RADAR KUDUS - Kepergian Antoine Griezmann dari Atlético Madrid menyisakan rasa campur aduk. Ia akan melanjutkan karier ke MLS bersama Orlando City SC, namun meninggalkan klub yang membesarkan namanya tanpa trofi besar di kompetisi domestik maupun Liga Champions.
Kekalahan dari Arsenal di semifinal UEFA Champions League menjadi momen paling menyakitkan. Harapan menutup kisah dengan gelar pupus setelah gol Bukayo Saka menghentikan langkah Atlético.
Baca Juga: 14 Laga, 9 Gol! Sesko Berubah Jadi Monster Baru MU
Statistik Hebat, Tapi Tak Sepenuhnya Lengkap
Meski tanpa gelar LaLiga, Copa del Rey, atau Liga Champions, kontribusi Griezmann tetap luar biasa. Ia mencatat lebih dari 500 penampilan—menempatkannya di jajaran legenda klub bersama Koke, Adelardo Rodríguez, dan Jan Oblak.
Di lini serang, pengaruhnya bahkan lebih dominan. Griezmann mengoleksi 212 gol—menjadikannya top skor sepanjang masa Atlético—serta 94 assist, hanya kalah dari Koke dan Enrique Collar.
Tiga Trofi, Tapi Bukan yang Diimpikan
Selama berseragam merah-putih, ia memang sempat meraih beberapa gelar: Piala Super Spanyol, Liga Europa, dan UEFA Super Cup. Namun, tidak adanya trofi liga atau Liga Champions membuat perjalanan kariernya di Atlético terasa “kurang lengkap” bagi pemain sekelas dirinya.
Baca Juga: Kuasai Liga dan Eropa, Arsenal Dekat dengan Double Winner
Babak Baru di Amerika Serikat
Kini, Griezmann bersiap memulai petualangan baru di Amerika Serikat. Bersama Orlando City, ia akan bergabung dalam liga yang semakin berkembang dan dipenuhi bintang, termasuk Lionel Messi di Inter Miami CF.
Duel antara Griezmann dan Messi pun berpotensi menjadi salah satu tontonan paling dinanti di MLS musim mendatang.
Meski pergi tanpa “mahkota utama”, nama Griezmann tetap akan abadi di Atlético Madrid. Ia bukan sekadar pemain, melainkan simbol loyalitas, konsistensi, dan dedikasi—seorang legenda yang meninggalkan jejak besar, meski tanpa akhir yang sempurna.
Editor : Mahendra Aditya