RADAR KUDUS - Persaingan papan atas Super League 2025/26 semakin sengit. Borneo FC Samarinda menunjukkan ambisi besar untuk terus menekan Persib Bandung yang saat ini memimpin klasemen sementara.
Tim berjuluk Pesut Etam itu sempat mencicipi posisi puncak usai mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Persik Kediri pada 29 April lalu. Namun, posisi tersebut tak bertahan lama setelah Persib merespons dengan dua kemenangan beruntun, masing-masing atas Bhayangkara Presisi Lampung dan PSIM Yogyakarta.
Saat ini, Persib kokoh di peringkat pertama dengan koleksi 72 poin, unggul tiga angka dari Borneo FC yang berada di posisi kedua. Meski demikian, peluang Borneo untuk kembali menyamakan poin tetap terbuka, terutama jika mereka mampu mengalahkan Persita Tangerang pada laga pekan ke-31.
Jika skenario tersebut terwujud, persaingan menuju gelar juara dipastikan akan semakin terbuka. Meski begitu, Borneo tetap harus puas berada di posisi kedua karena kalah dalam rekor pertemuan langsung melawan Persib.
Pelatih Borneo, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa persaingan musim ini jauh lebih ketat dibandingkan musim sebelumnya. Ia menilai belum ada tim yang benar-benar aman dalam perburuan gelar.
Menurutnya, pada musim lalu gelar juara sudah hampir pasti diraih ketika tim mencapai sekitar 65 poin. Namun musim ini situasinya berbeda, karena beberapa tim sudah melampaui angka tersebut, sementara masih tersisa sejumlah pertandingan penting.
Senada dengan sang pelatih, bek andalan Borneo, Christophe Nduwarugira, juga merasakan peningkatan level kompetisi. Ia menyebut bahwa hingga saat ini belum ada tim yang benar-benar dominan, sehingga peluang juara masih terbuka lebar.
Nduwarugira menegaskan tekad timnya untuk tampil maksimal di setiap pertandingan tersisa, terutama saat bermain di kandang sendiri. Baginya, menjaga poin penuh menjadi kunci utama untuk terus menempel Persib hingga akhir musim.
Dengan selisih poin yang tipis dan jadwal yang masih menyisakan beberapa laga krusial, persaingan antara Borneo FC dan Persib diprediksi akan berlangsung hingga pekan terakhir. Situasi ini membuat perebutan gelar musim ini menjadi salah satu yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Editor : Mahendra Aditya