KUDUS- Ajang kompetisi Pegadaian Championship telah usai musim ini. Persiku Kudus akhirnya berhasil bertahan di kasta kedua Liga Indonesia tersebut.
Persiku berhasil menyelesaikan kompetisi dengan menutup musim ini finish diurutan ke peringkat ke tujuh. Tim berjuluk Macan Muria itu mengoleksi 27 poin.
Dari 27 pekan laga yang dijalani oleh Persiku Kudus, anak asuh Bambang Pujo Sumantri mengoleksi tujuh kali kemenangan, enam hasil seri, dan 14 kekalahan. Persiku Kudus berhasil memasukan gol sebanyak 35 kali, dan kemasukan gol sebanyak 41 kali.
Pada musim 2025/2026, di putaran pertama Persiku merekrut atau mempertahankan Alfiat untuk juru pengatur taktik. Namun dewi fortuna berkata lain saat dipegang oleh Alfiat, Persiku justru kurang bersinar dan terseok-seok di papan bawah.
Hingga laga pekan ke-6, skuad berjuluk Macan Muria hanya mampu mencatat empat poin dan ada di peringkat ke-8 alias tiga terbawah di Grup Timur.
Dari enam laga yang sudah dijalani, Persiku mencatat sekali menang, sekali imbang dan empat kali kalah.
Persiku akhirnya mengumumkan juru taktik baru, Bambang Pujo Sumantri. Di belakang Bambang, ada sosok Dirtek sang perancang taktik, Marcos Guilermo Samso. Pria berkewarganeraan Argentina tersebut mampu mengangkat dan memperbaiki performa Persiku secara perlahan.
Masuknya, playmaker Caique Souza dan pemain rekrutan lainnya di bursa transfer kedua membuat Persiku bisa bernafas lega. Penyerang asal Brasil tersebut mampu memberikan variasi dan menjadi juru pemecah kebuntuan bagi tim Persiku.
Melihat performa Persiku pada musim 2025/2026, salah satu pengamat Persiku yang juga suporter Guntur Ska Core memberikan apresiasi perjuangan tim yang mampu bertahan di kasta kedua.
Guntur melihat, dari awal musim tidak berekspektasi terlalu muluk-muluk untuk sekelas tim promosi seperti Persiku. Bertahan di Liga 2 dulu sudah sebuah hal yang sangat istimewa.
”Saya melihat kekuatan pendanaan tim-tim di Liga 2 juga ngeri-ngeri, banyak tim yang melakukan jor-joran dalam pembelian pemain mahal hanya demi timnya bisa bertahan di Liga 2,” katanya.
Dia menambahkan, musim depan realistisnya Persiku bisa menempati klasemen di papan tengah. Apalagi dua musim ini, tim kebanggaan masyarakat Kudus itu selalu berada di papan bawah. Guntur melihat Macan Muria “telat panas”.
Performa striker Persiku Igor Costa mendapatkan apresiasi dari Guntur. Sosok Igor menjadi penyerang yang selalu ditakuti oleh calon lawan.
Keberadaan Igor Costa di dalam tim perlu dipertahankan. Selain Igor, kata Guntur, Caique Souza, Hugo Samir, Aldo Cladio sebagian pemain yang harus tetap dipertahankan untuk mengarungi musim depan.
”Musim depan perjuangan Persiku begitu berat, karena tim harus menjadi musafir dan bermain di luar kandang,” katanya.
Oleh sebab itu, target realistis harus diusung oleh manajemen. Setidaknya bertahan di Liga 2 musim depan adalah hal yang perlu diperjuangkan. Serta diharapkan performa tim tidak “telat panas”. (gal)
Editor : Admin