RADAR KUDUS - Persib Bandung kini berada di titik krusial dalam perburuan trofi BRI Super League 2025/2026.
Setiap pertandingan yang tersisa tak ubahnya final, di mana satu kesalahan saja bisa menggagalkan ambisi juara.
Persaingan di papan atas semakin ketat, dengan Borneo FC menjadi pesaing utama dalam perebutan posisi puncak klasemen.
Kondisi ini membuat Persib tak punya pilihan selain tampil konsisten hingga akhir musim.
Laga Terdekat Jadi Ujian Mental
Ujian pertama datang saat menghadapi Bhayangkara FC. Laga tandang ini bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi menjadi momentum penting untuk menjaga asa juara tetap hidup.
Persib datang dengan catatan kurang maksimal setelah dua kali hasil imbang. Karena itu, kemenangan menjadi harga mati agar tetap berada dalam jalur perebutan gelar.
Mentalitas Pemburu Jadi Senjata Utama
Kapten tim, Marc Klok, menegaskan bahwa seluruh pemain mengusung mentalitas pemburu kemenangan. Fokus utama tim bukan pada tekanan klasemen, melainkan performa di lapangan.
Menurut Klok, tim datang ke setiap pertandingan dengan satu tujuan: menang. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus dan memberikan performa maksimal di setiap laga tersisa.
5 Laga = 5 Final
Bagi Persib, lima pertandingan terakhir adalah segalanya. Klok menyederhanakan target tersebut dengan satu kalimat tegas: menang di semua laga.
Lawan-lawan yang akan dihadapi pun bukan tim sembarangan, mulai dari PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, PSM Makassar, hingga Persijap Jepara.
Dengan jadwal yang tidak mudah, konsistensi dan mental juara menjadi faktor penentu. Persib harus mampu menjaga performa terbaik jika ingin mengakhiri musim dengan trofi.
Peluang Masih Terbuka, Tapi Tak Ada Ruang Gagal
Ambisi juara masih berada dalam jangkauan, namun Persib tidak boleh lagi terpeleset. Setiap poin sangat berarti dalam persaingan ketat di papan atas.
Jika mampu menjalankan skenario lima kemenangan beruntun, peluang Persib untuk menjadi juara akan terbuka lebar. Kini, semuanya bergantung pada konsistensi dan mentalitas tim di lapangan.
Editor : Mahendra Aditya