RADAR KUDUS – Persaingan di zona bawah Super League 2025/2026 kian memanas menjelang berakhirnya kompetisi.
Dengan tujuh pertandingan tersisa, Semen Padang FC masih belum berada di posisi aman karena terus dibayangi ancaman degradasi.
Saat ini Kabau Sirah berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin.
Posisi tersebut memaksa mereka bekerja ekstra keras demi mempertahankan tempat di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Situasi semakin ketat karena beberapa tim lain berada dalam kondisi serupa, seperti PSBS Biak, Persis Solo, Persijap Jepara, dan Madura United.
Jarak poin antar tim papan bawah pun sangat tipis, hanya berkisar dua hingga delapan angka, sehingga peluang keluar dari zona merah masih terbuka bagi siapa pun.
Dari sisi performa, Semen Padang belum menunjukkan konsistensi yang meyakinkan.
Dalam lima laga terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan tiga kekalahan.
Catatan ini menjadi alarm agar tim segera bangkit sebelum terlambat.
Lawan yang akan dihadapi juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Persijap Jepara datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menundukkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 pada laga sebelumnya.
Meski Semen Padang sempat menang 2-1 pada pertemuan pertama musim ini, kondisi saat ini jauh lebih menegangkan.
Pertandingan penting akan berlangsung Senin (20/4) pukul 15.30 WIB di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada pekan ke-28.
Laga yang disiarkan langsung Indosiar ini menjadi salah satu duel penentu bagi kedua tim untuk keluar dari ancaman degradasi.
Bermain di kandang tentu menjadi keuntungan bagi Semen Padang.
Dukungan suporter diharapkan mampu memberi tambahan energi bagi pemain untuk meraih tiga poin krusial.
Kegagalan meraih kemenangan bisa membuat posisi mereka semakin terancam, sedangkan kemenangan akan membuka peluang besar untuk keluar dari zona merah.
Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, menyebut persiapan tim berjalan cukup baik.
Namun karena bermain di kandang, kemenangan menjadi target mutlak. Ia menegaskan motivasi tim tetap tinggi untuk berjuang hingga akhir musim.
Imran juga mengungkapkan beberapa pemain masih harus absen karena cedera, di antaranya Wakaso, Irsyad, dan Samuel.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak dijadikan alasan untuk tampil di bawah performa terbaik.
Menurutnya, Persijap merupakan tim yang patut diwaspadai.
Ia menilai kunci kemenangan terletak pada kemampuan tim mengatasi tekanan diri sendiri dan bermain disiplin sepanjang laga.
Terkait kabar boikot sebagian suporter, Imran memilih menanggapinya secara positif.
Ia menganggap hal tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap tim dan berharap dukungan moral tetap mengalir.
Penyerang Semen Padang, Firman Juliansyah, memastikan kesiapan tim sudah maksimal.
Ia optimistis skuad mampu menjalankan instruksi pelatih dan mengamankan tiga poin di kandang.
Laga melawan Persijap dipastikan menjadi ujian besar bagi Semen Padang.
Dengan tekanan yang semakin tinggi di papan bawah, kemenangan di kandang bisa menjadi titik balik penting untuk menjaga harapan bertahan di liga.
Editor : Ali Mustofa