RADAR KUDUS - Manajer Mikel Arteta tak mampu menyembunyikan rasa bangganya setelah Arsenal memastikan tiket ke final UEFA Champions League.
Kemenangan tipis 1-0 atas Atletico Madrid di Emirates Stadium menjadi penentu langkah besar tersebut, sekaligus mengakhiri penantian panjang klub untuk kembali ke panggung final Eropa.
Sorotan utama tentu tertuju pada Bukayo Saka, yang mencetak gol kemenangan dalam laga krusial tersebut. Arteta menyebut pemain didikan akademi Hale End itu sebagai sosok spesial yang pantas menjadi pembeda di momen besar. Menurutnya, jika ada satu nama yang harus menentukan nasib tim, maka Saka adalah pilihan yang tepat.
Baca Juga: Casemiro Buka Suara! Carrick Disebut Pantas Jadi Bos Permanen MU
“Dia pemain yang sangat istimewa, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi tim dan seluruh klub,” ujar Arteta. Gol tersebut kembali menegaskan peran penting Saka sebagai ikon generasi baru Arsenal yang terus bersinar di laga-laga besar.
Di balik euforia kemenangan, Arteta juga mengungkap sisi emosional yang jarang terlihat. Ia mengaku sempat meminta maaf kepada beberapa pemain yang tidak masuk dalam starting XI. Keputusan taktis yang sulit itu bahkan ia sampaikan langsung dalam pertemuan tim sebelum pertandingan.
“Saya tahu betapa pentingnya mereka semua. Saya sempat berbicara dan meminta maaf kepada beberapa pemain. Tapi respons mereka luar biasa—mereka siap kapan pun dibutuhkan,” ungkapnya. Kebersamaan dan solidaritas tim inilah yang disebut Arteta sebagai kunci perjalanan impresif Arsenal musim ini.
Baca Juga: Sempat Bangkit, Musiala Malah Melempem! Apa yang Terjadi di Bayern?
Selain Saka, Arteta juga memberikan pujian tinggi kepada Viktor Gyokeres. Meski tidak mencetak gol, kontribusi Gyokeres dinilai sangat vital, terutama dalam menjaga keseimbangan tim saat menghadapi tekanan fisik khas Atletico.
Arteta menilai striker asal Swedia itu berperan besar dalam menentukan ritme permainan, terutama saat Arsenal tidak menguasai bola. Kerja keras, pressing, dan dedikasinya di lini depan membuat tim tetap solid sepanjang pertandingan.
“Dia luar biasa. Dia memberi energi dan menentukan cara kami bermain, terutama saat bertahan. Itu adalah kontribusi tim, dan dia memimpin dari depan,” kata Arteta.
Kini, Arsenal berada di ambang sejarah. Selain sukses melaju ke final Liga Champions, mereka juga masih bersaing dalam perebutan gelar Premier League. Peluang meraih dua trofi sekaligus terbuka lebar bagi The Gunners.
Arteta pun menegaskan ambisi timnya tanpa ragu. Baginya, Arsenal tidak hanya ingin tampil di final, tetapi juga ingin menuntaskan perjalanan dengan gelar juara. Dengan satu laga tersisa menuju kejayaan, mereka kini menunggu lawan antara Bayern Munich atau Paris Saint-Germain.
Editor : Mahendra Aditya