RADAR KUDUS - Gelandang senior Casemiro memberikan dukungan penuh kepada Michael Carrick untuk menjadi manajer permanen Manchester United.
Menurutnya, sosok yang kini menjabat sebagai pelatih sementara itu sudah membuktikan kualitas dan memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk memimpin klub dalam jangka panjang.
Sejak mengambil alih posisi dari Ruben Amorim pada Januari lalu, Carrick berhasil mengubah arah musim Setan Merah secara signifikan. Saat pergantian pelatih terjadi, United masih tercecer di papan tengah Premier League. Namun dalam waktu relatif singkat, performa tim melonjak drastis.
Baca Juga: Manchester United Bidik Carlos Baleba, Awal Revolusi Lini Tengah Pengganti Casemiro
Di bawah arahan Carrick, Manchester United mencatatkan 10 kemenangan dan dua hasil imbang dari 14 pertandingan. Hasil impresif ini membawa mereka naik ke posisi tiga klasemen sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan—sebuah pencapaian yang sebelumnya terasa sulit.
Performa apik tersebut juga berdampak langsung pada kebangkitan individu pemain, termasuk Casemiro. Gelandang asal Brasil itu mengaku merasa lebih nyaman dan termotivasi di bawah kepemimpinan Carrick. Ia bahkan menyebut keputusan klub soal manajer permanen seharusnya menjadi hal yang jelas.
“Menurut saya, dia sangat pantas. Dia sudah menunjukkan kualitas luar biasa untuk menjadi pelatih Manchester United,” ujar Casemiro. Meski keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen, ia menegaskan bahwa Carrick layak mendapat kepercayaan penuh.
Baca Juga: Sempat Bangkit, Musiala Malah Melempem! Apa yang Terjadi di Bayern?
Lebih jauh, Casemiro menyoroti latar belakang Carrick sebagai legenda klub sebagai nilai tambah besar. Pengalamannya sebagai mantan pemain yang pernah meraih banyak trofi dinilai membuatnya sangat memahami identitas dan tuntutan besar di Old Trafford.
“Dia tahu klub ini luar dalam. Dia pernah menjadi idola di sini, memenangkan gelar, dan memahami tekanan yang ada. Itu sangat membantu,” tambahnya.
Tak hanya dari sisi taktik, Carrick juga dinilai mampu membangun hubungan yang baik dengan para pemain. Casemiro secara khusus mengapresiasi kepribadian sang pelatih yang dinilainya sederhana namun efektif dalam memotivasi tim.
Meski demikian, Casemiro tetap realistis dalam menilai musim ini. Ia mengakui bahwa finis di posisi tiga adalah pencapaian positif mengingat situasi sulit sebelumnya, tetapi itu bukanlah target akhir bagi klub sebesar Manchester United.
Ia menegaskan bahwa DNA klub adalah mengejar gelar juara, bukan sekadar finis di zona Liga Champions. “Manchester United harus selalu berpikir tentang trofi, tentang menjadi yang terbaik. Posisi tiga bukanlah tujuan akhir,” tegasnya.
Menariknya, di tengah pujian tersebut, Casemiro juga memberi sinyal bahwa ia kemungkinan akan meninggalkan Old Trafford di akhir musim. Namun sebelum itu, ia bertekad menutup perjalanannya dengan hasil terbaik.
Dengan performa tim yang terus menanjak dan dukungan dari pemain senior seperti Casemiro, peluang Carrick untuk menjadi manajer tetap kini semakin terbuka. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen klub—apakah mereka akan mempertahankan sosok yang telah membawa perubahan signifikan dalam waktu singkat ini.
Editor : Mahendra Aditya