Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Situasi Memanas! Iran Enggan Berunding di Bawah Ancaman Washington

Ali Mustofa • Rabu, 22 April 2026 | 15:40 WIB
Iran Kritik Ketidakpastian Kebijakan Donald Trump yang Dinilai Kontradiktif
Iran Kritik Ketidakpastian Kebijakan Donald Trump yang Dinilai Kontradiktif

RADAR KUDUS – Pemerintah Iran menunjukkan sikap semakin keras di tengah upaya Amerika Serikat memperpanjang masa gencatan senjata.

Alih-alih membuka ruang dialog, Teheran menegaskan tidak bersedia mengikuti perundingan selama pendekatan Washington masih disertai tekanan dan ancaman.

Presiden Donald Trump sebelumnya memutuskan memperpanjang gencatan senjata untuk memberi kesempatan tambahan bagi proses negosiasi.

Namun hingga kini belum terlihat kemajuan berarti, sementara posisi Iran justru semakin tegas.

Sinyal penolakan itu terlihat dari absennya delegasi Iran dalam rencana pembicaraan lanjutan di Islamabad, Pakistan.

Pemerintah Iran menegaskan keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam pertemuan tersebut tidak berubah.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan Teheran tidak akan bernegosiasi di bawah bayang-bayang ancaman.

Ia bahkan memperingatkan Iran siap “mengeluarkan kartu baru di medan perang” bila tekanan terus berlanjut.

Menurutnya, Washington mencoba mengubah meja perundingan menjadi sarana penyerahan atau dalih memicu konflik baru.

Ketegangan semakin meningkat setelah kebijakan terbaru AS dinilai provokatif. Pemerintahan Trump disebut memerintahkan penyitaan kapal kargo Iran di Laut Oman.

Teheran pun menuntut pembebasan awak kapal yang dilaporkan ditahan, serta mengkritik langkah tersebut sebagai pelanggaran semangat gencatan senjata.

Selain itu, Washington juga disebut masih mempertimbangkan tekanan tambahan, termasuk potensi kelanjutan blokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Meski menolak negosiasi dalam situasi saat ini, Iran belum sepenuhnya menutup pintu diplomasi.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi diketahui tetap berkomunikasi dengan pejabat Pakistan.

Namun ia menegaskan keputusan melanjutkan perundingan akan bergantung pada evaluasi terhadap langkah dan ancaman terbaru dari AS.

Di sisi lain, Trump memberi sinyal yang beragam. Ia menyebut peluang memperpanjang gencatan senjata tanpa kesepakatan cukup kecil, tetapi tetap membuka kemungkinan pertemuan langsung dengan pimpinan Iran.

Dengan posisi kedua negara yang masih berseberangan, masa depan gencatan senjata kini berada di titik krusial.

Penolakan Iran untuk bernegosiasi di bawah tekanan semakin menambah ketidakpastian terhadap keberlanjutan upaya diplomasi.

Editor : Ali Mustofa
#donald trump #iran #selat hormuz #amerika serikat #gencatan senjata