Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Klasemen Liga 2 Grup B Berubah Cepat: PSS Sleman Memimpin, Tiga Tim Mengintai Ketat

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 21 April 2026 | 09:19 WIB
PSS Sleman Tersungkur! Barito Menang, Persaingan Puncak Liga 2 Makin Panas (Instagram PSS Sleman)
PSS Sleman Tersungkur! Barito Menang, Persaingan Puncak Liga 2 Makin Panas (Instagram PSS Sleman)

RADAR KUDUS - Persaingan Liga 2 Championship 2025/2026 di Grup B memasuki fase yang tidak lagi sekadar soal hasil pertandingan, tetapi tentang siapa yang paling mampu menjaga stabilitas di tengah tekanan. Pekan ke-25 menjadi titik balik penting setelah PSS Sleman kembali mengambil alih puncak klasemen, menggeser dinamika kompetisi yang sebelumnya terlihat mulai mengerucut.

Kemenangan 2-1 atas Persiku Kudus di Stadion Maguwoharjo bukan hanya soal tambahan tiga poin. Lebih dari itu, hasil ini menegaskan satu hal: PSS tidak sekadar ingin memimpin, tetapi siap mengontrol arah perebutan tiket promosi hingga garis akhir.

Gol dari Frederic Injai menjelang turun minum serta penyelesaian Gustavo Tocantins di babak kedua menjadi pembeda. Meski sempat mendapat tekanan usai gol balasan dari Caique Souza, PSS menunjukkan ketenangan yang jarang terlihat di fase krusial seperti ini.

Dengan koleksi 52 poin, PSS kini berada di posisi teratas. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman.


Bukan Sekadar Puncak, Tapi Ujian Konsistensi

Di bawah PSS, tekanan datang dari tim-tim yang tidak terpaut jauh. Persipura Jayapura menguntit dengan 50 poin setelah kemenangan meyakinkan atas PSIS Semarang. Gol dari Kelly Sroyer dan Reno Salampessy memastikan Persipura tetap dalam jalur perebutan posisi teratas.

Sementara itu, PS Barito Putera yang mengoleksi 49 poin menunjukkan bahwa mereka belum menyerah. Hasil imbang dramatis 3-3 melawan Persiba Balikpapan justru mencerminkan daya juang tinggi. Gol penyama kedudukan di menit tambahan akhir menjadi simbol bahwa Barito masih hidup dalam persaingan.

Jika dilihat dari jarak poin, tiga tim teratas hanya terpaut tiga angka. Artinya, satu hasil buruk saja bisa langsung mengubah peta klasemen.


Kejutan dari Tim Promosi dan Pesta Gol Persela

Di luar tiga besar, Kendal Tornado FC tetap menjadi kejutan musim ini. Kemenangan 2-0 atas Deltras FC menjaga mereka di posisi empat dengan 47 poin. Sebagai tim yang relatif baru di level ini, konsistensi Kendal Tornado menjadi salah satu cerita menarik musim ini.

Sementara itu, Persela Lamongan mencatat kemenangan paling mencolok pekan ini. Skor 7-1 atas Persipal FC menjadi bukti bahwa mereka masih memiliki daya serang yang tajam, meski peluang promosi semakin tipis.

Empat gol dari Rizqki Boski menjadi sorotan utama dalam laga tersebut—sebuah performa individual yang jarang terjadi di kompetisi seketat Liga 2.


Klasemen Sementara Grup B (Pekan ke-25)

  1. PSS Sleman – 52 poin
  2. Persipura Jayapura – 50 poin
  3. PS Barito Putera – 49 poin
  4. Kendal Tornado FC – 47 poin
  5. Persela Lamongan – 40 poin
  6. Deltras FC – 36 poin
  7. Persiku Kudus – 27 poin
  8. PSIS Semarang – 20 poin
  9. Persiba Balikpapan – 18 poin
  10. Persipal FC – 7 poin

Puncak Klasemen Bukan Zona Aman

Berbeda dari narasi umum yang melihat posisi puncak sebagai tempat paling nyaman, realitas Liga 2 musim ini justru menunjukkan sebaliknya. Menjadi pemimpin klasemen di fase akhir bukanlah jaminan keamanan—melainkan beban tambahan.

Tim yang berada di posisi teratas justru menghadapi tekanan paling besar. Mereka menjadi target utama lawan, sekaligus dituntut untuk tidak terpeleset dalam situasi apa pun.

Dalam konteks ini, PSS Sleman menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibanding tim di bawahnya. Mereka tidak hanya harus menang, tetapi juga menjaga ritme dan mentalitas tim di tengah ekspektasi tinggi.

Sementara tim seperti Persipura dan Barito bisa bermain dengan pendekatan lebih fleksibel—menunggu celah, memanfaatkan kesalahan, dan mencuri momentum.


Dua Laga Terakhir: Penentu Segalanya

Kompetisi kini menyisakan dua pertandingan terakhir. Secara matematis, setidaknya empat tim masih memiliki peluang untuk naik ke posisi teratas atau masuk zona promosi.

Namun, yang membedakan bukan lagi kualitas teknis semata. Faktor seperti kedalaman skuad, kebugaran pemain, hingga pengalaman menghadapi tekanan akan menjadi penentu.

Bagi PSS, mempertahankan posisi berarti harus menghindari hasil imbang yang berpotensi merugikan. Sementara bagi Persipura dan Barito, kemenangan menjadi harga mati jika ingin menyalip.

Di sisi lain, pertandingan terakhir juga menentukan nasib tim papan bawah seperti PSIS dan Persiba, yang masih berpotensi terjebak di posisi ke-9 dan masuk ke zona play-off degradasi.


Dinamika yang Tidak Terduga

Liga 2 musim ini memperlihatkan satu pola yang menarik: tidak ada dominasi mutlak. Perubahan klasemen terjadi hampir setiap pekan, menunjukkan bahwa kompetisi berlangsung dalam level yang relatif seimbang.

Hal ini membuat setiap pertandingan memiliki dampak besar, bahkan bagi tim yang secara peringkat terlihat tidak bersaing di papan atas.

Kondisi ini juga mempertegas bahwa promosi bukan hanya soal siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling stabil hingga akhir.

Dengan dua laga tersisa, Liga 2 Championship Grup B berubah menjadi ajang adu konsistensi. PSS Sleman memang berada di depan, tetapi ancaman dari Persipura dan Barito masih sangat nyata.

Tidak ada ruang untuk kesalahan. Tidak ada jaminan bagi siapa pun.

Dalam kompetisi yang ketat seperti ini, satu hal menjadi pembeda utama: kemampuan menjaga performa di saat tekanan mencapai titik tertinggi.

Dan pada akhirnya, hanya tim yang paling stabil yang akan keluar sebagai pemenang—bukan yang paling spektakuler.

Editor : Mahendra Aditya
#PSS Sleman puncak klasemen #persaingan promosi liga 2 #jadwal Liga 2 terbaru #hasil liga 2 hari ini #Klasemen Liga 2 2026