RADAR KUDUS - Perjalanan PSIS Semarang di Pegadaian Championship 2025/2026 memang jauh dari kata mudah. Setelah melewati musim penuh tekanan, bek naturalisasi mereka, Otavio Dutra, akhirnya angkat bicara soal apa saja yang harus dibenahi jika tim berjuluk Mahesa Jenar itu ingin kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Dutra yang datang di tengah musim merasakan langsung betapa sulitnya situasi yang dihadapi PSIS. Saat pertama bergabung, tim berada di posisi paling bawah klasemen dengan hanya dua poin. Kondisi ini sangat kontras dengan pengalaman sebelumnya saat ia membela Persela Lamongan yang sempat bersaing di papan atas.
Menurutnya, perbedaan terbesar terletak pada mentalitas tim. Di Persela, pemain memiliki kepercayaan diri tinggi untuk bersaing di zona promosi. Sementara di PSIS, ia melihat mental pemain sempat terpuruk karena tekanan hasil buruk.
Proses Bangkit yang Tak Instan
Dutra bersama pemain senior lain seperti Beto dan Vizcarra mengambil peran penting dalam mengangkat mental tim. Mereka aktif memberikan motivasi setiap hari, terutama kepada para pemain muda yang mendominasi skuad PSIS.
Upaya tersebut tidak langsung membuahkan hasil. Dibutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk membangun kembali kepercayaan diri dan kekompakan tim. Perlahan, PSIS mulai menemukan ritme permainan hingga akhirnya mampu keluar dari zona degradasi.
Menurut Dutra, proses ini menjadi bukti bahwa perubahan tidak bisa instan. Dibutuhkan kesabaran, komunikasi, dan kerja sama kuat untuk membangun tim yang solid.
Syarat Mutlak Jika Ingin Promosi
Meski berhasil melewati musim sulit, Dutra menegaskan bahwa PSIS harus melakukan perubahan besar jika ingin promosi ke Liga 1 musim depan.
Ia menyoroti pentingnya kualitas pemain. Menurutnya, komposisi skuad saat ini masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Selain itu, persiapan tim juga harus dilakukan jauh lebih matang dan tidak terburu-buru seperti musim sebelumnya.
Dutra menekankan bahwa promosi bukan perkara mudah. Dibutuhkan perencanaan yang matang, manajemen tim yang baik, serta kedalaman skuad yang kompetitif.
Masa Depan Masih Tanda Tanya
Di sisi lain, Dutra sendiri belum memastikan akan tetap bertahan di PSIS musim depan. Pemain berusia 42 tahun itu mengaku telah menerima beberapa tawaran dari klub lain.
Ia memilih untuk mempertimbangkan semua opsi sebelum mengambil keputusan, dengan fokus pada langkah terbaik untuk kariernya ke depan.
Editor : Mahendra Aditya