RADAR KUDUS - Paris Saint-Germain kembali menunjukkan mental juara di Liga Champions 2025/2026. Meski terus ditekan Bayern Munchen sepanjang pertandingan, Les Parisiens sukses mengamankan tiket final usai bermain imbang 1-1 di Allianz Arena dan menang agregat 6-5.
Menariknya, Bayern sebenarnya tampil dominan secara statistik. Die Roten menguasai bola hingga 62 persen dan mencatat total 15 tembakan, sama seperti PSG. Namun efektivitas menjadi pembeda besar dalam duel panas semifinal ini.
PSG tampil jauh lebih klinis. Dari 15 percobaan, delapan tembakan mereka tepat sasaran.
Sementara Bayern hanya mampu menghasilkan lima shots on target meski bermain menyerang sejak menit awal.
Tim tamu langsung mengejutkan publik Allianz Arena saat laga baru berjalan tiga menit.
Skema serangan balik cepat berhasil dituntaskan Ousmane Dembele setelah menerima umpan matang Khvicha Kvaratskhelia. Gol cepat itu membuat PSG semakin nyaman memainkan tempo pertandingan.
Bayern mencoba merespons dengan tekanan bertubi-tubi. Michael Olise, Jamal Musiala, hingga Harry Kane beberapa kali mengancam pertahanan PSG.
Namun buruknya penyelesaian akhir membuat peluang demi peluang gagal dimaksimalkan.
Kontroversi kemudian muncul pada menit ke-31. Bola hasil sepakan Vitinha terlihat mengenai tangan Joao Neves di kotak penalti PSG.
Para pemain Bayern langsung meminta hadiah penalti, tetapi wasit Joao Pinheiro bersama VAR memutuskan laga tetap dilanjutkan.
Keputusan tersebut memancing kemarahan pemain dan pendukung Bayern. Meski begitu, PSG tetap mampu menjaga keunggulan 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, dominasi Bayern semakin terlihat. Vincent Kompany memasukkan Alphonso Davies, Nicolas Jackson, dan Lennart Karl demi meningkatkan agresivitas serangan.
Namun PSG tampil disiplin dalam bertahan. Marquinhos dan Willian Pacho menjadi tembok kokoh yang membuat serangan Bayern berkali-kali mentah sebelum memasuki area berbahaya.
PSG bahkan hampir mencetak gol kedua lewat aksi individu Kvaratskhelia pada menit ke-81. Tetapi Kim Min-Jae sukses menggagalkan peluang tersebut.
Drama terjadi di masa injury time ketika Harry Kane akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Sayangnya gol itu datang terlambat. Bayern gagal mencetak gol tambahan yang mereka butuhkan untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Hasil akhir membuat PSG kembali melaju ke final Liga Champions secara beruntun sebagai juara bertahan. Sementara Bayern harus tersingkir meski unggul penguasaan bola dan tampil lebih dominan sepanjang laga.
Statistik Bayern Munchen vs PSG
- Skor: Bayern Munchen 1-1 PSG
- Agregat: Bayern Munchen 5-6 PSG
- Penguasaan bola: 62% - 38%
- Total tembakan: 15 - 15
- Tembakan tepat sasaran: 5 - 8
- Pelanggaran: 11 - 12
- Offside: 1 - 0