Selain berdampak pada karier Prestianni, kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi para pemain profesional agar menjaga etika dan ucapan saat berada di atas lapangan.

Editor : Mahendra Aditya
#Gianluca Prestianni #piala dunia 2026 #FIFA #Argentina #Vinicius junior