RADAR KUDUS - Laga panas semifinal Liga Champions 2025/2026 antara Bayern Munchen dan PSG tidak hanya menghadirkan drama di lapangan, tetapi juga memunculkan kontroversi besar terkait kepemimpinan wasit Joao Pinheiro.
Pengadil asal Portugal itu menjadi sasaran kemarahan publik Allianz Arena setelah sejumlah keputusan kontroversial dinilai merugikan Bayern.
Atmosfer pertandingan memang sudah memanas sejak menit awal. Bayern yang tampil di kandang sendiri berusaha mengejar ketertinggalan agregat dari PSG.
Namun beberapa keputusan Joao Pinheiro justru memancing protes keras dari pemain hingga pelatih Die Roten, Vincent Kompany.
Salah satu momen yang paling disorot terjadi saat Harry Kane dinyatakan offside pada menit ke-23.
Banyak pihak menilai Pinheiro terlalu cepat meniup peluit tanpa menunggu situasi permainan selesai. Mantan pemain Bayern, Michael Ballack, bahkan menyebut keputusan itu sebagai kesalahan fatal.
Kontroversi lain muncul ketika Nuno Mendes diduga melakukan handball di area pertahanan PSG.
Alih-alih memberikan pelanggaran kepada Bayern, Pinheiro justru menghukum Konrad Laimer karena dianggap lebih dulu melakukan pelanggaran.
Puncak kemarahan publik Allianz Arena terjadi saat insiden Joao Neves. Bola hasil sapuan Vitinha terlihat mengenai tangan Neves di dalam kotak penalti PSG.
Pemain Bayern langsung meminta hadiah penalti, tetapi wasit bersama VAR memilih membiarkan pertandingan tetap berjalan.
Keputusan tersebut membuat tensi pertandingan semakin panas. Vincent Kompany terlihat sangat emosional di pinggir lapangan dan beberapa pemain Bayern terus melancarkan protes kepada sang pengadil.
Joao Pinheiro sendiri bukan nama baru di sepak bola Eropa.
Wasit kelahiran Portugal pada 4 Januari 1988 itu mulai memimpin pertandingan Primeira Liga sejak 2015. Kariernya berkembang pesat setelah masuk daftar wasit FIFA pada 2016.
Pria berusia 38 tahun tersebut kini berstatus wasit elite UEFA dan sudah memimpin banyak laga internasional bergengsi.
Ia pernah bertugas dalam pertandingan Brasil melawan Panama, hingga dipercaya memimpin UEFA Super Cup 2025 antara PSG dan Tottenham Hotspur.
Secara statistik, Pinheiro dikenal sebagai wasit yang tegas dan tidak segan mengeluarkan kartu.
Pada musim 2025/2026 saja, ia telah memimpin 36 pertandingan dengan total 179 kartu kuning, 10 kartu merah langsung, serta 14 penalti.
Sementara sepanjang kariernya, Pinheiro telah memimpin 436 pertandingan dengan total hampir 2.000 kartu kuning dan 147 penalti.
Meski memiliki pengalaman besar, laga Bayern kontra PSG menjadi salah satu pertandingan paling kontroversial dalam kariernya.
Keputusan-keputusannya terus diperdebatkan karena dianggap ikut memengaruhi hasil akhir pertandingan yang membuat PSG lolos ke final Liga Champions dengan agregat 6-5.
Editor : Mahendra Aditya